BREAKING NEWS
Senin, 03 Agustus 2026

Ijazah Tak Lagi Jadi Modal Utama Cari Kerja, Wamenaker: Industri Kini Lebih Utamakan Kompetensi

Johan - Senin, 15 Juni 2026 11:32 WIB
Ijazah Tak Lagi Jadi Modal Utama Cari Kerja, Wamenaker: Industri Kini Lebih Utamakan Kompetensi
Wamenaker Afriansyah Noor dalam acara penandatanganan MoU kerja sama peningkatan kompetensi dan akses kerja di sektor transportasi di Jakarta, Kamis (30/4/2026). (foto: Dok. Kemnaker)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menegaskan bahwa ijazah perguruan tinggi kini tidak lagi menjadi satu-satunya modal untuk memasuki dunia kerja.

Menurutnya, perusahaan saat ini lebih mengutamakan kompetensi, keterampilan praktis, serta kemampuan beradaptasi dibanding sekadar gelar akademik.

Pernyataan tersebut disampaikan Afriansyah saat memberikan kuliah umum pada Wisuda Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Indonesia Tahun Akademik 2025-2026 di Bekasi, Sabtu (13/6/2026).

Baca Juga:

Menurut Afriansyah, perubahan kebutuhan tenaga kerja terjadi seiring pesatnya perkembangan teknologi digital, otomatisasi, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Dunia industri kini membutuhkan sumber daya manusia yang siap menghadapi perubahan dan mampu memenuhi tuntutan pasar kerja yang terus berkembang.

"Ijazah perguruan tinggi tidak lagi menjadi satu-satunya bekal untuk memasuki dunia kerja. Dunia industri saat ini semakin mencari tenaga kerja yang adaptif, memiliki kemampuan praktis, dan siap menghadapi perubahan kebutuhan pekerjaan," ujar Afriansyah.

Ia menilai banyak perusahaan kini tidak lagi hanya mempertimbangkan latar belakang pendidikan pelamar.

Kemampuan teknis, pengalaman praktik, portofolio, hingga hasil uji kompetensi menjadi faktor yang semakin diperhitungkan dalam proses rekrutmen.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan menyiapkan berbagai program peningkatan kompetensi bagi lulusan perguruan tinggi.

Salah satunya melalui program MagangHub atau Pemagangan Nasional yang ditujukan bagi lulusan diploma dan sarjana, terutama para pencari kerja baru (fresh graduate).

Program yang didukung anggaran sebesar Rp4,14 triliun itu dirancang untuk mempercepat transisi lulusan dari dunia pendidikan menuju dunia kerja.

Peserta MagangHub akan memperoleh berbagai fasilitas, mulai dari uang saku, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, pendampingan mentor profesional, hingga kesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional.

Afriansyah mengatakan sertifikasi kompetensi menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ketat.

"Industri tidak lagi bertanya apa ijazah kamu, tetapi apa kompetensimu. Sertifikat kompetensi menjadi bukti bahwa tenaga kerja memiliki standar kemampuan yang dibutuhkan dunia industri," katanya.

Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka Indonesia per Februari 2026 tercatat sebesar 4,68 persen.

Meski menunjukkan perbaikan, pasar tenaga kerja masih menghadapi tantangan besar akibat perkembangan teknologi dan munculnya kebutuhan keterampilan baru.

Karena itu, Afriansyah mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat kolaborasi dengan Balai Latihan Kerja (BLK) dan dunia industri agar lulusan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Ia juga mengingatkan para wisudawan agar tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar akademik.

Menurutnya, kemampuan komunikasi, kerja sama tim, kepemimpinan, berpikir kritis, dan kemampuan beradaptasi menjadi bekal penting untuk bersaing di dunia kerja modern.

"Investasi terbaik sebuah bangsa bukan pada sumber daya alamnya, melainkan pada kualitas sumber daya manusianya. Karena itu teruslah meningkatkan kompetensi agar mampu menjadi motor penggerak kemajuan ekonomi nasional," tuturnya.

Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat, gelar pendidikan tetap memiliki peran penting sebagai bukti pendidikan formal.

Namun, keterampilan, pengalaman, dan kemampuan menyelesaikan masalah kini menjadi faktor utama yang menentukan daya saing seseorang di pasar kerja.*


(km/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemkot Tanjungbalai Sambut Kepulangan 130 Jemaah Haji, Diharapkan Jadi Teladan di Masyarakat
Hasil Piala Dunia 2026: Jerman Bantai Curacao 7-1, Belanda Ditahan Jepang 2-2, Pantai Gading Taklukkan Ekuador 1-0
Trail of The Kings UTMB 2026 Berakhir Sukses, Danau Toba Kian Dikenal sebagai Destinasi Sport Tourism Dunia
Sekda Aceh: Pengabdian dr. Zaini Abdullah Akan Selalu Dikenang dan Menjadi Bagian dari Sejarah Aceh
Anto Bedor Terpilih Aklamasi Pimpin AMPI Binjai Selatan, Siap Perkuat Solidaritas Kader
Danantara: Penguatan IHSG Tunjukkan Kepercayaan Investor terhadap Ekonomi Indonesia
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru