BREAKING NEWS
Jumat, 26 Juni 2026

Indonesia Belum Punya Mobil Nasional, Prabowo: Sudah 81 Tahun Merdeka, Kenapa Belum Bisa?

Dharma - Jumat, 26 Juni 2026 18:25 WIB
Indonesia Belum Punya Mobil Nasional, Prabowo: Sudah 81 Tahun Merdeka, Kenapa Belum Bisa?
Presiden Prabowo Subianto saat memberikan pidato dalam Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026). (foto: Setpres/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Presiden Prabowo Subianto kembali menyoroti belum terwujudnya mobil nasional di Indonesia meski negara telah merdeka selama 81 tahun.

Menurut Prabowo, besarnya pasar otomotif dalam negeri seharusnya menjadi modal kuat bagi Indonesia untuk membangun industri kendaraan nasional yang mandiri.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan pidato dalam Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Baca Juga:

"Kenapa Indonesia setelah 81 tahun tidak bisa bikin mobil buatan sendiri?" kata Prabowo.

Presiden menilai Indonesia memiliki potensi besar karena permintaan kendaraan di dalam negeri sangat tinggi.

Ia mencontohkan penjualan sepeda motor yang mencapai jutaan unit setiap tahun.

"Kita beli motor 10 juta motor tiap tahun, kenapa tidak ada pabrik buatan Indonesia?" ujarnya.

Meski demikian, Prabowo mengapresiasi berbagai upaya yang mulai dilakukan untuk mengembangkan kendaraan nasional, baik mobil maupun sepeda motor.

Ia mengaku memiliki kebanggaan tersendiri karena dapat menggunakan mobil produksi dalam negeri saat dilantik sebagai Presiden.

"Saya ada satu kepuasan yang mendalam di hati saya. Waktu saya dilantik, saya pulang dari pelantikan, saya bisa naik mobil buatan Indonesia," katanya.

Prabowo menjelaskan, tidak ada kendaraan di dunia yang seluruh komponennya diproduksi oleh satu negara.

Karena itu, menurut dia, kendaraan dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sekitar 65 hingga 70 persen sudah layak disebut sebagai produk Indonesia.

"Desainnya Indonesia, dibuat di Indonesia. Tidak 100 persen, dan tidak ada mobil di dunia yang 100 persen produknya dari satu negara. Tapi kalau 65 persen, 70 persen itu sudah boleh kita klaim buatan Indonesia," ujarnya.

Presiden juga menegaskan komitmennya untuk terus menggunakan kendaraan buatan dalam negeri selama menjabat sebagai kepala negara.

Ia bahkan menceritakan pengalaman saat pertama kali menggunakan mobil tersebut.

"Risikonya, sekarang selama saya jadi Presiden, saya harus naik mobil buatan Indonesia," kata Prabowo.

"Waktu bulan-bulan pertama ya lumayan, kecuali kalau hujan keras. Saya bilang, 'Gimana ini mobil Presiden bocor, perbaiki'. Tidak apa-apa, minimal kita mulai," lanjutnya.

Menurut Prabowo, kekurangan pada produk nasional merupakan bagian dari proses pengembangan.

Ia menilai Indonesia harus berani memulai jika ingin membangun industri otomotif yang mandiri.

"Kita harus berani mulai. Kita adalah negara keempat terbesar di dunia. Kita adalah negara yang kekayaannya luar biasa," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo juga memanggil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto bersama Direktur Utama PT Pindad Sigit Puji Santosa ke Istana Kepresidenan, Jakarta.

Usai pertemuan tersebut, Brian mengatakan Presiden meminta percepatan berbagai program hilirisasi nasional, termasuk pengembangan mobil nasional, motor nasional, industri farmasi, dan kebutuhan sumber daya manusia yang akan mendukung berbagai sektor strategis tersebut.

"Intinya adalah bagaimana percepatan industri hilirisasi yang diminta Bapak Presiden, sama Danantara ya banyak program. Mulai dari farmasi, pengembangan industri farmasi, perkembangan mobil nasional, motor nasional, dan lain-lain ya. Program-program hilirisasi itu bisa dipercepat," kata Brian.* (km/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo: Hobi Saya Belajar Sejarah, Bangsa Maju karena Elite Mau Bekerja Sama
Prabowo Sebut Tahu Pihak Pembiaya Demo, KSP Dudung: Informasi Bisa Benar Adanya
Prabowo: Saya Empat Kali Kalah Pilpres, Tapi Tidak Pernah Mengganggu Pemimpin
Kapolri Juga Mutasi Sejumlah PJU dan 9 Kapolres di Polda Sumut, Ini Daftar Lengkapnya!
Resmi! Padang Lawas Utara Punya Polres Sendiri, AKBP Dhery Fajariandono Jadi Kapolres
Kapolri Tunjuk Brigjen Ruddi Setiawan sebagai Kapolda Aceh, Gantikan Irjen Marzuki Ali Basyah yang Pensiun
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru