BREAKING NEWS
Kamis, 28 Mei 2026

Satgas PRR Pastikan Pemulihan Pascabencana Sumatera Masuk Tahap Permanen

Nurul - Kamis, 28 Mei 2026 19:17 WIB
Satgas PRR Pastikan Pemulihan Pascabencana Sumatera Masuk Tahap Permanen
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera sekaligus Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian (Tengah). (Foto: Dok. Kementerian Dalam Negeri)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera memastikan penanganan bencana hidrometeorologi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kini memasuki fase pemulihan permanen.

Tahapan tersebut menjadi bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) yang akan dijalankan secara bertahap hingga tahun 2028 mendatang.

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera sekaligus Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, menjelaskan penanganan pascabencana dilakukan melalui tiga tahapan utama, yakni tanggap darurat, masa transisi, dan pemulihan permanen.

Baca Juga:

"Tahapan pertama setelah ada bencana adalah tanggap darurat. Itu langsung komando dari Bapak Presiden, semua kementerian/lembaga bergerak bersama pemerintah daerah dan berhasil termitigasi dengan cukup baik," ujar Tito usai rapat koordinasi Satgas PRR bersama Satgas Galapana DPR RI di Kompleks DPR RI, Jakarta, Kamis (28/5/2026).

Menurut Tito, sejak Satgas PRR dibentuk pada 8 Januari 2026, pemerintah terus mempercepat koordinasi lintas sektor untuk memastikan layanan dasar masyarakat kembali berjalan normal.

Sejumlah fasilitas penting seperti layanan pemerintahan daerah, pasokan listrik, distribusi BBM, jaringan internet hingga fasilitas kesehatan kini disebut telah kembali beroperasi.

Selain itu, seluruh akses jalan nasional yang sebelumnya terdampak bencana juga telah kembali terhubung. Begitu pula dengan jembatan nasional yang kini berfungsi menggunakan konstruksi permanen maupun jembatan sementara seperti Bailey, Armco, hingga jembatan gantung.

"Jembatan nasional juga baik, terhubung, meskipun temporer. Ada yang menggunakan Bailey, jembatan perintis, Armco, dan jembatan gantung, tapi tetap fungsional untuk mobilitas masyarakat," jelas Tito.

Pada sektor pendidikan, pemerintah mencatat sebagian besar dari 4.922 sekolah terdampak kini sudah kembali menjalankan aktivitas belajar mengajar. Meski demikian, beberapa sekolah di wilayah relokasi masih menggunakan tenda dan ruang kelas darurat.

Pemerintah juga mencatat jumlah pengungsi yang tinggal di tenda darurat terus mengalami penurunan seiring proses pemulihan berjalan.

Dalam tahap pemulihan permanen ini, pemerintah akan mengacu pada Rencana Induk (Renduk) percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang disusun bersama pemerintah daerah, kementerian/lembaga, serta Bappenas.

Renduk tersebut dirancang untuk periode 2026 hingga 2028 dengan total 11.512 kegiatan lintas sektor, mulai dari pembangunan sungai, jalan, jembatan, sekolah hingga hunian tetap bagi warga terdampak bencana.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Satgas PRR Pastikan Huntap Komunal Dibangun di Lahan Aman dari Risiko Bencana, Pemerintah Percepat Relokasi Penyintas
Gubernur Mualem Ungkap Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Aceh Baru Capai 25–30 Persen
Sumut Terima Pengembalian TKD Terbesar Usai Pemotongan Rp6 Triliun, Ini Penjelasan Tito Karnavian
Renduk Pascabencana Sumatera Himpun 11.512 Kegiatan Pemulihan, Infrastruktur Jadi Prioritas Utama
Renduk Pascabencana Sumatera Siapkan Dukungan untuk 200 Ribu UMKM Terdampak Bencana
Pemerintah Percepat Huntap di Aceh-Sumut-Sumbar, Tito: Penyintas Jangan Terlalu Lama di Huntara
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru