BREAKING NEWS
Selasa, 21 Juli 2026

Kapolda Aceh Buka Pendidikan Bintara Polri 2026, 120 Siswa SPN Siap Dibentuk Jadi Bhayangkara Presisi

T.Jamaluddin - Senin, 20 Juli 2026 14:46 WIB
Kapolda Aceh Buka Pendidikan Bintara Polri 2026, 120 Siswa SPN Siap Dibentuk Jadi Bhayangkara Presisi
Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan memimpin upacara pembukaan Diktukba Polri Tahun Anggaran 2026 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Senin, 20 Juli 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

ACEH BESAR – Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan memimpin upacara pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri Tahun Anggaran 2026 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Senin, 20 Juli 2026.

Sebanyak 120 peserta didik yang telah dinyatakan lulus seleksi resmi memulai pendidikan selama lima bulan.

Mereka akan menjalani pembinaan untuk dipersiapkan menjadi anggota Polri yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan tugas kepolisian di masa depan.

Baca Juga:

Pada kesempatan itu, Kapolda Aceh juga menetapkan nama batalyon peserta didik Diktukba Polri TA 2026 SPN Polda Aceh, yakni Batalyon "Rawindra Sakti".

Nama tersebut diharapkan menjadi identitas sekaligus penyemangat bagi para peserta didik dalam menanamkan nilai keberanian, ketangguhan, disiplin, dan semangat pengabdian selama menjalani pendidikan.

Upacara pembukaan turut dihadiri Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, Irwasda Polda Aceh Kombes Pol. Iskandar ZA, para pejabat utama Polda Aceh, personel Polda Aceh, Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Ny. Ruddi Setiawan, serta jajaran pengurus Bhayangkari Daerah Aceh.

Dalam amanat Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri yang dibacakan Kapolda Aceh, seluruh peserta didik yang berhasil lolos seleksi mendapat ucapan selamat atas keberhasilannya menjadi bagian dari pendidikan pembentukan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026.

Kapolda mengatakan para peserta didik merupakan putra-putri terbaik bangsa yang telah melalui proses seleksi yang kompetitif.

Karena itu, mereka diminta memanfaatkan kesempatan pendidikan untuk membangun kemampuan, karakter, dan integritas sebagai bekal saat bertugas di tengah masyarakat.

"Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Ikuti seluruh proses pendidikan dengan sungguh-sungguh sebagai bekal untuk mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara," ujar Kapolda.

Menurutnya, Pendidikan Pembentukan Bintara merupakan tahapan penting dalam mencetak sumber daya manusia Polri yang unggul, profesional, berintegritas, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan lingkungan strategis serta tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks.

Kapolda menegaskan, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari selesainya materi pelajaran, tetapi juga dari kemampuan peserta didik dalam menguasai ilmu pengetahuan, keterampilan, menyelesaikan persoalan, bekerja sama, serta menunjukkan sikap yang mencerminkan nilai-nilai luhur Polri.


Ia juga mengingatkan seluruh peserta didik agar selalu meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjaga disiplin, menghormati tenaga pendidik, instruktur, dan pengasuh, serta menjaga kekompakan selama mengikuti pendidikan.

Kapolda berpesan agar para peserta didik tidak mudah menyerah menghadapi berbagai tantangan selama menjalani pendidikan.

"Apabila merasa lelah, ingatlah kembali tujuan saudara datang ke tempat ini. Ingat doa dan harapan orang tua serta keluarga yang ingin melihat saudara berhasil menjadi anggota Polri yang membanggakan. Jadilah peserta didik yang tidak hanya berorientasi lulus pendidikan, tetapi benar-benar siap menjadi Bhayangkara yang profesional, humanis, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," tegasnya.

Kepada Kepala SPN Polda Aceh beserta seluruh tenaga pendidik, instruktur, dan pengasuh, Kapolda menitipkan para peserta didik agar dibina secara profesional, objektif, adil, dan penuh tanggung jawab.

Ia menekankan bahwa seluruh proses pendidikan harus berlangsung dalam lingkungan yang aman, bebas dari kekerasan, perundungan (bullying), maupun tindakan yang bertentangan dengan hukum dan nilai-nilai kemanusiaan.

"Pendidikan yang keras tidak harus dilakukan dengan cara yang kasar. Latihan yang berat tidak boleh menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan. Ketegasan harus membentuk karakter, bukan menumbuhkan dendam. Tekanan latihan harus memperkuat mental, bukan merusak fisik maupun psikis peserta didik," tegas Kapolda.

Menutup amanatnya, Kapolda mengajak seluruh tenaga pendidik untuk menjadi teladan dalam integritas, kedisiplinan, dan etika.

Ia juga mendorong terciptanya budaya belajar yang sehat, profesional, dan saling mendukung agar proses pendidikan menghasilkan Bhayangkara Presisi yang berkualitas.

Melalui Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 ini, Polda Aceh berharap lahir generasi Bhayangkara yang memiliki karakter kuat, profesional, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu memberikan pelayanan, perlindungan, pengayoman, dan penegakan hukum secara optimal demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Aceh.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Praperadilan Roy Suryo Ditolak, PN Jaksel Nyatakan Status Tersangka Tetap Sah
Wagub Sumut Bekali Taruna Akmil Soal Kepemimpinan, Tekankan Integritas dan Kejujuran
Serunya Nobar Final Piala Dunia 2026 di Polda Aceh, Kapolda Hadir Bareng Ribuan Warga
Distribusi BBM di Binjai Kembali Lancar, AMPI Apresiasi Sinergi Pemerintah hingga Masyarakat
Wagub Aceh Safari ke Dayah di Aceh Selatan, Serap Aspirasi Ulama dan Warga
Pemerintah Aceh Percepat Realisasi TKD Rp824,9 Miliar untuk Pemulihan Pascabencana
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru