Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA — Polemik dugaan penerimaan uang oleh sejumlah pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bung Karno (UBK) terus menjadi sorotan.
Ketua BEM Fakultas Hukum (FH) UBK, Muhammad Abdimaludin, dimintai klarifikasi oleh mahasiswa terkait pengakuannya menerima uang sebesar Rp20 juta setelah aksi demonstrasi yang berujung pada pertemuan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Klarifikasi tersebut berlangsung dalam forum yang digelar di Kampus UBK, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026) malam.
Baca Juga:
Forum dihadiri mahasiswa, sejumlah pejabat kampus, dosen, serta perwakilan organisasi kemahasiswaan.
Salah seorang mahasiswa Fakultas Hukum UBK, Na'ilah Panrita Hartono, mengungkapkan bahwa dalam forum tersebut muncul perbedaan keterangan mengenai asal-usul uang yang diterima.
Menurut Na'ilah, pada awal diskusi disebutkan uang berasal dari seseorang yang meminta agar titik aksi dipindahkan.
Namun pada akhir forum, muncul penjelasan bahwa uang tersebut berasal dari seseorang yang disebut bernama A'an.
"Karena ada perbedaan keterangan, kami mempertanyakan sebenarnya uang itu berasal dari siapa," kata Na'ilah, Selasa (23/6/2026).
Forum klarifikasi digelar setelah muncul tuntutan dari mahasiswa yang meminta transparansi kepada pengurus BEM yang sebelumnya bertemu dengan Wakil Presiden di Istana Wakil Presiden.
Na'ilah mengatakan forum sempat berlangsung alot karena Muhammad Abdimaludin tidak hadir sejak awal kegiatan.
Mahasiswa yang hadir kemudian meminta agar yang bersangkutan datang langsung untuk memberikan penjelasan terkait isu yang telah beredar di lingkungan kampus.
Saat hadir dalam forum tersebut, Abdimaludin menjelaskan kronologi penerimaan uang yang menurut keterangannya diberikan agar aksi mahasiswa tidak dilakukan di depan Istana Negara dan dipindahkan ke Gedung DPR RI.
"Dia menjelaskan kronologinya tentang dia dapat uang, sejumlah uang, yang menurut keterangannya ditujukan agar aksi tidak dilakukan di depan Istana Negara, tetapi dipindahkan ke DPR RI," ujar Na'ilah.
Namun rencana tersebut tidak terlaksana dan aksi mahasiswa tetap berlangsung di kawasan Istana Negara.
Dalam forum itu, Abdimaludin disebut mengakui menerima uang tersebut.
Pengakuan tersebut memicu reaksi dan kekecewaan sejumlah mahasiswa yang mempertanyakan integritas organisasi kemahasiswaan.
Menurut Na'ilah, Abdimaludin menjelaskan bahwa dana sebesar Rp20 juta dibagikan kepada tujuh orang.
Ia disebut menerima Rp6 juta, sementara sisanya dibagikan kepada beberapa pengurus organisasi mahasiswa dan pihak lain yang namanya disebut dalam forum.
Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi langsung dari pihak-pihak yang disebut menerima aliran dana tersebut.
Sebagai tindak lanjut, mahasiswa mengajukan sejumlah tuntutan kepada pihak kampus.
Salah satu tuntutan utama adalah pembentukan tim investigasi independen yang melibatkan unsur mahasiswa guna mengusut dugaan penerimaan uang tersebut secara transparan.
Selain itu, mahasiswa juga meminta pihak-pihak yang diduga terlibat membuat pernyataan terbuka, mengakui perbuatannya, serta mengundurkan diri dari jabatan organisasi kemahasiswaan apabila terbukti melakukan pelanggaran.
Mahasiswa mengaku telah memberikan tenggat waktu kepada pihak kampus untuk menindaklanjuti tuntutan tersebut.
Sementara itu, dalam video yang beredar di media sosial, Muhammad Abdimaludin mengakui menerima uang sebesar Rp20 juta sebagai koordinator aksi.
"Terkait uang itu saya menerima 20 persen, saya memakai Rp 500 ribu, kebutuhan lain Rp 200 dan dibagi sama senior kampus Raffi dan mubarak," ucap dia dalam video yang beredar.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak rektorat Universitas Bung Karno maupun pihak-pihak lain yang disebut dalam forum tersebut terkait dugaan penerimaan uang tersebut.
Kasus ini masih menjadi perhatian mahasiswa dan publik, sementara berbagai pihak menunggu hasil klarifikasi serta langkah investigasi yang akan dilakukan oleh pihak kampus.* (km/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.