Manggarai Terparah, Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 43 Orang, 5 Bandara dan RS Ikut Rusak
JAKARTA Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu
PERISTIWA
PALEMBANG - Proses identifikasi korban kecelakaan maut bus ALS yang terlibat tabrakan dengan truk tangki di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, masih mengalami kendala. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri kini mengandalkan pemeriksaan DNA dari sampel tulang korban.
Kepala Bidang DVI Pusdokkes Polri Kombes Wahyu Hidayati mengatakan, sebagian besar sampel yang diperiksa berasal dari tulang korban karena kondisi jaringan tubuh sudah tidak utuh akibat insiden kebakaran usai tabrakan.
"Dalam kondisi sekarang ini, kita mengambil tulang. Kita juga memilih tulang yang masih merah, yang kira-kira masih ada DNA-nya. Karena kalau tulangnya sudah jadi arang, tidak bisa," kata Wahyu di Palembang, Sabtu (9/5/2026).Baca Juga:
Ia menjelaskan, dari total 17 jenazah korban, proses identifikasi menjadi sulit dilakukan melalui metode visual maupun barang pribadi karena sebagian besar sudah tidak dapat dikenali.
Menurutnya, suhu tinggi akibat kebakaran setelah tabrakan juga menyebabkan kondisi tubuh dan gigi korban mengalami kerusakan parah, sehingga metode identifikasi melalui data gigi tidak dapat diandalkan.
"Karena apinya sangat besar sehingga sebagian besar tulang, termasuk gigi, itu juga menjadi rapuh," ujarnya.
Tim DVI sebelumnya berharap identifikasi bisa dilakukan melalui data gigi seperti pada kasus kebakaran lainnya. Namun, kondisi di lapangan tidak memungkinkan karena tingkat kerusakan yang sangat berat.
Wahyu menambahkan, proses pemeriksaan DNA membutuhkan waktu paling cepat lima hari untuk mendapatkan hasil profil yang akurat. Hingga saat ini, pihaknya telah menerima 15 sampel antemortem dari pihak keluarga korban.
"DNA-nya itu memang agak lama. Paling cepat itu lima hari. Kita mohon doanya supaya bisa muncul semua profil DNA," katanya.*
(mt/dh)
JAKARTA Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu
PERISTIWA
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto memerintahkan seluruh jajaran pemerintah bergerak cepat menangani dampak gempa bumi yang mengguncang w
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah memastikan lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) di Jakarta telah disiapkan. Namun, pemerintah belum
EKONOMI
JAKARTA Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengungkap bakal ada kejutan dalam formasi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka
NASIONAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution mengukuhkan 74 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Sumatera Utara
PEMERINTAHAN
MEDAN Gempa bumi dengan magnitudo (M) 6,4 mengguncang wilayah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (15/8/2026) petang. Ba
PERISTIWA
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas turun langsung memantau gotong royong massal yang digelar serentak di 21 kecamatan dalam
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Peringatan Hari Damai Aceh (HDA) ke21 di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, berujung ricuh pada Sabtu (15/8/2026). Kericu
PERISTIWA
BANDA ACEH Tokoh sekaligus mediator perdamaian Aceh asal Finlandia, Juha Christensen, meminta semua pihak menghormati penggunaan bendera
POLITIK
MEDAN Seorang siswi SMK Negeri 1 Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, harus menjalani perawatan intensif di Pediatric Intensive Ca
PERISTIWA