Dari Tangan Prabowo ke Puncak Tiang, Paskibraka Sukses Kibarkan Merah Putih Diiringi Tepuk Tangan Meriah
JAKARTA Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) sukses mengibarkan Bendera Merah Putih dalam Upacara Peringatan Detikdetik Proklam
NASIONAL
JAKARTA — Para pejabat negara ditantang ikut menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sama dengan makanan yang diterima siswa. Tantangan tersebut disampaikan aktivis diaspora Indonesia, Salsa Erwina Hutagalung, yang menyoroti aspek kesetaraan dan keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG.
Salsa mengusulkan agar menu MBG juga disajikan dalam berbagai kegiatan resmi pemerintah, termasuk rapat di DPR dan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan RI.
"Karyawan-karyawan kita kan ngotot banget sama MBG, gimana kalau konsumsi segala perayaan 17 Agustus, rapat di DPR, acara apa pun pakai MBG?" tulis Salsa melalui akun Instagram pribadinya, @salsaer, dikutip dari sumber yang menjadi bahan berita ini.Baca Juga:
Menurut Salsa, menu yang disajikan untuk pejabat seharusnya tidak dibuat khusus atau berbeda dari makanan yang diterima siswa. Ia menilai kesetaraan kualitas makanan menjadi hal penting apabila para pejabat ingin benar-benar merasakan program tersebut.
"Gak boleh tipu-tipu, menu harus sama dengan apa yang dimakan siswa random dari dapur seluruh wilayah sekitar," lanjutnya.
Salsa juga berpendapat pejabat tidak seharusnya menerima menu yang lebih mewah apabila program MBG ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.
Menurutnya, pejabat yang meyakini keamanan dan manfaat program tersebut semestinya tidak keberatan mengonsumsi menu yang sama dengan siswa.
"Kalo beneran yakin dan adil, mereka harusnya setuju. Gak ada urgensi mereka konsumsi mewah-mewah, mahal-mahal saat siswa di sekolah bertaruh nyawa bisa keracunan kapan aja," tegasnya.
Sorotan tersebut muncul di tengah kembali terjadinya kasus dugaan keracunan MBG di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Berdasarkan bahan yang menjadi sumber berita, ratusan siswa dari sejumlah sekolah di Berastagi dan Kabanjahe mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG.
Jumlah siswa yang diduga mengalami keracunan disebut mencapai 353 orang. Sejumlah korban mengalami mual, muntah, pusing hingga kejang dan kemudian mendapat perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.
Kasus tersebut membuat pelaksanaan program MBG kembali mendapat perhatian publik, terutama terkait keamanan pangan, pengawasan dapur penyedia makanan dan standar distribusi.
Salsa kemudian mengaitkan persoalan tersebut dengan efisiensi anggaran. Ia mengusulkan agar konsumsi pejabat dalam berbagai kegiatan resmi disesuaikan dengan standar biaya MBG yang disebut sebesar Rp15 ribu per hari.
"Gak ada snack atau buah atau minum tambahan, semua bawa dari rumah biar adil. Lagian sejalan sama semangat efisiensi budget, konsumsi Rp15.000 per hari apa pun acaranya," tulisnya.
Pernyataan tersebut kemudian ramai dibahas warganet. Sejumlah pengguna media sosial mendukung gagasan agar para pejabat ikut mengonsumsi MBG sebagai bentuk keteladanan dan untuk merasakan langsung kualitas makanan yang diterima masyarakat.
Namun, sebagian komentar juga menyoroti perbedaan fasilitas dan tunjangan yang diterima pejabat dengan kondisi masyarakat penerima manfaat program.
Kasus keracunan MBG di Karo bukan menjadi satu-satunya insiden yang mendapat sorotan. Sebelumnya, dugaan keracunan juga terjadi di Semarang, Jawa Tengah, pada 31 Juli 2026 dengan ratusan siswa dan guru dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG.
Dalam kasus tersebut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait mendapat sanksi penghentian sementara.
Rangkaian kasus tersebut membuat aspek keamanan pangan menjadi salah satu perhatian utama dalam pelaksanaan program MBG. Pengawasan terhadap proses pengolahan, kualitas bahan makanan, sanitasi dapur hingga distribusi menjadi faktor penting untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
Tantangan agar pejabat ikut menyantap MBG pun pada akhirnya tidak hanya menjadi persoalan menu makanan, tetapi juga menjadi kritik mengenai kesetaraan, transparansi dan tanggung jawab dalam pelaksanaan program yang menyasar jutaan penerima manfaat di Indonesia.* (tm/dh)
JAKARTA Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) sukses mengibarkan Bendera Merah Putih dalam Upacara Peringatan Detikdetik Proklam
NASIONAL
JAKARTA Istana merespons polemik pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai upah buruh pengupas bawang sebesar Rp700 ribu per kilogra
NASIONAL
MEDAN Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menjenguk seorang murid SMA asal Kabupaten Karo yang masih menjalani perawatan di ruang
PEMERINTAHAN
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto tampak tertawa bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi)
NASIONAL
JAKARTA Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memimpin doa dalam Upacara Peringatan Detikdetik Proklamasi HUT ke81 Kemerdekaan Republi
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto memimpin prosesi mengheningkan cipta dalam Upacara Peringatan Detikdetik Proklamasi Kemerdekaan Repub
NASIONAL
JAKARTA Sang Saka Merah Putih resmi dikibarkan dalam Upacara Peringatan Detikdetik Proklamasi HUT ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia
NASIONAL
JAKARTA Para pejabat negara ditantang ikut menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sama dengan makanan yang diterima siswa. Tanta
NASIONAL
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengancam akan menjatuhkan sanksi tegas kepada pihak yang terbukti lalai dalam pelaks
NASIONAL
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan kemungkinan Presiden Prabowo Subianto mengunjungi wilayah terda
NASIONAL