BREAKING NEWS
Senin, 07 September 2026

INALUM Perkuat Penanganan Karhutla di Mempawah, 60 Relawan Grup MIND ID Diterjunkan

Dodi Kurniawan - Senin, 07 September 2026 07:45 WIB
INALUM Perkuat Penanganan Karhutla di Mempawah, 60 Relawan Grup MIND ID Diterjunkan
Sebanyak 60 personel pemadam kebakaran bersertifikat dari Grup MIND ID diterjunkan untuk membantu pengendalian kebakaran di sekitar wilayah operasional PT Borneo Alumina Indonesia (BAI). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Sebanyak 60 personel pemadam kebakaran bersertifikat dari Grup Mineral Industri Indonesia (MIND ID) diterjunkan untuk membantu pengendalian kebakaran di sekitar wilayah operasional PT Borneo Alumina Indonesia (BAI).

BAI merupakan anak usaha INALUM dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau ANTAM yang mengoperasikan fasilitas smelter grade alumina refinery (SGAR) beserta fasilitas pendukungnya di Mempawah.

Baca Juga:

Upaya pengendalian karhutla telah dilakukan sejak 24 Agustus 2026.

INALUM dan BAI bekerja bersama pemerintah daerah, BNPB/BPBD, TNI, Polri, petugas pemadam kebakaran, relawan, serta masyarakat setempat untuk menangani sejumlah titik api.

Penanganan dilakukan secara berkelanjutan karena sebagian lokasi kebakaran berada di lahan gambut.

Kondisi tersebut membuat api dapat merambat dan bertahan di bawah permukaan tanah meskipun kobaran api di atas permukaan sudah terlihat padam.

Karena itu, proses pemadaman membutuhkan penyisiran dan pendinginan secara berulang untuk memastikan titik api benar-benar padam.

Pada Jumat, 4 September 2026, Direktur Utama PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID), Maroef Sjamsoeddin, mengkoordinasikan langsung pengerahan 60 personel pemadam kebakaran bersertifikat dari Grup MIND ID.

Personel tersebut merupakan gabungan dari INALUM, ANTAM, PT Bukit Asam (Persero) Tbk, PT Timah (Persero) Tbk, PT Freeport Indonesia, dan PT Vale Indonesia Tbk.

Maroef mengatakan penanganan bencana membutuhkan kepedulian dan kerja sama dari berbagai pihak.

Menurut dia, Grup MIND ID turun membantu masyarakat sekaligus memperkuat upaya pengendalian karhutla yang berdampak terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat.

"Langkah ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan dan masyarakat. Kehadiran relawan Grup MIND ID ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mempercepat pengendalian titik api sekaligus membantu mengurangi risiko kesehatan dan gangguan terhadap aktivitas yang dihadapi masyarakat," ujarnya saat meninjau daerah terdampak di Mempawah, Jumat (4/9/2026).

Selain mengerahkan personel, penguatan penanganan karhutla juga dilakukan dengan menyediakan perlengkapan pemadaman, peralatan keselamatan, serta dukungan medis bagi relawan dan masyarakat yang terdampak.

Dukungan tersebut mencakup fasilitas kesehatan darurat dan alat pelindung diri.

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau PELINDO juga menambahkan satu unit mobil pemadam kebakaran untuk mendukung proses penanganan di lapangan.

Dukungan tersebut diberikan untuk memastikan kebutuhan kesehatan dan keselamatan relawan serta masyarakat di lokasi terdampak dapat terpenuhi selama proses penanganan karhutla berlangsung.

Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita, mengatakan keterlibatan perusahaan dalam penanganan karhutla merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan sekaligus bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar.

Menurut Melati, kehadiran tim di lapangan tidak hanya ditujukan untuk memadamkan api, tetapi juga mencegah penyebaran kebakaran dan mengurangi potensi dampak yang lebih luas.

"Bagi INALUM, keberadaan perusahaan harus memberikan manfaat dan rasa aman bagi masyarakat di sekitarnya. Karena itu, ketika terdapat situasi darurat seperti karhutla, kami berupaya bergerak bersama seluruh pihak yang memiliki kompetensi dan kewenangan untuk membantu penanganannya. Kolaborasi menjadi kunci agar respons di lapangan dapat berlangsung lebih cepat dan efektif," ujar Melati.

Direktur Utama BAI, Darwin Saleh Siregar, mengatakan penanganan karhutla di Mempawah memiliki tantangan tersendiri.

Salah satunya karena sejumlah titik kebakaran berada di lahan gambut.

Menurut Darwin, api di lahan gambut dapat menjalar dan bertahan di bawah permukaan tanah meskipun api yang terlihat di atas permukaan sudah padam.

"Api pada lahan gambut dapat merambat dan bertahan di bawah permukaan meskipun kobaran di atas tanah telah padam. Kondisi ini membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih panjang, ketersediaan sumber air yang memadai, serta penyisiran dan pendinginan berulang untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali muncul," ujar Darwin.

INALUM menyatakan akan terus bekerja sama dengan Grup MIND ID, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menangani karhutla di Mempawah.

Kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk menjaga kelestarian lingkungan serta meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan pada masa mendatang.

Bagi Grup MIND ID, semangat kebersamaan tidak hanya diwujudkan melalui pencapaian bisnis dan pertumbuhan perusahaan.

Semangat tersebut juga ditunjukkan dengan hadir dan saling mendukung ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Jelang 2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Pengamat Dorong Reshuffle Kabinet: Cari “Pemain” yang Siap
BULOG Turun Serentak ke Pasar, Stok Beras Pemerintah Capai 4,9 Juta Ton
Harga Sembako Naik, Pemkot Medan Gelar Pasar Murah di 13 Kelurahan
TNI AL Gagalkan Dugaan Pencurian Avtur untuk Bandara Kualanamu di Deli Serdang, Selang 400 Meter Diamankan
Keracunan MBG Terus Terjadi, Zulhas: Kasih Waktu 2 Bulan, Kami Selesaikan
Pemecatan 2 Prajurit TNI dalam Kasus Air Keras Andrie Yunus Dibatalkan, Guru Besar Unsoed: Polisi Lebih Keren
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru