BREAKING NEWS
Sabtu, 29 Agustus 2026

Etos Kerja dalam Islam: Jangan Hanya Kejar Gaji dan Jabatan

T.Jamaluddin - Sabtu, 29 Agustus 2026 07:40 WIB
Etos Kerja dalam Islam: Jangan Hanya Kejar Gaji dan Jabatan
Ust. H. Abrar Zym, S.Ag., MH. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Menurut Abrar, kekuatan tidak hanya berarti kuat secara fisik, tetapi juga kuat iman, mental, ilmu, keterampilan, disiplin, serta kemampuan menghadapi tantangan.

"Kekuatan dalam konteks ini tidak hanya berarti kuat secara fisik, tetapi juga kuat iman, kuat mental, kuat ilmu, kuat keterampilan, kuat disiplin, dan kuat menghadapi tantangan."

Ia mengatakan seorang Muslim tidak boleh merasa cukup dengan kemampuan yang dimilikinya saat ini.

Perubahan teknologi dan kebutuhan masyarakat membuat manusia perlu terus belajar.

"Karena itu, etos kerja Islami juga berarti terus belajar, meningkatkan kompetensi, memperbaiki kualitas, dan tidak berhenti melakukan inovasi."

Abrar juga mengambil pelajaran dari peristiwa hijrah Rasulullah SAW yang menurutnya menunjukkan pentingnya perencanaan dan pembagian tugas.

"Artinya, kerja yang baik adalah menempatkan orang pada posisi yang sesuai dengan kemampuan dan amanahnya. Orang yang ahli di bidangnya diberi ruang untuk bekerja, sementara orang yang belum memiliki kompetensi perlu diberi kesempatan untuk belajar dan berkembang."

Abrar mengingatkan agar umat Islam tidak merendahkan pekerjaan yang halal.

"Apa pun pekerjaan yang halal, jangan pernah merendahkannya. Yang membuat sebuah pekerjaan mulia bukan semata-mata tinggi rendahnya jabatan, tetapi halal tidaknya pekerjaan, manfaatnya, kejujuran pelakunya, dan kualitas tanggung jawabnya."

Menurut dia, setiap pekerjaan memiliki nilai selama dilakukan dengan benar dan memberikan manfaat.

"Seorang petani yang menghasilkan pangan, nelayan yang menyediakan kebutuhan masyarakat, pedagang yang jujur, petugas kebersihan yang menjaga lingkungan, guru yang mendidik generasi, tenaga kesehatan yang melayani pasien, dosen yang mengembangkan ilmu, pegawai yang melayani masyarakat, semuanya memiliki kehormatan apabila menjalankan pekerjaannya dengan benar."

Ia mengajak umat melihat pekerjaan bukan semata sebagai beban, melainkan sebagai kepercayaan dan kesempatan untuk berbuat baik.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Musim Kemarau Panjang? Ini Niat dan Tata Cara Salat Istisqa untuk Memohon Hujan
Prakiraan Cuaca Aceh Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026: Sebagian Besar Wilayah Berawan
Bawa Dua Koper Besar, KPK Geruduk Kantor Disdik Kabupaten Bogor Terkait Korupsi Pengadaan
2,4 Juta Lapangan Kerja Dijanjikan Tercipta, Purbaya Akui Belum Cukup Atasi 7,2 Juta Pengangguran
Terkikisnya Akhlak dan Adab Jadi Keprihatinan, Umat Islam Diminta Bijak Bermedia Sosial
4 Terdakwa Kasus Korupsi Divonis Bebas di PN Medan Sepanjang Agustus 2026, Ini Respons Kejati Sumut
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru