BREAKING NEWS
Selasa, 25 Agustus 2026

Darurat Kekeringan El Nino Mengamuk, Sebagian Besar Jawa Masuk Kategori Awas

gusWedha - Senin, 24 Agustus 2026 21:39 WIB
Darurat Kekeringan El Nino Mengamuk, Sebagian Besar Jawa Masuk Kategori Awas
Analisis Dinamika Atmosfer Dasarian II Agustus 2026 yang dirilis BMKG pada Senin (24/8/2026). (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemarau yang berpotensi semakin kering akibat pengaruh El Nino yang kini berada pada intensitas sangat kuat. Sejumlah wilayah Indonesia, termasuk sebagian besar Pulau Jawa dan Nusa Tenggara, masuk kategori awas kekeringan meteorologis.

Berdasarkan Analisis Dinamika Atmosfer Dasarian II Agustus 2026 yang dirilis BMKG pada Senin (24/8/2026), nilai anomali suhu permukaan laut di wilayah Nino3.4 mencapai +2,99. Angka tersebut meningkat dibandingkan Juli 2026 yang berada di level +2,20.

Pada saat yang sama, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) berada dalam fase positif. Indeks IOD tercatat +0,394, naik dari +0,242 pada Juli 2026.

Baca Juga:

BMKG menyebut kombinasi El Nino dan IOD positif berpotensi memperkuat kondisi musim kemarau di berbagai wilayah Indonesia. El Nino diprakirakan masih bertahan hingga awal 2027, sedangkan IOD positif diprediksi berlangsung setidaknya sampai Oktober 2026.

Kondisi tersebut berpotensi membuat curah hujan berada pada kategori rendah hingga sangat rendah. Dampaknya tidak hanya terhadap cuaca, tetapi juga dapat mengganggu ketersediaan air bersih, sektor pertanian hingga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

BMKG pun menerbitkan peringatan dini kekeringan meteorologis untuk Dasarian III Agustus 2026. Peringatan tersebut membagi wilayah terdampak ke dalam tiga kategori, yakni waspada, siaga dan awas.

Kategori waspada mencakup sejumlah wilayah di Kalimantan bagian tengah dan utara, sebagian kecil Sulawesi dan Maluku serta Papua bagian selatan.

Sementara kategori siaga meliputi sejumlah wilayah di Sumatra bagian selatan, Jawa bagian barat dan tengah, sebagian besar Kalimantan, sejumlah wilayah Sulawesi, sebagian besar Kepulauan Maluku hingga Papua bagian selatan.

Adapun kategori awas mencakup sebagian besar Pulau Jawa dan Nusa Tenggara. Selain itu, sebagian kecil wilayah Kalimantan Selatan dan Maluku juga masuk kategori tersebut.

BMKG juga mencatat musim kemarau telah meluas di Indonesia. Hingga Dasarian II Agustus 2026, sebanyak 79,9 persen atau 559 Zona Musim (ZOM) telah memasuki musim kemarau.

Wilayah tersebut tersebar di berbagai daerah, mulai dari Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku hingga Papua.

Di Pulau Jawa, musim kemarau telah berlangsung di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur. Bali, Nusa Tenggara Barat serta Nusa Tenggara Timur juga tercatat memasuki musim kemarau.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bukan Sengaja 'Diekspor', BMKG Ungkap Angin Musiman Jadi Biang Keladi Asap Kalimantan Menggeliat ke Negara Tetangga
BMKG Deteksi 2.945 Titik Panas di Sumatra, Sumsel Terbanyak
Prakiraan Cuaca Bali Hari Ini, Senin 24 Agustus 2026: Sebagian Besar Wilayah Cerah
Prakiraan Cuaca DIY Hari Ini, Senin 24 Agustus 2026: Seluruh Wilayah Cerah
Prakiraan Cuaca Jawa Barat Hari Ini, Senin 24 Agustus 2026: Sebagian Besar Wilayah Cerah
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini, Senin 24 Agustus 2026: Sebagian Besar Wilayah Cerah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru