BREAKING NEWS
Rabu, 20 Mei 2026

DWP Sumut Ajak Perempuan Lawan KDRT, Suara Diam Tak Lagi Jadi Pilihan

Abyadi Siregar - Rabu, 20 Mei 2026 21:56 WIB
DWP Sumut Ajak Perempuan Lawan KDRT, Suara Diam Tak Lagi Jadi Pilihan
Penasihat DWP Sumut Titiek Sugiharti bersama Ketua DWP Sumut Evi Novida Sulaiman Harahap menghadiri Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan KDRT di Aula Kantor DWP Sumut, Medan, Rabu (20/5/2026). (Foto: Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumut / Imam
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN -Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menegaskan komitmennya dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan mendorong perempuan agar lebih berani bersuara dan tidak lagi diam terhadap berbagai bentuk kekerasan.

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) yang digelar di Aula DWP Sumut, Jalan Cik Ditiro, Medan, Rabu (20/5/2026), dengan mengusung tema "Berani Melapor, Berani Selamatkan: Kami Siap Membantu".

Kegiatan ini dibuka oleh Penasihat DWP Sumut, Titiek Sugiharti, serta dihadiri Ketua DWP Sumut Dharma Wanita Persatuan Sumatera Utara Evi Novida Sulaiman Harahap, jajaran pengurus, TP PKK Sumut, hingga DWP kabupaten/kota se-Sumut secara luring dan daring.

Baca Juga:

Dalam sambutannya, Titiek menegaskan bahwa rumah tangga seharusnya menjadi ruang paling aman dan nyaman bagi setiap anggota keluarga. Namun, ia mengakui kasus kekerasan dalam rumah tangga masih kerap terjadi dan perlu menjadi perhatian bersama.

"KDRT adalah sebuah fenomena yang harus kita hancurkan bersama-sama. Melalui momentum sosialisasi ini, saya menekankan pentingnya mengedukasi diri," ujar Titiek.

Ia juga meminta peserta tidak hanya memahami materi, tetapi juga menyebarluaskan pengetahuan terkait bentuk KDRT, mekanisme hukum, serta langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi atau menemukan kasus serupa.

Sementara itu, Evi Novida Sulaiman Harahap menyebut kasus KDRT masih seperti fenomena gunung es, banyak terjadi namun sedikit yang terlaporkan karena dianggap sebagai aib keluarga.

"Melalui tema ini, kita ingin membangun kesadaran agar perempuan tidak lagi permisif dan mendiamkan KDRT. Kita harus menjadi bagian dari solusi," ujarnya.

Evi juga menegaskan bahwa kekerasan tidak hanya berbentuk fisik, tetapi juga verbal yang dapat berdampak serius terhadap kesehatan mental korban.

Sebagai organisasi yang menaungi istri ASN, DWP Sumut disebut memiliki tanggung jawab moral dalam memperkuat ketahanan keluarga, baik dari sisi mental, spiritual, maupun sosial.

Panitia kegiatan, Dara Mutaqien Hasrimi, menambahkan sosialisasi ini juga bertujuan memberikan edukasi mengenai dampak KDRT serta memperkenalkan akses layanan pengaduan yang aman dan rahasia.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan ini turut menghadirkan narasumber dari LBH APIK Sumut serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Sumut.*

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Antisipasi El Nino, Pemprov Sumut Siagakan Ribuan Pompa Air untuk Jaga Produksi Pangan
Wagub Sumut Dorong ASN Lebih Adaptif dan Profesional untuk Perkuat Pelayanan Publik
Pemprov Sumut Perkuat Tata Kelola BUMD, Tekankan Profesionalisme dan Transformasi Digital
Harkitnas ke-118, Wagub Sumut Surya Tekankan Semangat Persatuan dan Kolaborasi untuk Kesejahteraan Rakyat
Wakil Bupati Asahan Buka Rakor Pengendalian Pembangunan se-Sumut Triwulan II 2026
Wagub Sumut Ajak HIMMAH Berperan Aktif dalam Pembangunan Daerah: Pemuda Harus Hadirkan Solusi!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru