Supris Resmi Bergabung, Koti Pemuda Pancasila Sumut Gelar Syukuran dan Santuni Puluhan Anak Yatim
BINJAI Bergabungnya Supris sebagai bagian dari Komando Inti Mahatidana (Koti) Pemuda Pancasila Sumatera Utara ditandai dengan kegiatan s
NASIONAL
TAPANULI SELATAN — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memastikan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga korban banjir bandang Garoga dan Huta Godang, Kecamatan Batangtoru, Tapanuli Selatan, dimulai pada September 2026.
Kepastian tersebut disampaikan Gibran saat mengunjungi hunian sementara (huntara) warga Garoga di Desa Napa, Batangtoru, Tapanuli Selatan, Jumat, 4 September 2026.
"Bulan depan (September) hunian tetapnya akan mulai dibangun ya, bapak dan ibu," ujar Gibran.Baca Juga:
Dalam kunjungan itu, Gibran hanya mengunjungi satu rumah warga di huntara Garoga.
Rumah tersebut dihuni Marwan Efendi, salah satu korban banjir bandang yang melanda wilayah Garoga pada 25 November 2025.
Rumah Marwan di Garoga hancur akibat banjir bandang.
Sejak kejadian tersebut, ia bersama keluarganya telah tinggal selama sekitar lima bulan di huntara Desa Napa.
"Tadi Pak Gibran datang ke rumah menyapa saya sekaligus memberikan perlengkapan balita," ujar Marwan.
Kunjungan tersebut juga memberikan kepastian bagi Marwan mengenai pembangunan huntap yang selama ini ditunggu para korban bencana.
"Tadi Pak Gibran juga bilang, huntapnya akan dibangun bulan depan. Syukurlah ada kepastian soalnya selama ini kami menunggu-nunggu kapan huntap akan dibangun," kata Marwan.
Sebanyak 699 unit huntap direncanakan dibangun untuk korban banjir bandang dari Garoga dan Huta Godang.
Pembangunan dilakukan di atas lahan seluas 18 hektare milik PTPN III.
Lokasi huntap tersebut berada persis di samping huntara warga Garoga di Desa Napa.
Pembangunan hunian tetap ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menyediakan tempat tinggal permanen bagi warga yang kehilangan rumah akibat banjir bandang dan longsor.
Dalam kunjungan ke Tapanuli Selatan, Gibran juga menemui warga korban banjir bandang dan longsor di sejumlah lokasi.
Gibran terlebih dahulu mengunjungi warga di huntap Desa Hapesong Baru.
Hunian tersebut ditempati korban banjir bandang yang berada di kawasan daerah aliran sungai (DAS) Batangtoru.
Kedatangan Gibran disambut antusias warga. Sejumlah warga mengerumuninya untuk bersalaman.
Gibran kemudian menyapa warga serta membagikan buku dan mainan kepada anak-anak.
Hal serupa dilakukan Gibran ketika mengunjungi huntara warga Garoga.
Ia mengambil sejumlah mainan dari dalam kardus dan membagikannya kepada anak-anak korban banjir.
Setelah menemui warga di huntara, Gibran melanjutkan perjalanan ke Garoga, desa yang mengalami kerusakan parah dan sebagian wilayahnya tersapu banjir bandang.
Gibran kemudian meninggalkan lokasi menggunakan helikopter dari Lapangan PTPN III.* (tm/ad)
BINJAI Bergabungnya Supris sebagai bagian dari Komando Inti Mahatidana (Koti) Pemuda Pancasila Sumatera Utara ditandai dengan kegiatan s
NASIONAL
DELI SERDANG Dugaan keracunan setelah sejumlah siswa SMAN 1 Lubukpakam mengalami sakit perut usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG)
PERISTIWA
JAKARTA Kredit Usaha Rakyat (KUR) BSI 2026 menjadi salah satu pilihan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yan
EKONOMI
OlehMargarito KamisINDONESIA harus diakui, mengambil rute organik yang berbeda dengan premis dasar liberalisme dan kapitalisme, dua kembara
OPINI
JAKARTA Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meminta wilayah Areal Penggunaan Lain (APL) yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (k
NASIONAL
JAKARTA Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan hujan deras menjadi salah satu cara efektif untuk meng
NASIONAL
JAKARTA Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mengkritik putusan Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta yang menghapus pidana tambahan berup
HUKUM DAN KRIMINAL
LABUHANBATU SELATAN Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel) Fery Sahputra Simatupang meninjau pembangunan gedung kantor dinas di kawasan Pe
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas menegaskan swasembada pangan merupakan bagian penting dari kedaulat
EKONOMI
JAKARTA Polri mencatat sebanyak 112 orang telah ditetapkan sebagai tersangka atau terduga dalam penanganan kasus kebakaran hutan dan lah
HUKUM DAN KRIMINAL