BREAKING NEWS
Rabu, 09 September 2026

Saksi-saksi Kooperatif, KPK Pastikan Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Terus Bergulir

Nurul - Rabu, 09 September 2026 15:53 WIB
Saksi-saksi Kooperatif, KPK Pastikan Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Terus Bergulir
KPK memastikan penyelidikan dugaan korupsi pengadaan lahan untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh masih terus berjalan. (Foto: Dok. KCIC)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan penyelidikan dugaan korupsi pengadaan lahan untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh masih terus berjalan. Penyidik KPK masih meminta keterangan dari sejumlah pihak yang dinilai mengetahui informasi terkait perkara tersebut.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan proses pendalaman masih dilakukan untuk menemukan ada atau tidaknya dugaan peristiwa pidana dalam pengadaan lahan proyek kereta cepat tersebut.

"Penyidik tentunya juga terus melakukan pendalaman, permintaan keterangan kepada sejumlah pihak yang tentunya pengetahuannya dibutuhkan untuk menemukan adanya dugaan peristiwa pidananya," ujar Budi, Rabu (9/9/2026).

Baca Juga:

Budi menegaskan KPK belum dapat mengungkap konstruksi perkara secara rinci karena penanganannya masih berada pada tahap penyelidikan.

"Tapi memang karena ini masih di tahap penyelidikan, KPK belum bisa membuka secara luas bagaimana konstruksi dan sebagainya," katanya.

Menurut Budi, proses penyelidikan sejauh ini berjalan positif. Pihak-pihak yang telah dimintai keterangan disebut kooperatif dalam memberikan informasi yang dibutuhkan tim penyelidikan KPK.

"Progres penyelidikannya juga berjalan secara positif, artinya pihak-pihak yang dimintai keterangan juga memberikan keterangan yang dibutuhkan oleh tim penyelidikan KPK," ujarnya.

Budi mengatakan belum ada kendala berarti dalam proses penanganan perkara tersebut. Namun, KPK tetap mempertimbangkan strategi dan manajemen penanganan perkara, termasuk penyelidikan yang dilakukan secara terbuka maupun tertutup.

"Ini soal manajemen penanganan perkara saja, karena memang ini kan penyelidikan terbuka ya. Di sisi lain juga banyak kegiatan penyelidikan tertutup yang KPK lakukan. Sehingga ini juga bagaimana strategi dan manajemen penanganan perkara di KPK," jelas Budi.

Terkait jumlah dan identitas pihak yang telah dimintai keterangan, Budi belum memberikan rincian. Dia menyebut permintaan keterangan telah dilakukan terhadap cukup banyak pihak.

"Untuk totalnya nanti kami cek. Karena memang sudah cukup banyak juga yang dilakukan permintaan keterangan ya dan pihak-pihak tersebut tentunya juga kooperatif memberikan keterangan-keterangan yang dibutuhkan dalam tahap penyelidikan perkara ini," katanya.

Budi kembali menegaskan KPK masih melakukan serangkaian proses penyelidikan sebelum membuka informasi lebih jauh mengenai perkara dugaan korupsi tersebut.

"Jadi memang karena memang masih di tahap penyelidikan, sehingga belum bisa semuanya kami sampaikan. Namun kami pastikan penyelidikan perkara terkait dengan kereta cepat ini juga masih terus berjalan," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua KPK Setyo Budiyanto menyampaikan bahwa lembaga antirasuah tengah mendalami dugaan korupsi dalam pengadaan lahan untuk proyek Whoosh. KPK saat itu meminta klarifikasi kepada sejumlah pihak terkait lahan yang digunakan dalam proyek tersebut.

Setyo menjelaskan lahan yang didalami berada di sejumlah lokasi, termasuk wilayah Halim dan sepanjang rute kereta cepat. Salah satu hal yang dikaji yakni status kepemilikan lahan yang digunakan untuk proyek tersebut.

Penanganan perkara ini masih berada pada tahap penyelidikan sehingga KPK belum menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan proyek Whoosh.* (lp/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bongkar Bagi-bagi Jatah Kuota Haji! Plotting Gus Alex Membengkak Jadi 1.349, DPR Ikut Terseret
Sebelum Ditangkap di Apartemen, Tersangka Korupsi Bank Sumut Kembalikan Rp 2,2 M
Dari USD786 Ribu Jadi USD700 Ribu, Eks Honorer Kemenag Ungkap Aliran Fee Haji: Sempat Dikuasai Gus Alex
APDESU Pertanyakan Penanganan Laporan Dugaan Korupsi Dana BOS SDN 01 Labuhan Ruku di Kejari Batu Bara
Sempat Terima Amplop Dolar dari Bupati Kuansing, Mengapa Menhut Raja Juli Belum Juga Diperiksa? Ini Kata KPK
Mantan Kadis Pertanian Palas Dituntut 4 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Program PSR
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru