BREAKING NEWS
Selasa, 01 September 2026

Listrik Padam Hampir 7 Jam di Tanjung Tiram, UMKM Mengeluh: PLN Akui Estimasi Waktu Telah Direvisi

Muhammad Taufik - Selasa, 01 September 2026 16:20 WIB
Listrik Padam Hampir 7 Jam di Tanjung Tiram, UMKM Mengeluh: PLN Akui Estimasi Waktu Telah Direvisi
Estimasi waktu pemadaman listrik di Kecamatan Tanjung Tiram dan sejumlah wilayah sekitarnya, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, Selasa (1/9/2026), telah mengalami revisi. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BATU BARAPemadaman listrik yang berlangsung berjam-jam di Kecamatan Tanjung Tiram dan sejumlah wilayah sekitarnya, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, Selasa (1/9/2026), menuai keluhan dari masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Pasalnya, pemadaman yang semula diinformasikan melalui media sosial dengan estimasi mulai pukul 09.00 WIB hingga 13.00 WIB, ternyata berlangsung lebih lama.

Hingga sekitar pukul 15.51 WIB, sejumlah pelanggan mengaku aliran listrik belum juga kembali normal.

Baca Juga:

Kondisi ini membuat pelaku usaha yang sangat bergantung pada listrik harus menanggung ketidaknyamanan bahkan berpotensi mengalami kerugian.

Salah seorang pelaku UMKM mengeluhkan kondisi tersebut kepada awak media.

Menurutnya, listrik sangat dibutuhkan untuk menjalankan peralatan usaha, terutama freezer yang digunakan menyimpan barang dagangan.

Bagi pelaku usaha kecil, pemadaman listrik selama berjam-jam bukan persoalan sepele.

Selain mengganggu aktivitas usaha, terlalu lamanya listrik padam juga dapat menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi barang dagangan yang membutuhkan suhu dingin.

Menanggapi keluhan tersebut, awak media melakukan konfirmasi kepada Manajer PLN UPT Tanjung Tiram, Jibur.

Melalui pesan WhatsApp pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 15.48 WIB, Jibur menjelaskan bahwa estimasi waktu pemadaman telah mengalami revisi.

"Ini yang sudah direvisi, Bang. Sampai jam 4 sore estimasinya, Bang," ujar Jibur melalui pesan WhatsApp.

Beberapa menit kemudian, Jibur kembali memberikan penjelasan terkait perbedaan informasi yang sebelumnya beredar di masyarakat.

"Sudah direvisi dari semalam itu, Bang. Mungkin yang sebelumnya sudah tersebar yang sampai jam 1 siang, Bang. Mohon maaf sebelumnya ya, Bang," jelasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjelaskan bahwa informasi mengenai pemadaman hingga pukul 13.00 WIB yang beredar di masyarakat merupakan informasi sebelumnya, sementara menurut pihak PLN, estimasi tersebut telah direvisi menjadi sekitar pukul 16.00 WIB.

Pemadaman listrik akibat pemeliharaan jaringan maupun gangguan teknis pada dasarnya dapat terjadi.

Namun, yang menjadi perhatian masyarakat adalah kepastian informasi serta dampak pemadaman terhadap aktivitas warga dan pelaku usaha.

Bagi pelanggan, informasi mengenai estimasi waktu listrik kembali menyala sangat penting.

Apalagi bagi UMKM yang menggunakan freezer, mesin produksi, perangkat elektronik, maupun peralatan lainnya yang membutuhkan pasokan listrik secara terus-menerus.

Ketika informasi awal menyebutkan listrik akan kembali pukul 13.00 WIB, sementara kemudian estimasinya berubah menjadi pukul 16.00 WIB, tentu wajar apabila masyarakat mempertanyakan kondisi tersebut.

PLN memang telah menyampaikan bahwa estimasi telah direvisi sejak malam sebelumnya.

Namun, persoalannya adalah apakah revisi informasi tersebut sudah tersampaikan secara merata kepada seluruh pelanggan yang terdampak?

Sebab, jika informasi terbaru tidak sampai kepada masyarakat, pelanggan tetap akan berpedoman pada pengumuman awal yang menyebutkan listrik kembali normal pukul 13.00 WIB.

Pemadaman selama berjam-jam tentu menjadi pukulan tersendiri bagi pelaku UMKM yang sedang berusaha mempertahankan usahanya di tengah berbagai tekanan ekonomi.

Masyarakat tidak menuntut listrik tidak pernah padam.

Namun, pelanggan tentu berharap pelayanan yang cepat, informasi yang transparan dan estimasi yang seakurat mungkin.

Jika terjadi perubahan jadwal pemadaman, informasi tersebut idealnya segera disebarluaskan melalui seluruh kanal komunikasi yang mudah diakses masyarakat.

Jangan sampai pelanggan hanya mengetahui bahwa jadwal telah berubah setelah waktu yang dijanjikan terlewati.

Kasus pemadaman di Tanjung Tiram ini semestinya menjadi bahan evaluasi bagi PLN agar ke depan komunikasi kepada pelanggan dapat dilakukan lebih efektif.

Listrik boleh padam karena alasan teknis, tetapi informasi kepada pelanggan jangan ikut "padam".

Masyarakat berharap PLN UPT Tanjung Tiram tidak hanya memastikan jaringan kembali menyala, tetapi juga memperbaiki pola komunikasi dan pelayanan kepada pelanggan agar kejadian serupa tidak terus menimbulkan keresahan.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Seng Panas Dipensiunkan! Menteri Ara Siap Lapor Prabowo soal Kesiapan UMKM Sukseskan Program Gentengisasi
Anggaran Besar tapi Kinerja Dikritik DPR, Kepala Bakom Qodari Akui Komunikasi Pemerintah Masih Jadi PR
19 Kecamatan Terdampak Bencana, Pemko Medan Dorong UMKM Bangkit Lewat Ekonomi Digital
"Jangan Sampai Pasar Jadi Museum Ekonomi Rakyat", Ketum Kombatan Desak Pasar Jaya Berbenah Total
Bukan Cuma Olahraga & Barongsai Warga Belawan Bisa Urus Paspor hingga Bayar Pajak Langsung di Tengah Kemeriahan CFD
Desil Sama Belum Tentu Ekonomi Sama, BPS Bongkar Belasan Indikator di Balik Penentuan Kesejahteraan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru