Ia menyebut, kegiatan khataman Al-Qur'an tidak hanya bernilai seremonial, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan karakter spiritual peserta didik.
"Salah satu cara menjaga keaslian Al-Qur'an adalah dengan menghafalnya. Ini menumbuhkan kecerdasan spiritual, ketenteraman jiwa, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT," ujar Mahyaruddin.
Ia menambahkan, momentum Hardiknas yang bertepatan dengan kegiatan keagamaan tersebut menjadi pengingat pentingnya sinergi antara pendidikan formal dan pendidikan berbasis nilai agama dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas.
Kegiatan ini, kata dia, sejalan dengan visi Pemerintah Kota Tanjungbalai dalam memperkuat kehidupan masyarakat yang agamis menuju Tanjungbalai Emas.
"Insya Allah, anak-anak yang telah khatam Al-Qur'an akan menjadi hafizh dan hafizhah yang dapat mengharumkan nama daerah hingga tingkat nasional bahkan internasional," katanya.
Sementara itu, Ketua PD Al Jam'iyatul Washliyah Kota Tanjungbalai, Mery Simargolang, menyebut peringatan Hardiknas 2026 diisi dengan cara berbeda, yakni melalui wisuda dan khataman Al-Qur'an.
Menurutnya, tema Hardiknas tahun ini, "Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua", menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam memperkuat kualitas pendidikan.
"Pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan sekolah, tetapi juga dunia usaha dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan," ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa tahun ini lebih dari 200 santri dan santriwati Pesantren Alwashliyah Gading resmi diwisuda dan mengikuti khataman Al-Qur'an.*