BREAKING NEWS
Sabtu, 16 Mei 2026

Mendikdasmen Sebut Realisasi Revitalisasi Sekolah Capai Rp2,6 Triliun, Digitalisasi Pendidikan Terus Dikebut

Dharma - Rabu, 06 Mei 2026 15:09 WIB
Mendikdasmen Sebut Realisasi Revitalisasi Sekolah Capai Rp2,6 Triliun, Digitalisasi Pendidikan Terus Dikebut
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti. (Foto: KOMPAS/FIRDA JANATI)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyampaikan realisasi program revitalisasi dan digitalisasi satuan pendidikan pada tahun anggaran 2026 telah mencapai Rp2,6 triliun.

Hal tersebut disampaikan dalam jumpa pers Update Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta, Rabu (6/5/2026).

"Total dana yang sudah kami salurkan untuk tahun 2026 adalah Rp2,6 triliun," ujar Mu'ti.

Baca Juga:

Ia menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp14 triliun untuk program revitalisasi sekolah pada 2026 yang mencakup 11.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Dari jumlah tersebut, Kemendikdasmen (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah) telah menyelesaikan perjanjian kerja sama dengan 4.838 satuan pendidikan, sementara penyaluran bantuan sudah menjangkau 3.408 sekolah.

Mu'ti menyebutkan, program revitalisasi diprioritaskan bagi daerah yang membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, seperti Sulawesi Utara, Madura, serta Nusa Tenggara Timur.

Selain revitalisasi, pemerintah juga mempercepat program digitalisasi pendidikan. Sepanjang 2025, Kemendikdasmen telah menyalurkan perangkat pembelajaran digital seperti papan interaktif, laptop, dan diska lepas eksternal ke ratusan ribu sekolah.

Program tersebut telah menjangkau 288.865 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Pemerintah juga memastikan ketersediaan infrastruktur pendukung agar perangkat digital dapat dimanfaatkan secara optimal.

Untuk mengatasi keterbatasan akses internet, sebanyak 8.152 sekolah telah mendapatkan layanan konektivitas, termasuk melalui pemanfaatan jaringan satelit Starlink.

"Kalau daerah tidak ada internet, solusinya kita bantu dengan penyaluran jaringan, termasuk melalui Starlink," jelasnya.

Tak hanya itu, pemerintah juga menggandeng PT PLN (PLN) untuk menghadirkan akses listrik di wilayah tertinggal. Sebanyak 2.389 satuan pendidikan yang sebelumnya belum memiliki listrik kini telah mendapatkan layanan tersebut.

Mu'ti menegaskan, langkah revitalisasi dan digitalisasi ini merupakan bagian dari upaya pemerataan kualitas pendidikan nasional, khususnya bagi sekolah di daerah terpencil dan tertinggal.*

(an/dh)

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Sidang Korupsi Chromebook Nadiem Makarim Ricuh! Jaksa dan Pengacara Saling Adu Mulut di Ruang Sidang
Warga Sumut Mengeluh Kesulitan dan Ditolak Saat Berobat, Bobby Nasution Tegur BPJS Kesehatan
Pemko Tanjungbalai Dorong SDM Unggul di Hardiknas 2026, Sejalan Visi Prabowo Subianto
200 Lebih Santri Alwashliyah Gading Khatam Al-Qur’an di Peringatan Hardiknas 2026, Pemko Tanjungbalai Fokus Cetak Generasi Berkarakter
Penutupan Gebyar dan Expo Pendidikan Sumut 2026 Berlangsung Meriah, Disdik Usul Jadi Agenda Tahunan
Pelibatan TNI dalam Pembekalan Beasiswa LPDP Tuai Kritik, Menkeu Purbaya Buka Suara
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru