Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Yassierli menegaskan bahwa seluruh program tersebut dirancang agar dapat diakses secara setara oleh perempuan, penyandang disabilitas, serta masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil dan perbatasan.
"Program-program ini memberikan kesempatan yang setara bagi perempuan, penyandang disabilitas, dan masyarakat dari wilayah terpencil," ujarnya.
Selain penguatan keterampilan, pemerintah juga mendorong penciptaan lapangan kerja melalui sejumlah program strategis nasional.
Dalam pidatonya, Yassierli menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kampung Nelayan Merah Putih, Koperasi Desa Merah Putih, pengembangan Food Estate, serta proyek hilirisasi industri sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk menciptakan jutaan lapangan kerja baru.
Menurut dia, masa depan kerja tidak hanya ditentukan oleh perkembangan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan negara menyediakan pekerjaan yang layak dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Pada aspek perlindungan pekerja, Indonesia juga memperkuat komitmen terhadap standar ketenagakerjaan internasional melalui ratifikasi Konvensi Organisasi Perburuhan Internasional atau International Labour Organization Nomor 188 tentang pekerjaan di sektor penangkapan ikan.
Kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan perlindungan, kesehatan, dan keselamatan kerja bagi awak kapal perikanan.
Pemerintah juga tengah menyusun kebijakan nasional untuk pekerja platform digital sebagai respons terhadap berkembangnya ekonomi digital dan model kerja berbasis aplikasi.
Yassierli mengatakan dialog antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja terus diperkuat melalui forum tripartit nasional guna membahas regulasi ketenagakerjaan, peningkatan produktivitas, keselamatan kerja, serta pelatihan vokasi.
Dalam forum internasional itu, Indonesia juga menyatakan kesiapan untuk memperluas kerja sama dengan ILO dan berbagai mitra global dalam pengembangan kurikulum vokasi, pelatihan bagi penyandang disabilitas, serta penguatan perlindungan bagi pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja.
"Indonesia siap bekerja sama dengan ILO dan seluruh pemangku kepentingan untuk memajukan kerja layak, keadilan sosial, dan kesejahteraan bersama. Bersama-sama, kita membangun masa depan kerja yang menghormati martabat pekerja," kata Yassierli.*
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.