BREAKING NEWS
Kamis, 30 Juli 2026

Prabowo Resmikan Renovasi Stasiun Tawang Semarang dan Hadiri Akad Massal KPR FLPP di Jawa Tengah

Dharma - Kamis, 30 Juli 2026 10:23 WIB
Prabowo Resmikan Renovasi Stasiun Tawang Semarang dan Hadiri Akad Massal KPR FLPP di Jawa Tengah
Presiden Prabowo Subianto. (foto: Setpres/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SEMARANG — Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).

Dalam agenda tersebut, Kepala Negara dijadwalkan menghadiri dua kegiatan utama, yakni peresmian renovasi tahap pertama Stasiun Semarang Tawang serta menghadiri akad massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Kabupaten Batang.

Agenda pertama Presiden Prabowo adalah meresmikan hasil renovasi tahap pertama bangunan cagar budaya Stasiun Semarang Tawang.

Baca Juga:

Renovasi tersebut dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang sebagai bagian dari upaya menjaga nilai sejarah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan transportasi publik.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan renovasi Stasiun Tawang menjadi langkah awal untuk mengembalikan tampilan bangunan bersejarah tersebut seperti bentuk aslinya.

"Peresmian ini menjadi tahap awal dari rencana besar KAI untuk mengembalikan fasad Stasiun Tawang ke bentuk aslinya, sebagaimana dirancang oleh arsitek Belanda Sloth-Blauwboer dan dibangun oleh Nederlandsch-Indische Maatschappij (NISM) pada 1911 hingga diresmikan pada 1914," ujar Prasetyo dalam keterangan tertulis, Kamis (30/7/2026).

Proses renovasi dilakukan dengan melibatkan ahli cagar budaya untuk memastikan karakter asli bangunan tetap terjaga.

Stasiun Semarang Tawang sendiri merupakan bangunan berstatus cagar budaya berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.57/PW007/MKP/2010.

Pada tahap pertama, renovasi mencakup sejumlah area penting, mulai dari penataan ruang tunggu mewah atau luxury, ruang VIP, aula utama, perbaikan selasar, hingga peningkatan sistem drainase untuk mengurangi risiko genangan dan banjir rob.

"Renovasi ini bertujuan mengembalikan keaslian fasad arsitektur sejarah, mengatasi persoalan genangan air dan banjir rob, sekaligus meningkatkan fasilitas dan kenyamanan layanan bagi pelanggan," kata Prasetyo.

Menurutnya, Stasiun Semarang Tawang memiliki peran penting dalam layanan kereta api nasional.

Stasiun kelas besar tipe A tersebut melayani hampir seluruh perjalanan kereta api penumpang yang melintas di Kota Semarang.

Pada semester pertama 2026, Stasiun Semarang Tawang tercatat menjadi salah satu stasiun tersibuk di Indonesia dengan lebih dari 2,15 juta aktivitas naik dan turun penumpang.

Tingkat ketepatan waktu keberangkatan juga mencapai 99,45 persen.

Selain menjadi pusat transportasi, Stasiun Tawang juga menyimpan catatan sejarah nasional.

Stasiun tersebut menjadi titik keberangkatan Kereta Luar Biasa menuju Bandung pada 10 September 1945 serta menjadi lokasi pemberhentian kereta yang membawa Presiden pertama RI Soekarno dalam rangka perundingan gencatan senjata Pertempuran Lima Hari Semarang pada Oktober 1945.

Usai agenda peresmian Stasiun Tawang, Presiden Prabowo juga dijadwalkan menghadiri akad massal KPR Sejahtera melalui program FLPP di Batang, Jawa Tengah.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program tiga juta rumah yang bertujuan memperluas akses kepemilikan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Akad massal KPR FLPP ini melibatkan 62 ribu debitur.

Sebanyak 200 debitur hadir secara langsung di Batang, sementara 61.800 debitur lainnya mengikuti kegiatan melalui sambungan daring dari 36 provinsi.

Prasetyo Hadi menyebut kegiatan tersebut merupakan rangkaian lanjutan setelah sebelumnya Presiden Prabowo menghadiri akad massal KPR FLPP di Cileungsi, Bogor, pada 29 September 2025 dan Serang, Banten, pada 20 Desember 2025.

Melalui program FLPP, pemerintah memberikan kemudahan pembiayaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan fasilitas bunga rendah yang tetap hingga akhir tenor, uang muka ringan, serta cicilan yang lebih terjangkau.

Hingga Juli 2026, sebanyak 107.410 masyarakat berpenghasilan rendah tercatat telah menerima manfaat pembiayaan FLPP dengan tingkat keterhunian rumah mencapai 93,35 persen.

Pemerintah berharap program perumahan tersebut dapat mempercepat kepemilikan rumah layak sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.* (bb/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
MK Putus Gugatan Anggaran MBG Masuk Dana Pendidikan APBN 2026 Hari Ini
Pengurus Kopdes Merah Putih Tak Digaji Bulanan, Ini Penjelasan Zulhas
Tender Rehab Rumah Dinas Wali Kota Medan Rp4,9 Miliar Dibatalkan, Ini Alasannya
BGN Siapkan Skema MBG untuk Anak di Daerah Rawan Konflik, Papua dan NTT Jadi Prioritas
Mau Pinjam Modal Usaha? KUR BNI 2026 Resmi Dibuka, Pinjam Rp100 Juta Angsuran Mulai Rp1,9 Jutaan
Pemko Tanjungbalai Siapkan Transformasi Pemerintah Digital, Kepuasan Masyarakat Kini Jadi Indikator Utama
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru