BREAKING NEWS
Sabtu, 15 Agustus 2026

KSAD Maruli: 3.008 Jembatan TNI AD Buka Akses 9.008 Sekolah dan 7.807 Desa

Johan - Kamis, 13 Agustus 2026 12:53 WIB
KSAD Maruli: 3.008 Jembatan TNI AD Buka Akses 9.008 Sekolah dan 7.807 Desa
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto yang mengikuti kegiatan secara daring dari Desa Ridomanah, Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Kamis, 13 Agustus 2026. (foto: Setpres/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak melaporkan pembangunan 3.008 jembatan oleh TNI Angkatan Darat telah membuka akses ke 9.008 sekolah dan menghubungkan 7.807 desa serta kelurahan di berbagai daerah.

Maruli menyampaikan laporan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto yang mengikuti kegiatan secara daring dari Desa Ridomanah, Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Kamis, 13 Agustus 2026.

"Jadi kalau kita jumlahkan keseluruhan jembatan di 3.008 titik ini, ada 9.008 sekolah terakses. Sehingga anak-anak sekolah yang seperti Bapak harapkan, tidak perlu lagi basah-basah, tidak perlu lagi berisiko untuk mencapai sekolah. (Juga) menghubungkan 7.807 desa," ungkap Maruli.

Baca Juga:

Selain menghubungkan sekolah dan desa, jembatan yang dibangun TNI AD tersebut juga menghubungkan 4.618 fasilitas ekonomi dan memberikan manfaat kepada sekitar 4,5 juta jiwa.

Maruli mengatakan sejumlah jembatan dibangun di lokasi dengan kondisi geografis yang cukup sulit. Salah satunya jembatan sepanjang 240 meter di Aceh Tamiang.

Menurut dia, pembangunan jembatan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menghadapi tantangan karena banyak sungai memiliki bentang yang lebar.

"Jadi di Aceh, Sumatera, dan Padang ini banyak sekali jembatan-jembatan yang di atas 100 meter (lebarnya)," jelas dia.

TNI AD juga menyelesaikan pembangunan jembatan sepanjang 100 meter di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Jembatan tersebut dikerjakan selama enam bulan.

Pembangunannya terkendala kondisi tanah rawa. Pengiriman material seperti pasir dan semen harus menggunakan tongkang.

TNI AD juga memasang pasak untuk memperkuat konstruksi.

"Kita harus membuat pasak-pasak supaya menguatkan tempat tersebut karena kebanyakan, daerahnya merupakan rawa, jadi tanah-tanah lembek. Dan ini, sudah jadi per hari ini," jelas dia.

Di Nusa Tenggara Timur, TNI AD membangun jembatan sepanjang 164 meter yang sebelumnya terputus selama lebih dari tiga tahun.

Kondisi tersebut sempat mengisolasi tiga kecamatan.

TNI AD juga menargetkan pembangunan Jembatan Termanu di NTT selesai pada Desember 2026.

"Mudah-mudahan ini bisa jadi hadiah Natal buat masyarakat di NTT," ungkap Maruli.

Selain pembangunan jembatan, Maruli melaporkan TNI AD telah membangun 10.912 titik air bersih di berbagai wilayah Indonesia.

Maruli mengatakan sebelum mendapatkan dukungan Presiden Prabowo, TNI AD membutuhkan waktu sekitar lima tahun untuk membangun 5.797 titik air bersih.

"Sejak Bapak mendukung kegiatan air bersih ini, mulai dari Januari sampai dengan Agustus ini, sudah selesai 3.000 titik, Pak. Jadi dukungan Bapak ini sama dengan kami bekerja 4 tahun. Baru bulan Agustus kami sudah bisa bikin 3.000 (titik)," kata dia.

Salah satu pembangunan yang menghadapi tantangan berada di Pulau Raas, Sumenep, Jawa Timur.

Di wilayah tersebut, TNI AD membangun lima titik air bersih dengan pengeboran hingga kedalaman 90 meter.

Sementara di Gunungsitoli, Nias, Sumatera Utara, pengeboran dilakukan hingga kedalaman 180 meter.

Kondisi tanah berbatu membuat tim harus berpindah lokasi sebanyak delapan kali untuk menemukan sumber air.

Pembangunan berlangsung selama dua bulan dan kini sumber air tersebut dapat dimanfaatkan oleh 231 kepala keluarga.

Program TNI AD juga mencakup pembangunan infrastruktur air untuk mendukung sektor pertanian.

Maruli menyebut infrastruktur tersebut telah mengairi lahan seluas 83.150 hektare yang sebelumnya hanya mengandalkan air hujan.

Dengan adanya sumber air, lahan tersebut dapat ditanami hingga tiga kali dalam setahun.

"Sekarang kita sudah, atas dukungan Bapak, kita akan menambahkan titik sudah mulai dikerjakan ada 445 titik yang bisa mengairi 16.970 hektar," ungkap Jendral bintang empat tersebut.

Dengan tambahan tersebut, total lahan tadah hujan yang ditargetkan dapat dialiri mencapai 100.120 hektare.

Maruli memperkirakan program pengairan tersebut berpotensi meningkatkan produksi gabah hingga sekitar 1,5 juta ton per tahun.

Selain membangun titik air, TNI AD mengerjakan proyek pipanisasi.

Salah satu pipanisasi terpanjang berada di Pulau Bawean, Jawa Timur, dengan panjang mencapai 15 kilometer.

Pipanisasi sepanjang 15 kilometer juga tengah dikerjakan di Samosir, Sumatera Utara, dan ditargetkan selesai pada akhir 2026.

Maruli menegaskan TNI AD akan melanjutkan pembangunan infrastruktur dasar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Infrastruktur tersebut mencakup jembatan, sumber air bersih, MCK, hingga jaringan pengairan sawah.

Menurut dia, masyarakat menyambut baik program tersebut dan masih banyak warga yang mengajukan pembangunan jembatan serta sumber air bersih.

"Masyarakat sangat antusias, sangat berharap. Di Bekasi ini pun tadi saya bicara dengan masyarakat, masih banyak yang mengajukan untuk jembatan dan air bersih. Kita akan lanjutkan ini semua," pungkas dia.

Pembangunan infrastruktur dasar tersebut diharapkan tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga meningkatkan akses pendidikan, kegiatan ekonomi, ketersediaan air bersih, serta produktivitas pertanian di berbagai daerah.* (km/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemprov Sumut Sabet Penghargaan Terbaik I Program 3 Juta Rumah, Dapat 300 Bantuan Bedah Rumah
Demi Ketahanan Pangan, Pemprov Sumut Gelontorkan Rp2,5 Miliar untuk PLTS Pompa Air di Samosir
Prabowo: Negara Harus Hadir untuk Rakyat di Daerah Terpencil
TNI-Polri Bangun 3.395 Jembatan dan 3.000 Sumber Air Bersih, Prabowo: Saya Bangga!
SAUCA Bawa Nama Sumut ke Panggung Nasional, Sabet Juara 3 BUJP Teladan Nasional
Ajudan Irdam I/BB Terseret Kasus Penipuan Casis TNI, Rp250 Juta Dipakai untuk Judol: Dituntut 2 Tahun Penjara dan Dipecat
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru