Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
"Desainnya Indonesia, dibuat di Indonesia. Tidak 100 persen, dan tidak ada mobil di dunia yang 100 persen produknya dari satu negara. Tapi kalau 65 persen, 70 persen itu sudah boleh kita klaim buatan Indonesia," ujarnya.
Presiden juga menegaskan komitmennya untuk terus menggunakan kendaraan buatan dalam negeri selama menjabat sebagai kepala negara.
Ia bahkan menceritakan pengalaman saat pertama kali menggunakan mobil tersebut.
"Risikonya, sekarang selama saya jadi Presiden, saya harus naik mobil buatan Indonesia," kata Prabowo.
"Waktu bulan-bulan pertama ya lumayan, kecuali kalau hujan keras. Saya bilang, 'Gimana ini mobil Presiden bocor, perbaiki'. Tidak apa-apa, minimal kita mulai," lanjutnya.
Menurut Prabowo, kekurangan pada produk nasional merupakan bagian dari proses pengembangan.
Ia menilai Indonesia harus berani memulai jika ingin membangun industri otomotif yang mandiri.
"Kita harus berani mulai. Kita adalah negara keempat terbesar di dunia. Kita adalah negara yang kekayaannya luar biasa," ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo juga memanggil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto bersama Direktur Utama PT Pindad Sigit Puji Santosa ke Istana Kepresidenan, Jakarta.
Usai pertemuan tersebut, Brian mengatakan Presiden meminta percepatan berbagai program hilirisasi nasional, termasuk pengembangan mobil nasional, motor nasional, industri farmasi, dan kebutuhan sumber daya manusia yang akan mendukung berbagai sektor strategis tersebut.
"Intinya adalah bagaimana percepatan industri hilirisasi yang diminta Bapak Presiden, sama Danantara ya banyak program. Mulai dari farmasi, pengembangan industri farmasi, perkembangan mobil nasional, motor nasional, dan lain-lain ya. Program-program hilirisasi itu bisa dipercepat," kata Brian.* (km/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.