Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
"Dia menjelaskan kronologinya tentang dia dapat uang, sejumlah uang, yang menurut keterangannya ditujukan agar aksi tidak dilakukan di depan Istana Negara, tetapi dipindahkan ke DPR RI," ujar Na'ilah.
Namun rencana tersebut tidak terlaksana dan aksi mahasiswa tetap berlangsung di kawasan Istana Negara.
Dalam forum itu, Abdimaludin disebut mengakui menerima uang tersebut.
Pengakuan tersebut memicu reaksi dan kekecewaan sejumlah mahasiswa yang mempertanyakan integritas organisasi kemahasiswaan.
Menurut Na'ilah, Abdimaludin menjelaskan bahwa dana sebesar Rp20 juta dibagikan kepada tujuh orang.
Ia disebut menerima Rp6 juta, sementara sisanya dibagikan kepada beberapa pengurus organisasi mahasiswa dan pihak lain yang namanya disebut dalam forum.
Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi langsung dari pihak-pihak yang disebut menerima aliran dana tersebut.
Sebagai tindak lanjut, mahasiswa mengajukan sejumlah tuntutan kepada pihak kampus.
Salah satu tuntutan utama adalah pembentukan tim investigasi independen yang melibatkan unsur mahasiswa guna mengusut dugaan penerimaan uang tersebut secara transparan.
Selain itu, mahasiswa juga meminta pihak-pihak yang diduga terlibat membuat pernyataan terbuka, mengakui perbuatannya, serta mengundurkan diri dari jabatan organisasi kemahasiswaan apabila terbukti melakukan pelanggaran.
Mahasiswa mengaku telah memberikan tenggat waktu kepada pihak kampus untuk menindaklanjuti tuntutan tersebut.
Sementara itu, dalam video yang beredar di media sosial, Muhammad Abdimaludin mengakui menerima uang sebesar Rp20 juta sebagai koordinator aksi.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.