BREAKING NEWS
Jumat, 11 September 2026

Jaringan Sosial Dayak hingga Peralatan Damkar Digabung, Sespimmen Polri Rancang Kolaborasi Baru Berantas Karhutla di Banjarmasin

Dodi Kurniawan - Jumat, 11 September 2026 20:22 WIB
Jaringan Sosial Dayak hingga Peralatan Damkar Digabung, Sespimmen Polri Rancang Kolaborasi Baru Berantas Karhutla di Banjarmasin
Focus Group Discussion eksternal bersama komunitas penggiat penanggulangan karhutla di Aula Mapolresta Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (10/9/2026). (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANJARMASIN - Perwira Pendamping (Paping) Kelompok Belajar (Pokjar) 1 Sespimmen Polri Dikreg ke-67, Brigadir Jenderal Polisi Sigit Kusmardjoko, menekankan pentingnya melibatkan masyarakat dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hal itu disampaikan Sigit seusai memimpin Focus Group Discussion (FGD) eksternal bersama komunitas penggiat penanggulangan karhutla di Aula Mapolresta Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Kuliah Kerja Profesi (KKP) Sespimmen Sespim Lemdiklat Polri Dikreg ke-67 yang dilaksanakan Pokjar 1 di wilayah hukum Polresta Banjarmasin.

Baca Juga:

Sigit mengatakan komunitas lokal seperti paguyuban pemuda, masyarakat adat hingga relawan pemadam kebakaran memiliki modal sosial yang kuat. Potensi tersebut dinilai perlu diintegrasikan dalam sistem penanganan karhutla.


"Komunitas lokal seperti paguyuban pemuda, masyarakat adat, hingga relawan pemadam kebakaran adalah cerminan modal sosial yang sangat kuat di tengah masyarakat Banjarmasin. Kekuatan ini harus dioptimalkan dan diintegrasikan ke dalam sistem penanganan Karhutla," ujar Sigit.

Dalam FGD tersebut, sejumlah organisasi dan komunitas turut hadir. Di antaranya Perkumpulan Pemuda Dayak (PERPEDAYAK), Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (BATAMAD), Laung Kuning Banjar (LKB), serta Barisan Pemadam Kebakaran (BPK).

Dari hasil diskusi, Sigit menilai setiap komunitas memiliki peran dan keunggulan yang berbeda dalam mendukung penanggulangan karhutla.

BPK dinilai paling siap dari sisi operasional karena memiliki pengalaman di lapangan, jaringan relawan serta peralatan pemadaman. Meski demikian, peningkatan kompetensi khusus untuk penanganan karhutla tetap diperlukan.


Sementara itu, PERPEDAYAK, BATAMAD dan LKB dinilai memiliki kekuatan pada jaringan sosial serta kemampuan memobilisasi masyarakat. Potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk pencegahan, deteksi dini, sosialisasi, pelaporan cepat, penanganan logistik hingga pengorganisasian warga dalam kondisi darurat.

"Melalui kegiatan KKP ini, kami melihat bahwa upaya pencegahan hingga pemadaman akan jauh lebih efektif jika terjalin kolaborasi yang erat antara komunitas, Polri, pemerintah daerah, BPBD/Damkar, dan instansi terkait lainnya," kata Sigit.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Turun Gunung ke Bengkayang Tim Sespimmen Polri Gencarkan Edukasi Warga Cegah Karhutla
Tragis 4 Orang Tewas dan 347 Warga Terluka Akibat Karhutla, Kalteng Catat Korban Terbanyak
Malaysia Desak Ganti Rugi Kabut Asap dari Indonesia, Ini Usulan Pakarnya
Cegah Karhutla, Polres Aceh Tengah Pasang Spanduk dan Edukasi Warga di 14 Kecamatan
Kabut Asap Karhutla Meluas ke 14 Daerah di Sumut, Bobby Nasution Siapkan Pembelajaran Jarak Jauh
Tim Gabungan Berhasil Jinakkan Karhutla di Desa Leukeun Aceh Barat, Polisi Pastikan Tak Ada Lagi Titik Api
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru