BREAKING NEWS
Sabtu, 29 Agustus 2026

Etos Kerja dalam Islam: Jangan Hanya Kejar Gaji dan Jabatan

T.Jamaluddin - Sabtu, 29 Agustus 2026 07:40 WIB
Etos Kerja dalam Islam: Jangan Hanya Kejar Gaji dan Jabatan
Ust. H. Abrar Zym, S.Ag., MH. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Abrar mengatakan Islam mengajarkan umatnya untuk mencari rezeki yang halal dan baik.

Ia merujuk Surah Al-Baqarah ayat 168 yang memerintahkan manusia memakan apa yang ada di bumi yang halal dan baik serta tidak mengikuti langkah-langkah setan.

"Halal dan baik bukan hanya berkaitan dengan apa yang kita peroleh, tetapi juga bagaimana cara kita memperolehnya."

Menurut dia, penghasilan yang besar tidak otomatis membawa keberkahan apabila diperoleh melalui penipuan, korupsi, suap, manipulasi, mengambil hak orang lain, atau penyalahgunaan jabatan.

"Karena itu, seorang Muslim harus memperhatikan setidaknya tiga hal: apa yang diperoleh, bagaimana cara memperolehnya, dan untuk apa digunakan."

"Jangan sampai kita membawa pulang uang yang banyak, tetapi ternyata di dalamnya terdapat hak orang lain. Jangan sampai keluarga kita kenyang karena makanan yang sumbernya tidak halal. Sebab yang kita cari bukan sekadar banyaknya rezeki, tetapi rezeki yang halal, baik, dan penuh keberkahan."

Ia juga mengutip Surah Al-Jumu'ah ayat 10 yang memerintahkan manusia untuk bertebaran di muka bumi dan mencari karunia Allah setelah selesai melaksanakan salat, sembari tetap banyak mengingat Allah.

Menurut Abrar, ayat tersebut menunjukkan bahwa ibadah dan aktivitas mencari nafkah tidak harus dipertentangkan.

"Maka, jangan jadikan kesibukan bekerja sebagai alasan meninggalkan Allah, dan jangan pula menjadikan ibadah sebagai alasan untuk malas bekerja. Islam mengajarkan keseimbangan: hati tetap bergantung kepada Allah, sementara tangan tetap bekerja dan berusaha."

Abrar juga menyinggung ungkapan yang sering dinisbatkan kepada Ali bin Abi Thalib bahwa rezeki itu ada dua, yakni rezeki yang dicari dan rezeki yang datang kepada manusia.

Ia mengingatkan ungkapan tersebut tidak perlu dijadikan hadis atau dalil syariat.

"Yang jelas, Islam mengajarkan manusia untuk berusaha. Tawakal bukan berarti pasif menunggu rezeki, melainkan berusaha dengan sungguh-sungguh, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah."

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Musim Kemarau Panjang? Ini Niat dan Tata Cara Salat Istisqa untuk Memohon Hujan
Prakiraan Cuaca Aceh Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026: Sebagian Besar Wilayah Berawan
Bawa Dua Koper Besar, KPK Geruduk Kantor Disdik Kabupaten Bogor Terkait Korupsi Pengadaan
2,4 Juta Lapangan Kerja Dijanjikan Tercipta, Purbaya Akui Belum Cukup Atasi 7,2 Juta Pengangguran
Terkikisnya Akhlak dan Adab Jadi Keprihatinan, Umat Islam Diminta Bijak Bermedia Sosial
4 Terdakwa Kasus Korupsi Divonis Bebas di PN Medan Sepanjang Agustus 2026, Ini Respons Kejati Sumut
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru