BREAKING NEWS
Kamis, 02 Juli 2026

Gubernur Aceh Kenang Bantuan Venezuela untuk Tsunami 2004, Kini Sampaikan Duka atas Gempa Dahsyat

T.Jamaluddin - Kamis, 02 Juli 2026 15:36 WIB
Gubernur Aceh Kenang Bantuan Venezuela untuk Tsunami 2004, Kini Sampaikan Duka atas Gempa Dahsyat
Gubernur Aceh Muzakir Manaf. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDA ACEHGubernur Aceh Muzakir Manaf menyampaikan belasungkawa mendalam atas gempa kembar yang mengguncang Venezuela dan menimbulkan ribuan korban jiwa. Pemerintah Aceh juga mengajak masyarakat mendoakan para korban serta memberikan dukungan kemanusiaan bagi negara yang pernah membantu Aceh pascatsunami 2004 tersebut.

Melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr. Nurlis Effendi, Gubernur yang akrab disapa Mualem menyampaikan rasa duka cita kepada Pemerintah dan masyarakat Venezuela atas bencana yang terjadi.

"Pemerintah Aceh menyampaikan duka dan belasungkawa yang mendalam. Semoga kondisi Venezuela dapat segera pulih kembali," kata Mualem, Kamis (2/7/2026).

Baca Juga:

Selain menyampaikan belasungkawa, Mualem juga mengimbau masyarakat Aceh untuk mendoakan keselamatan para korban yang selamat serta memberikan bantuan kemanusiaan sesuai kemampuan.

"Ini berkaitan dengan tragedi kemanusiaan. Jika memiliki kemampuan, silakan memberi bantuan kemanusiaan untuk Venezuela yang sedang berduka," ujar Nurlis menyampaikan pesan Gubernur.

Menurutnya, Pemerintah Aceh memahami betul situasi sulit yang tengah dihadapi Venezuela. Pengalaman menghadapi bencana tsunami pada 26 Desember 2004 menjadi alasan kuat mengapa Aceh memiliki empati terhadap musibah tersebut.

Saat bencana tsunami melanda Aceh, Venezuela menjadi salah satu negara yang memberikan bantuan kemanusiaan. Bantuan senilai 2 juta dolar Amerika Serikat digunakan untuk mendukung pemulihan infrastruktur, pelayanan kesehatan, serta penanganan darurat bagi masyarakat terdampak.

Hubungan kemanusiaan itu juga dikenang melalui berdirinya Politeknik Indonesia Venezuela (Poliven) di Kabupaten Aceh Besar. Nama kampus tersebut menjadi simbol apresiasi atas dukungan Pemerintah Venezuela dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh pascatsunami.

Berdasarkan laporan yang diterima Pemerintah Aceh, gempa kembar berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang berpusat di San Felipe, Yaracuy, pada Rabu (24/6/2026), telah memicu krisis kemanusiaan di Venezuela.

Hingga Kamis (2/7/2026), sedikitnya 2.295 orang dilaporkan meninggal dunia, 11.267 orang mengalami luka-luka, dan 43.251 lainnya masih dinyatakan hilang di bawah reruntuhan. Pemerintah Venezuela juga telah menetapkan status darurat nasional serta masa berkabung selama tujuh hari.

Bencana tersebut turut menyebabkan kerusakan luas pada infrastruktur, termasuk sekolah, fasilitas kesehatan, Bandara Internasional Simón Bolívar, dan Pelabuhan La Guaira, sehingga memperlambat proses evakuasi maupun distribusi bantuan.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri telah menyampaikan belasungkawa kepada Pemerintah Venezuela dan bergabung bersama sejumlah negara lain dalam memberikan solidaritas kemanusiaan bagi proses pemulihan pascabencana.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Korban Gempa Venezuela Tembus 1.719 Jiwa, Ribuan Orang Masih Hilang di Tengah Reruntuhan
Kisah Mengharukan di Balik Gempa Venezuela, Seorang Ibu Gugur Tertimpa Reruntuhan Demi Selamatkan Putrinya
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 920 Orang, PBB Sebut Lebih dari 50 Ribu Masih Hilang
Gempa Dahsyat Guncang Venezuela, 235 Orang Tewas dan 70 Ribu Keluarga Terdampak
Gempa Kembar Hantam Venezuela, USGS Prediksi Korban Meninggal Capai 10.000 Orang
Gempa Dahsyat Venezuela Tewaskan 32 Orang dan Lukai 700 Warga, La Guaira Jadi Zona Bencana
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru