Bukan Soal Emas 74 Kg! Kubu Febrie Adriansyah Ungkap Fokus Utama di Praperadilan
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo akhirnya buka suara terkait kasus dugaan korupsi proyek senilai Rp16 miliar yang menyeret tiga pejabat di lingkungan Kementerian PU.
Dody menegaskan pentingnya integritas di tubuh kementerian dan meminta pejabat level atas ikut bertanggung jawab apabila terjadi pelanggaran di bawah kewenangannya.
"Itu komitmen saya. Saya tidak mau lagi hanya anak-anak kecil di bawah yang dikorbankan. Eselon I juga harus bertanggung jawab," ujar Dody saat media briefing di Kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat (22/5/2026).Baca Juga:
Menurut Dody, pola lama yang membebankan seluruh kesalahan kepada bawahan tidak boleh lagi terjadi di Kementerian PU. Ia menilai pejabat tinggi harus berani bertanggung jawab atas kinerja dan pengawasan internal.
"Tidak ada lagi cerita Eselon I bilang itu anak buah saya yang ngerjain. Nggak ada," tegasnya.
Dody juga memastikan pihaknya tidak akan menghalangi proses hukum yang sedang berjalan. Ia menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum.
"Saya tidak akan menutup-nutupi apa pun. Bahkan saat penggeledahan kemarin, ruangan saya juga saya izinkan diperiksa," katanya.
Meski sejumlah pejabat terseret kasus hukum, Dody memastikan program prioritas pemerintah, terutama sektor sumber daya air dan dukungan swasembada pangan, tetap berjalan normal.
"Tidak ada alasan program prioritas macet hanya karena pejabatnya kena masalah hukum," ujarnya.
Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menetapkan tiga pejabat Kementerian PU sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dengan kerugian negara mencapai lebih dari Rp16 miliar.
Salah satu tersangka berinisial DP yang menjabat Direktur Jenderal Sumber Daya Air diduga menerima suap dan gratifikasi berupa uang tunai lebih dari Rp2 miliar serta dua unit mobil mewah.
Sementara dua tersangka lainnya, RS dan AS, diduga melakukan rekayasa proyek fiktif di lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya periode 2023-2024.*
(d/dh)
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP I Wayan Sudirta mengecam praktik pembakaran hutan dan lahan yang diduga dilakukan untu
NASIONAL
BENER MERIAH Ribuan warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Desa
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pendampingan peningkatan produktivitas bagi 20 perusahaan mulai Septembe
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemarau yang berpotensi semakin keri
NASIONAL
JAKARTA Universitas Paramadina mempertemukan akademisi, pendidik, praktisi, pembuat kebijakan dan mahasiswa dari Indonesia, Inggris serta
PENDIDIKAN
JAKARTA Pakar kebijakan publik Bonatua Silalahi menempuh jalur sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP) setelah pengaduannya ter
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan terhadap dua anak di Sidikalang, Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengklaim menemukan 40 kete
NASIONAL