BREAKING NEWS
Rabu, 14 Oktober 2026

Ratusan Helikopter Turun Tangani Bencana NTT-Aceh, Prabowo: Semua Dibiayai dari Uang Hasil Berantas Korupsi

Dharma - Selasa, 25 Agustus 2026 17:44 WIB
Ratusan Helikopter Turun Tangani Bencana NTT-Aceh, Prabowo: Semua Dibiayai dari Uang Hasil Berantas Korupsi
Presiden Prabowo Subianto, saat menghadiri peluncuran dan groundbreaking program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp di Bali, Selasa (25/8/2026). (Foto: Tangkapan Layar Sekretariat Presiden / YT)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

DENPASAR - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah bergerak cepat dalam menangani bencana di berbagai daerah, termasuk gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan bencana di Aceh. Prabowo menyebut kehadiran negara harus dirasakan masyarakat dalam setiap kondisi darurat.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri peluncuran dan groundbreaking program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp di Bali, Selasa (25/8/2026).

"Ini saya sampaikan pada kesempatan ini karena kita walaupun menghadapi cobaan, walaupun menghadapi rintangan, hambatan, kita kuat. Kita mampu. Kita buktikan terus," kata Prabowo.

Baca Juga:

Menurut Prabowo, penanganan bencana di sejumlah wilayah dilakukan dengan cepat dan melibatkan berbagai sumber daya negara.

"Bencana di Aceh kita selesaikan dalam waktu yang tidak mungkin diperkirakan oleh banyak pihak. Di NTT reaksi kita sangat cepat, sangat masif. Di mana-mana negara kita hadir," ujarnya.

Prabowo kemudian menyinggung pentingnya pengelolaan aset dan keuangan negara. Menurutnya, kemampuan pemerintah dalam menangani bencana juga bergantung pada kekuatan fiskal dan pengelolaan kekayaan negara.

"Kekuatan negara ini intinya adalah bahwa semua aset bangsa, semua kekayaan bangsa harus dikelola dengan sebaik-baiknya, dengan sejujur-jujurnya, dengan dasar patriotisme cinta Tanah Air, cinta rakyat, rasa tanggung jawab yang sangat besar," kata Prabowo.

Dia menegaskan pemerintah akan terus memberantas korupsi dan menutup berbagai kebocoran anggaran. Menurutnya, pengelolaan keuangan negara secara optimal akan memperkuat kemampuan pemerintah menyediakan berbagai kebutuhan dalam situasi darurat.

Karena itu, Prabowo mengaitkan ketersediaan aset dan anggaran dengan kemampuan pemerintah mengerahkan armada serta peralatan untuk penanganan bencana.

"Bagaimana kita sekarang bisa mengatasi masalah, bisa punya ratusan helikopter, bisa mengatasi alat berat kalau kita tidak punya uang? Dari mana uang itu? Uang itu dari yang kita selamatkan dari korupsi-korupsi yang berjalan selama ini. Kita hentikan kebocoran-kebocoran itu," ujarnya.

Meski mengklaim penanganan bencana telah berjalan cepat, Prabowo mengatakan pemerintah belum merasa puas. Ia meminta pengelolaan keuangan negara terus diperketat agar sumber daya yang tersedia dapat digunakan secara maksimal.

"Kita belum puas. Kita harus lebih keras lagi mengelola semua keuangan," tegasnya.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ratas di Hambalang, Prabowo Bahas Karhutla Kalimantan hingga Pemulihan Gempa NTT
Prabowo Disebut Tunjuk Pengusaha Haji Isam Tangani Karhutla, Mensesneg Bantah: Tidak Benar
DPR Desak Karhutla Ditetapkan Bencana Nasional: “Kalimantan Seperti Setengah Neraka”
Seminggu Usai Gempa NTT: 87 Orang Meninggal, Lebih dari 150 Ribu Warga Mengungsi dan 53.971 Rumah Rusak
Kemenhub Izinkan 35 Pesawat Asing untuk Tangani Karhutla di Kalimantan
Rumah Rusak akibat Gempa NTT Dapat Bantuan hingga Rp30 Juta, Ini Rinciannya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru