BREAKING NEWS
Senin, 31 Agustus 2026

Megawati Ingatkan Bahaya AI: Jangan Sampai Melampaui Otak Manusia

Johan - Sabtu, 29 Agustus 2026 12:12 WIB
Megawati Ingatkan Bahaya AI: Jangan Sampai Melampaui Otak Manusia
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri saat bersama Presiden Timor-Leste José Ramos-Horta serta sejumlah peraih Nobel dan Turing Award di Megawati Institute, Menteng, Jakarta, Jumat, 28 Agustus 2026. (foto: PDIP)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Megawati yang juga menjabat Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meminta para ilmuwan dan pengembang teknologi memperhatikan dampak perkembangan AI terhadap kehidupan manusia.

Ia secara khusus meminta agar pengembangan kecerdasan buatan tidak sampai melampaui kemampuan manusia.

"Spesial untuk yang namanya kecerdasan buatan, saya sangat memohon meminta attention dari para pintar yang ada di sini. Kita benar-benar harus berpikir supaya kecerdasan buatan ini jangan melampaui atau melebihi otak manusia sendiri. Bagi saya, kecerdasan itu yang utama adalah dibuat oleh yang namanya The God," papar Megawati.

Megawati juga mendorong agar AI dikembangkan untuk kepentingan kemanusiaan.

Salah satunya melalui pemanfaatan teknologi di bidang medis dan rekayasa genetika.

Menurut dia, kemajuan teknologi seharusnya tidak hanya berorientasi pada kemampuan menciptakan teknologi baru, tetapi juga memberikan manfaat bagi kehidupan manusia.

Megawati kemudian mengaitkan perkembangan teknologi dengan tantangan yang dihadapi negara berkembang, termasuk Indonesia.

Ia mengatakan perkembangan teknologi dan pengelolaan data perlu diawasi agar tidak berubah menjadi alat dominasi terhadap negara atau kelompok tertentu.

"Bagi negara berkembang seperti Indonesia, pertanyaan ini sangat penting untuk dijawab. Kita harus bersikap kritis ketika teknologi dan data dijadikan alat hegemoni baru. Namun kita juga harus memperkuat tanggung jawab kemanusiaan agar kemajuan teknologi termasuk AI berorientasi pada kesetaraan antarbangsa," pungkas Megawati.

Pernyataan Megawati tersebut menyoroti pentingnya keseimbangan antara kemajuan teknologi dan tanggung jawab etis.

Menurut dia, perkembangan AI perlu diarahkan agar memberikan manfaat bagi manusia tanpa mengabaikan aspek kemanusiaan, keamanan, dan kesetaraan antarbangsa.* (vo/ad)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
BRIN dan Polri Uji Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla, Efektifkah?
Dari 152 Anak yang Diamankan Saat Kericuhan Jakarta, 141 Dipulangkan
Banding Dikabulkan, Nikita Mirzani Tak Lagi Wajib Bayar Ganti Rugi ke Reza Gladys
10 Saham Top Gainers BEI Sepekan, BIKE Melonjak 89,22 Persen
Mentan Amran Targetkan Produksi Gula Nasional 3 Juta Ton Tahun Ini: Tak Lagi Impor
Huawei Pura 90s Series Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp15 Jutaan!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru