Kejagung Jerat Tersangka Keenam Kasus Korupsi MBG, Fakta Baru Terungkap!
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menetapkan satu tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gra
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menyatakan pemerintah tidak memandang kritik dari akademisi sebagai ancaman, melainkan sebagai bahan evaluasi kebijakan.
Menurut dia, semakin tajam kritik yang disampaikan, semakin besar pula manfaat bagi pemerintah.
"Jadi, pemerintah tidak pernah melihat orang yang mengkritik itu sebagai musuh. Apalagi model saya, kan dasarnya memang orang akademisi," kata Yusril saat ditemui di Jakarta, Sabtu (25/4/2026).Baca Juga:
Ia menjelaskan, kritik yang tajam justru dapat membantu pemerintah mengkaji ulang dan memperbaiki kebijakan yang telah dikeluarkan.
Karena itu, ia menilai ruang kritik akademik harus tetap terbuka lebar dalam sistem demokrasi.
Yusril juga menyebut Presiden Prabowo Subianto memiliki sikap yang sama, yakni membuka ruang seluas-luasnya bagi kritik terhadap pemerintah.
Dalam pandangan pemerintah, kata dia, kritik merupakan bagian dari mekanisme koreksi kebijakan.
"Pada prinsipnya akademisi bebas mengkritik," ujarnya.
Terkait laporan terhadap pakar hukum tata negara Universitas Andalas, Feri Amsari, yang dilaporkan ke kepolisian atas kritiknya terhadap kebijakan swasembada pangan, Yusril menegaskan bahwa aparat kepolisian memiliki kewajiban untuk memproses setiap laporan yang masuk.
Namun demikian, ia menyarankan agar kepolisian terlebih dahulu melakukan klarifikasi terhadap laporan tersebut, termasuk meminta keterangan dari pelapor maupun pihak yang dilaporkan.
"Yang melaporkan itu didengar dulu dan Pak Feri-nya bisa dipanggil untuk ditanya. Jadi tidak mungkin ada laporan dan polisi diam saja, nanti bisa digugat polisinya," kata Yusril.
Sebelumnya, Ketua DPR RI Puan Maharani menanggapi fenomena pelaporan hukum terhadap pihak-pihak yang menyampaikan kritik.
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menetapkan satu tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gra
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas merespons sorotan publik terkait anggaran Rp10 miliar untuk rehabilitasi Gedung Satreskri
PEMERINTAHAN
JAKARTA Banyak pengguna smartphone Android mengeluhkan baterai yang cepat habis dan performa perangkat yang semakin lambat setelah digun
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Pemerintah bersama perbankan kembali menghadirkan akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui p
EKONOMI
JAKARTA Dalam ajaran Islam, kehidupan manusia tidak berhenti setelah terjadinya kiamat. Setelah seluruh alam semesta hancur, terdapat se
AGAMA
JAKARTA Tim kuasa hukum Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa dan Roy Suryo Notodiprojo yang tergabung dalam Tim Advokasi Anti Kriminalisasi Ak
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak kalangan pemuda dan mahasiswa untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah mela
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Kota Medan terus memantapkan langkah untuk menjadikan ibu kota Sumatera Utara sebagai salah satu pusat Meeting, Incenti
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima audiensi jajaran iNews dan PT MNC TV bersama MNC Group di Rumah Dinas Wali Kota
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas kembali melakukan pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan terhadap 69 pejabat man
PEMERINTAHAN