BREAKING NEWS
Sabtu, 05 September 2026

Kucurkan DAK Rp 5,5 Miliar, Menhut Raja Juli Kerahkan Pesawat Chinook Jepang Sikat Karhutla Kalbar hingga Danau Sentarum

Dharma - Sabtu, 05 September 2026 12:16 WIB
Kucurkan DAK Rp 5,5 Miliar, Menhut Raja Juli Kerahkan Pesawat Chinook Jepang Sikat Karhutla Kalbar hingga Danau Sentarum
Presiden Prabowo Subianto di salah satu lokasi terdampak kebakaran di Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, pada Sabtu, 22 Agustus 2026. (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

PONTIANAK - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyiapkan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp5,5 miliar untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Anggaran tersebut akan digunakan untuk mendukung penanganan karhutla secara terpadu.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan dana tersebut diperuntukkan bagi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Penanganan akan dilakukan melalui kombinasi operasi udara, operasi darat, pembasahan gambut, penegakan hukum, serta pencegahan.

"Anggaran tersebut diperuntukkan bagi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai bagian dari penguatan penanganan karhutla yang dilakukan secara terpadu melalui operasi udara, darat, pembasahan gambut, penegakan hukum dan pencegahan," kata Raja Juli di Pontianak, Sabtu (5/9/2026).

Baca Juga:

Selain DAK Rp5,5 miliar, pemerintah juga akan mengoordinasikan kebutuhan anggaran operasional lainnya bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan DPR RI. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat sarana serta prasarana penanganan karhutla.

Raja Juli mengatakan pemerintah juga akan memaksimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam beberapa hari ke depan. Berdasarkan data BMKG, terdapat potensi awan hujan di Kalimantan Barat pada 4-8 September 2026.

Potensi hujan tersebut akan dimanfaatkan untuk membantu meningkatkan pembasahan wilayah dan tinggi muka air tanah, khususnya di kawasan gambut yang rentan terbakar.

Perkuat Water Bombing

Pemerintah juga memperkuat operasi water bombing untuk menjangkau titik kebakaran yang sulit ditangani melalui jalur darat.

Dukungan operasi udara tersebut mencakup tambahan tiga pesawat Chinook dari Pasukan Bela Diri Jepang. Pesawat akan digunakan untuk membantu penanganan di kawasan yang dinilai krusial.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Danau Sentarum yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia.

"Operasi udara tersebut akan diarahkan ke sejumlah kawasan krusial, termasuk Danau Sentarum yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia, guna mencegah meluasnya kebakaran," ujar Raja Juli.

Di darat, penanganan melibatkan TNI, Polri, Manggala Agni Kemenhut, BPBD, serta relawan. Pemerintah juga melakukan pemetaan kebutuhan personel hingga tingkat kabupaten dan kecamatan agar pengerahan kekuatan lebih tepat sasaran.

Penanganan Gambut dan Penegakan Hukum

Untuk kawasan gambut, pemerintah menyiapkan metode peat injection atau penyuntikan gambut. Teknik tersebut digunakan untuk membantu membasahi lapisan tanah sekaligus mengendalikan bara api yang masih berada di bawah permukaan.

Selain pemadaman, pemerintah juga memperkuat penegakan hukum terhadap pihak yang diduga melakukan pembakaran hutan dan lahan, baik secara perorangan maupun korporasi.

Raja Juli juga mendorong edukasi kepada masyarakat agar menghentikan praktik pembukaan lahan dengan cara membakar.

"Melalui dukungan pendanaan dan penguatan operasi terpadu, pemerintah berharap pengendalian karhutla di Kalimantan Barat dapat dipercepat sekaligus mencegah munculnya kembali titik-titik kebakaran," katanya.

Pemerintah berharap kombinasi dukungan anggaran, operasi darat dan udara, pembasahan gambut, serta pencegahan dapat mempercepat pengendalian karhutla di Kalimantan Barat dan mencegah kebakaran meluas.* (an/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Tragis Orangutan Sampurna Mati Terpapar Asap Karhutla di Ketapang, Jadi Alarm Darurat Ancaman Nyawa Satwa dan Manusia
Kian Meluas, ASEAN Resmi Berlakukan Status Siaga Level 3, Indonesia Gercep Perkuat Kerja Sama Hadapi Kabut Asap Lintas Batas
Api Sering Muncul Lagi Meski Sudah Padam, BNPB Bongkar Alasan Karhutla Sulit Ditaklukkan di Lapangan
Karhutla Kian Mengkhawatirkan, Ketua DPR Puan Maharani Desak Penanganan Satu Kendali dan Utamakan Keselamatan Warga
Beri Efek Jera Pelaku Karhutla, Menhut Usul Lahan Terbakar Jangan Ditanami Lagi Selama 5 Tahun
Kepala BNPB: Asap dan Kabut Karhutla Bisa Hilang jika Hujan Deras Turun
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru