Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Panglima Jilah mengatakan masyarakat adat terus melakukan edukasi melalui tokoh-tokoh adat agar warga tidak menggunakan api secara sembarangan ketika membuka lahan.
Sosialisasi tersebut dilakukan untuk mencegah api tidak terkendali sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai keselamatan dan kelestarian lingkungan.
"Masyarakat adat bersosialisasi lewat tokoh-tokoh adat agar tidak sembarangan membakar hutan. Karena masyarakat adat itu identik dengan dekat dengan alam. Tentunya tidak ada alam, tidak ada masyarakat adat. Begitu dia. Kita menjaga," pungkasnya.
Pernyataan Panglima Jilah tersebut merupakan pandangan mengenai praktik berladang masyarakat adat. Faktor penyebab karhutla dapat berbeda-beda di setiap wilayah dan memerlukan penanganan serta pembuktian berdasarkan kondisi lapangan.* (in/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.