Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
BANDA ACEH – Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, meminta pemerintah daerah di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi segera mempercepat pendataan calon penerima hunian tetap (huntap).
Data tersebut dinilai menjadi kunci utama dalam percepatan pemulihan pascabencana.
Tito menegaskan, pendataan harus dilakukan secara rinci dengan sistem by name by address agar pembangunan rumah bagi penyintas bencana dapat tepat sasaran.
Baca Juga:
Ia menyebut keterlambatan data dari daerah sempat membuat pemerintah pusat kesulitan mengeksekusi pembangunan huntap.
"Tanpa data yang jelas, kami tidak bisa membangun huntap secara tepat," kata Tito dalam rapat koordinasi percepatan pemulihan pascabencana di Kantor Gubernur Aceh, Selasa (9/6/2026).
Selain pendataan, pemerintah daerah juga diminta segera menyiapkan lahan untuk pembangunan huntap komunal di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Lahan tersebut bisa berasal dari aset pemerintah daerah, pemerintah pusat, maupun lahan berstatus hak guna usaha (HGU).
Menurut Tito, pemerintah pusat sebenarnya telah menyiapkan dua skema pembangunan huntap.
Pertama, pembangunan huntap in-situ oleh BNPB di lokasi semula atau bantuan tunai sebesar Rp60 juta bagi warga yang ingin membangun rumah sendiri.
Kedua, pembangunan huntap komunal oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
"BNPB membangun in-situ, atau memberi bantuan Rp60 juta. Sementara PKP membangun huntap komunal dalam kawasan," ujarnya.
Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kerja sama pemerintah daerah dalam menyediakan data dan lahan.
Tanpa itu, proses pembangunan tidak dapat berjalan.
Tito juga meminta kepala daerah segera memastikan pilihan warga terdampak, apakah ingin tinggal di lokasi semula atau pindah ke kawasan huntap komunal.
"Kalau data tidak diserahkan, kita tidak bisa bekerja. Dan prioritas akan diberikan kepada daerah yang lebih dulu melengkapi data," katanya.*
(ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.