BREAKING NEWS
Selasa, 09 Juni 2026

Menaker Beberkan Strategi Prabowo Ciptakan Jutaan Lapangan Kerja di Era Digital

Abyadi Siregar - Selasa, 09 Juni 2026 15:42 WIB
Menaker Beberkan Strategi Prabowo Ciptakan Jutaan Lapangan Kerja di Era Digital
Menaker Yassierli menyampaikan paparan dalam Sidang Pleno Konferensi Perburuhan Internasional atau International Labour Conference (ILC) ke-114 di Jenewa, Swiss. (foto: Dok. Kemnaker)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengatakan pemerintah tengah menyiapkan berbagai program untuk memperkuat keterampilan tenaga kerja Indonesia dalam menghadapi perubahan dunia kerja yang dipicu perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan transformasi digital.

Hal tersebut disampaikan Yassierli saat menghadiri Sidang Pleno Konferensi Perburuhan Internasional atau International Labour Conference ke-114 di Jenewa.

Menurut Yassierli, perubahan teknologi tidak boleh membuat pekerja tertinggal dari perkembangan industri.

Baca Juga:

Karena itu, pemerintah menempatkan penguatan keterampilan, penciptaan lapangan kerja, dan perlindungan pekerja sebagai agenda utama dalam menghadapi masa depan dunia kerja.

"Perubahan teknologi tidak boleh membuat pekerja tertinggal. Karena itu, Indonesia menyiapkan keterampilan, memperluas peluang kerja, dan memperkuat perlindungan pekerja agar masyarakat tetap memiliki masa depan kerja yang layak," kata Yassierli dalam keterangan resmi, Selasa, 9 Juni 2026.

Ia mengatakan perubahan pola kerja akibat digitalisasi telah memengaruhi cara masyarakat mencari pekerjaan, membangun karier, hingga bertahan di pasar tenaga kerja yang semakin kompetitif.

Menurut dia, generasi muda membutuhkan pengalaman kerja yang relevan, lulusan sekolah membutuhkan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri, sementara pekerja di sektor digital memerlukan perlindungan yang lebih kuat.

Dalam forum tersebut, Yassierli memaparkan sejumlah program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk menyiapkan tenaga kerja masa depan.

Salah satunya adalah Program Pemagangan Nasional yang ditujukan bagi lulusan perguruan tinggi.

Melalui program tersebut, peserta memperoleh pengalaman kerja selama enam bulan dengan dukungan uang saku dari pemerintah.

Pemerintah mencatat program itu telah menjangkau 100 ribu peserta pada 2025 dan ditargetkan meningkat menjadi 150 ribu peserta pada 2026.

Selain itu, pemerintah juga menjalankan Program Pelatihan Vokasi Nasional bagi lulusan sekolah menengah atas dan sederajat dengan target 300 ribu peserta.

Yassierli menegaskan bahwa seluruh program tersebut dirancang agar dapat diakses secara setara oleh perempuan, penyandang disabilitas, serta masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil dan perbatasan.

"Program-program ini memberikan kesempatan yang setara bagi perempuan, penyandang disabilitas, dan masyarakat dari wilayah terpencil," ujarnya.

Selain penguatan keterampilan, pemerintah juga mendorong penciptaan lapangan kerja melalui sejumlah program strategis nasional.

Dalam pidatonya, Yassierli menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kampung Nelayan Merah Putih, Koperasi Desa Merah Putih, pengembangan Food Estate, serta proyek hilirisasi industri sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk menciptakan jutaan lapangan kerja baru.

Menurut dia, masa depan kerja tidak hanya ditentukan oleh perkembangan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan negara menyediakan pekerjaan yang layak dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Pada aspek perlindungan pekerja, Indonesia juga memperkuat komitmen terhadap standar ketenagakerjaan internasional melalui ratifikasi Konvensi Organisasi Perburuhan Internasional atau International Labour Organization Nomor 188 tentang pekerjaan di sektor penangkapan ikan.

Kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan perlindungan, kesehatan, dan keselamatan kerja bagi awak kapal perikanan.

Pemerintah juga tengah menyusun kebijakan nasional untuk pekerja platform digital sebagai respons terhadap berkembangnya ekonomi digital dan model kerja berbasis aplikasi.

Yassierli mengatakan dialog antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja terus diperkuat melalui forum tripartit nasional guna membahas regulasi ketenagakerjaan, peningkatan produktivitas, keselamatan kerja, serta pelatihan vokasi.

Dalam forum internasional itu, Indonesia juga menyatakan kesiapan untuk memperluas kerja sama dengan ILO dan berbagai mitra global dalam pengembangan kurikulum vokasi, pelatihan bagi penyandang disabilitas, serta penguatan perlindungan bagi pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja.

"Indonesia siap bekerja sama dengan ILO dan seluruh pemangku kepentingan untuk memajukan kerja layak, keadilan sosial, dan kesejahteraan bersama. Bersama-sama, kita membangun masa depan kerja yang menghormati martabat pekerja," kata Yassierli.*


(km/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kejagung Tetapkan Tersangka Korupsi MBG, KPK Akui Sudah Lebih Dulu Menyelidiki
41 Korban Banjir dan Longsor di Sumut Masih Hilang, Bobby Nasution: Terseret Arus
Terlibat di Berbagai Program Pemerintah, TNI Tegas Bantah Kebangkitan Dwifungsi
Batas Usia Pensiun Polri Naik, Kapolri: Semuanya Sudah Diatur
Polri Peduli, Polsek Idi Tunong Bantu Warga Korban Kebakaran Rumah
RUU Polri Disahkan, Kapolri Ungkap Peran Dukung Swasembada Pangan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru