BREAKING NEWS
Senin, 12 Oktober 2026

Publik Belum Hilang Harapan Tapi Mulai Kritis! Survei Tempo Ungkap 52 Persen Warga Nilai Indonesia di Jalur Benar

Adelia Syafitri - Rabu, 26 Agustus 2026 21:54 WIB
Publik Belum Hilang Harapan Tapi Mulai Kritis! Survei Tempo Ungkap 52 Persen Warga Nilai Indonesia di Jalur Benar
Tingkat Kepuasan Publik Terbaru Terkait Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran versi Tempo Data Science (Foto: Dimas Ramadhan/Liputan6)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Sebanyak 52% responden survei Tempo Data Science menilai Indonesia saat ini bergerak ke arah yang benar di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Namun, 41% responden lainnya menilai Indonesia justru bergerak ke arah yang salah.

General Manager Tempo Data Science Khairul Anam mengatakan mayoritas responden masih melihat arah perkembangan Indonesia secara positif.

"Kalau kita bicara tentang arah perkembangan Indonesia saat ini, mayoritas yaitu 52 persen, itu masih menganggap Indonesia mengarah ke arah yang benar," kata Khairul Anam di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Baca Juga:

Menurut Anam, responden yang menilai Indonesia bergerak ke arah yang benar banyak berasal dari Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Sulawesi dan Maluku.

Sementara itu, penilaian negatif paling banyak muncul di sejumlah wilayah yang dinilai lebih dekat dengan pusat kekuasaan, seperti Banten dan Jakarta.

"Daerah-daerah yang lebih dekat dengan kekuasaan, itu optimismenya lebih rendah, mulai dari Banten dan Jakarta," ujarnya.

Survei Tempo Data Science tersebut dilakukan pada 31 Juli hingga 11 Agustus 2026 melalui wawancara tatap muka di 38 provinsi di Indonesia.

Sebanyak 1.260 responden berusia di atas 17 tahun atau sudah menikah ikut dalam survei. Survei tersebut memiliki sampling error sebesar 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Hasil survei tersebut mendapat tanggapan dari pemerintah. Deputi I Badan Komunikasi Pemerintah RI Fahd Pahdepie mengatakan hasil riset dapat menjadi masukan bagi pemerintah untuk mengevaluasi kebijakan.

"Yang dilakukan pemerintahan saat ini adalah melakukan kebijakan-kebijakan fundamental gitu terutama di bidang ekonomi yang mungkin belum langsung terasa dampaknya dalam waktu yang cepat gitu ya di masyarakat," kata Fahd.

Menurut Fahd, sejumlah kebijakan ekonomi yang tengah dijalankan pemerintah membutuhkan waktu sebelum manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Sementara itu, Wakil Ketua Harian PKB Najmi Rabbany menilai hasil survei tersebut menunjukkan masyarakat belum sepenuhnya kehilangan harapan terhadap pemerintah, tetapi mulai menuntut hasil yang lebih nyata.

"Skor penilaian 5,8 dari 10 ini tentu angka yang harus kita perhatikan dengan serius. Di sisi lain 52 persen masyarakat masih melihat Indonesia bergerak ke arah yang benar," ujar Najmi.

Ia menilai kedua temuan tersebut tidak harus dipertentangkan. Menurutnya, masyarakat masih memberikan kesempatan kepada pemerintah, tetapi ekspektasi terhadap hasil kebijakan juga semakin tinggi.

"Masyarakat belum kehilangan harapan, tapi masyarakat mulai kehilangan kesabaran. Publik masih memberikan ruang kepada pemerintah tapi itu harus dijawab dengan hasil yang jelas," tegasnya.

Dalam rilis survei tersebut turut hadir Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno, Direktur Eksekutif PUSKAPOL Universitas Indonesia Hurriyah dan Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin.

Dari pemerintah hadir Fahd Pahdepie dan Direktur Eksekutif Bidang Strategi dan Kebijakan Ekonomi Dewan Ekonomi Nasional Gaffari Ramadhan. Sejumlah perwakilan partai politik juga hadir, di antaranya Dedi Sitorus dari PDI-P, Najmi Rabbany dari PKB dan Haryo Setyoko dari PKS.

Hasil survei tersebut menunjukkan persepsi publik terhadap arah perjalanan Indonesia masih cukup beragam. Sebagian besar responden masih melihat arah yang positif, tetapi terdapat pula kelompok masyarakat yang menilai pemerintah perlu segera membuktikan dampak kebijakan secara lebih nyata.* (k/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru