BREAKING NEWS
Senin, 24 Agustus 2026

Rumah Rusak akibat Gempa NTT Dapat Bantuan hingga Rp30 Juta, Ini Rinciannya

Johan - Sabtu, 22 Agustus 2026 22:23 WIB
Rumah Rusak akibat Gempa NTT Dapat Bantuan hingga Rp30 Juta, Ini Rinciannya
Sebuah rumah roboh pascagempa berkekuatan magnitudo 7,7 di Ruteng, Manggarai, NTT, pada Sabtu (15/08). (foto: SELO / AFP via Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan bantuan dana stimulan bagi warga yang rumahnya rusak akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Besaran bantuan disesuaikan dengan tingkat kerusakan bangunan.

Untuk rumah dengan kategori rusak ringan, pemerintah menyiapkan dana stimulan sebesar Rp15 juta.

Baca Juga:

Sementara rumah rusak sedang mendapat bantuan Rp30 juta per unit.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan pendataan rumah warga yang terdampak gempa masih berlangsung.

Pemerintah daerah bersama BNPB melakukan pendataan untuk memastikan kondisi setiap bangunan.

Penyaluran bantuan baru akan dilakukan setelah data kerusakan melalui proses verifikasi teknis.

"Adapun bantuan rumah rusak rumah sedang dan rusak berat ini dibagi atas dua skema. Rusak sedang ini dan rusak ringan ini akan diberikan dana stimulan untuk rusak sedang Rp 30 juta sedangkan untuk rusak ringan Rp15 juta," katanya dalam konferensi pers secara daring, Sabtu (22/8/2026).

Berbeda dengan rumah rusak ringan dan sedang, warga yang rumahnya masuk kategori rusak berat akan mendapatkan bantuan berupa pembangunan kembali hunian.

BNPB menyebut nilai anggaran pembangunan rumah baru akan disesuaikan dengan standar harga serta ketentuan penganggaran pemerintah.

"Sedangkan untuk rumah rusak berat akan dibuat rumah baru yang tentu nanti sesuai dengan anggaran yang ada dan penganggaran yang ada dengan jumlah harga yang sesuai dengan aturan yang ada," imbuhnya.

Pemerintah masih memprioritaskan penanganan darurat pada pekan pertama dan kedua setelah gempa.

Fokus utama saat ini adalah memastikan kebutuhan dasar warga terdampak, terutama logistik dan layanan kesehatan.

Data BNPB mencatat sekitar 150.576 orang masih mengungsi akibat gempa bumi tersebut.

Berton mengatakan data rumah rusak yang dihimpun dari lapangan masih merupakan data awal.

Data tersebut akan kembali diverifikasi sebelum pemerintah menetapkan warga yang berhak menerima bantuan.

Proses verifikasi diperlukan untuk memastikan kategori kerusakan setiap rumah, sekaligus menentukan bentuk bantuan yang diberikan.

Sementara itu, gempa bumi magnitudo 7,7 di NTT telah menyebabkan 87 orang meninggal dunia, berdasarkan data terbaru BNPB per Sabtu (22/8/2026).

Jumlah pengungsi yang mencapai lebih dari 150 ribu orang membuat pemerintah masih memusatkan perhatian pada penanganan kebutuhan dasar masyarakat.

Selain bantuan untuk rumah rusak, pemerintah dan pemerintah daerah terus melakukan penanganan darurat, termasuk memastikan ketersediaan makanan, layanan kesehatan, serta kebutuhan warga yang berada di lokasi pengungsian.* (cb/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
"Sihir Politik" Jokowi
335 Perusahaan Punya Konsesi di Kawasan Karhutla Sumatra-Kalimantan, Menteri LH: Bisa Dipidana
Pemerintah Kaji Ulang DTSEN, Desil 10 Ternyata Banyak Diisi Masyarakat Kelas Menengah
Qresto Mulai Diterapkan di Medan, 46 Restoran Sudah Gabung Sistem Split Payment Pajak
Harumkan Nama Sumut, Dua Pelajar Toba Pulang Usai Tuntaskan Tugas Paskibraka Nasional 2026
Prabowo Yakin Karhutla Segera Terkendali: Tahun-Tahun Dulu Lebih Parah, Kita Atasi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru