“Ditangkap Dulu Baru Ditembak?”, 24 Tahun Kasus Arby Saputra Masih Menyisakan Pertanyaan
Catatan redaksi Berita ini dibuat berdasarkan keterangan keluarga serta dokumen DPR RI dan kliping Pos Metro Medan yang diperlihatkan kepad
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA – Polda Metro Jaya memastikan 995 benda berbentuk senjata yang ditemukan di salah satu ruangan yayasan sekolah swasta di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, bukan merupakan senjata api (senpi). Polisi masih menyelidiki asal-usul dan kepemilikan benda-benda tersebut.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan klarifikasi tersebut diperlukan agar temuan ratusan benda mirip senjata itu tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
"Kami harus luruskan supaya ini juga tidak menjadi satu kegaduhan di tengah-tengah masyarakat, bahwa 995 benda berbentuk senjata tersebut kami pastikan itu bahwa itu bukan senjata api," kata Iman kepada wartawan, Senin (10/8/2026).Baca Juga:
Benda-benda tersebut ditemukan di ruang kerja mantan Ketua Yayasan, Indra Wargadalem (IWD). Polisi kini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui siapa pemilik serta bagaimana benda-benda tersebut berada di ruangan tersebut.
"Kami sedang melakukan penyelidikan terhadap kepemilikan dari barang-barang tersebut," ujar Iman.
Sebelumnya, polisi menyampaikan ratusan benda berbentuk senjata itu berkaitan dengan seorang pria berinisial DS. Pria tersebut diketahui pernah menjabat sebagai direktur PT Lokta Karya Perbakin.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan perusahaan tersebut berkaitan dengan kegiatan impor senjata angin dan airsoft gun.
"Jadi kalau dilihat penelusuran dari identitas ini yang bersangkutan merupakan direktur ya, terhadap suatu perusahaan PT LKP. LKP ini terkait tentang impor senjata angin ataupun senjata airsoft gun," kata Budi.
Polisi juga menemukan fakta bahwa DS telah meninggal dunia pada 2020. Informasi tersebut diperoleh melalui pendalaman Direktorat Intelkam Subdit Wasendak.
"Dari hasil pendalaman Direktorat Intelkam Subdit Wasendak menemukan bahwa Saudara DS sudah meninggal dunia tahun 2020. Sehingga senjata ini diamankan untuk penelusuran lebih lanjut," ujar Budi.
Dengan adanya temuan tersebut, polisi masih terus menelusuri kaitan benda-benda tersebut dengan pihak tertentu. Penyelidikan dilakukan untuk memastikan asal-usul dan status kepemilikannya.* (in/dh)
Catatan redaksi Berita ini dibuat berdasarkan keterangan keluarga serta dokumen DPR RI dan kliping Pos Metro Medan yang diperlihatkan kepad
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan empat tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Ba
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Tim penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa 16 saksi dalam penyidik
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto menyebut perburuan pengusaha minyak ters
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Kebijakan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate ke level 5,75 memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat, khu
EKONOMI
JAKARTA Konten kreator Bigmo alias Muhammad Jannah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Senin (10/8/2026), terkait dugaan eksploitas
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Nilai tukar rupiah diproyeksikan kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (11/8/2026). Penguata
EKONOMI
JAKARTA Sebanyak 1.147 personel Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) disiapkan untuk mengamankan rangkaian peringatan HUT ke81 Kemerd
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah memastikan kondisi keamanan nasional menjelang peringatan HUT ke81 Kemerdekaan RI dalam keadaan mantap dan terkendali.
NASIONAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong pencabutan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2013 tentang Lembaga Kemasyarak
PEMERINTAHAN