BREAKING NEWS
Kamis, 24 September 2026

Prabowo Dorong Hasil Riset BRIN Jadi Produk Nyata Bernilai Ekonomi

Abyadi Siregar - Jumat, 07 Agustus 2026 16:43 WIB
Prabowo Dorong Hasil Riset BRIN Jadi Produk Nyata Bernilai Ekonomi
Presiden Prabowo Subianto meninjau sejumlah hasil riset dan inovasi yang dikembangkan BRIN sebelum menemui sekitar 150 periset BRIN di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis, 6 Agustus 2026. (foto: Setpres/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap berbagai hasil riset yang dikembangkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Pemerintah ingin hasil penelitian tersebut tidak berhenti pada tahap riset, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan diproduksi secara luas.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo meminta agar hasil penelitian BRIN dikaji lebih lanjut, terutama terkait manfaat, nilai ekonomi, serta peluang produksi massal.

Baca Juga:

"Bapak Presiden memberikan atensi dengan tambahan anggaran penelitian dan alhamdulillah, kemarin hasilnya sudah mulai nampak. Kemarin disampaikan kepada beberapa, kepada Presiden beberapa hasil-hasil penelitian yang itu menjawab apa yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah-masalah bangsa kita," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat, 7 Agustus 2026.

Salah satu hasil riset yang mendapat perhatian Presiden adalah pengembangan teknologi nuklir.

Menurut Prasetyo, teknologi tersebut diarahkan untuk kepentingan energi dan kesehatan.

"Kalau berkaitan dengan masalah nuklir, lebih fokus ke masalah untuk, selain penelitian, untuk kepentingan energi ya dan kesehatan," kata Prasetyo Hadi.

Ia menjelaskan, penelitian BRIN mencakup kemungkinan pemanfaatan nuklir untuk pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), sekaligus pengembangan teknologi medis.

"Jadi misalnya untuk mungkinkah pembangkit listrik tenaga nuklir atau mungkinkah peralatan alutsista berbahan nuklir, dan kesehatan terutama, medis, ya," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala BRIN Arif Satria mengatakan teknologi nuklir yang dikembangkan merupakan pemanfaatan nuklir secara damai.

Teknologi tersebut tidak hanya ditujukan untuk sektor energi, tetapi juga pangan dan kesehatan.

"Jadi soal nuklir tadi kan nuklir itu kan tidak hanya untuk energi, nuklir ini termasuk untuk pangan, nuklir untuk kesehatan," kata Arif.

Di bidang kesehatan, BRIN mengembangkan radiofarmaka, yaitu obat yang mengandung zat radioaktif yang digunakan dalam dunia kedokteran nuklir untuk membantu mendeteksi dan menangani penyakit, termasuk kanker.

"Jadi sekarang itu kita sudah tadi saya sampaikan ada radiofarmaka yang sudah dikembangkan, dan ini akan sangat penting untuk identifikasi cancer maupun untuk mengatasi cancer," ujar Arif.

Selain kesehatan, teknologi nuklir juga dikembangkan untuk mendukung sektor pangan.

Salah satunya melalui teknologi iradiasi yang dapat membantu memperpanjang masa simpan produk pertanian.

"Kalau kita ekspor buah-buahannya memang beberapa negara mensyaratkan adanya iradiasi, supaya apa? Supaya bahan buah-buahannya itu lebih awet, dan sekarang kita sudah kembangkan fasilitas itu di Pasar Jumat ya, di BRIN, juga ada di Serpong yang sangat penting untuk peningkatan kualitas produk-produk ekspor kita," ujarnya.

Selain teknologi nuklir, sejumlah hasil riset BRIN lain juga mendapat perhatian Presiden Prabowo.

Di antaranya pengembangan benih unggul padi dan bawang dengan produktivitas tinggi, penelitian obat berbiaya murah, vaksin, hingga teknologi pengolahan air bersih.

Prasetyo mengatakan pemerintah juga memberikan perhatian terhadap inovasi pengelolaan limbah, seperti genteng berbahan sabut kelapa dan sepatu berbahan limbah kelapa sawit.

"Termasuk sepatu dari apa limbah sawit yang kemarin juga dipakai oleh Kepala BRIN dan Wakil Kepala BRIN, harganya sangat murah di bawah Rp 100 ribu per pasangnya," ujarnya.

Menurut Prasetyo, berbagai inovasi tersebut diharapkan mampu menjawab sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk masalah sampah.

"Nah ini kan tentunya adalah produk-produk atau hasil-hasil penelitian yang memang kita harapkan ini mampu mengatasi masalah-masalah yang kita hadapi, termasuk sampah. Jadi kemarin juga ada dipaparkan kepada Bapak Presiden pengelolaan sampah untuk berbasis rumah tangga dengan harga yang cukup murah," ujarnya.

Prasetyo menambahkan, Presiden Prabowo meminta agar seluruh hasil penelitian BRIN segera ditindaklanjuti dengan kajian nilai ekonomi dan kemampuan produksinya.

"Nah kalau pertanyaannya apakah ini sudah ada beberapa tindak lanjut, beberapa memang ada petunjuk dari beliau untuk bisa segera ditindaklanjuti, dihitung juga nilainya, termasuk nilai keekonomiannya, dan juga kemampuan memproduksinya," ujarnya.

"Karena tentunya kalau kita bicara penelitian, pada ujungnya harus ada kemampuan untuk memproduksi dalam jumlah yang cukup besar karena memang yang kita perlukan jumlahnya yang memang cukup banyak," lanjut Prasetyo.

Pengembangan hasil riset BRIN menjadi produk nyata dinilai menjadi langkah penting agar inovasi dalam negeri dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian teknologi Indonesia.* (d/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Isu Reshuffle Kabinet Agustus 2026 Mencuat, Ini Respons Istana
Ombudsman Minta OPD DKI Jakarta Lebih Responsif, Jangan Tunggu Masalah Viral di Media Sosial
Sekolah Gratis Bobby Nasution Disambut Antusias di Kepulauan Nias, Siswa: Beban Orang Tua Kini Lebih Ringan
RI Kembangkan Nuklir buat Obat Kanker hingga Awetkan Buah, Ini Buktinya!
Bocor dari Istana! Destry Damayanti Resmi Masuk Bursa Calon Gubernur BI
Nama Prabowo Dicatut di Paper Nobel MBG, Komisi X DPR: Pelanggaran Serius!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru