BREAKING NEWS
Sabtu, 12 September 2026

INALUM Raih Rating Investment Grade BBB- dari S&P Global Ratings, Siapkan Ekspansi Hilirisasi Aluminium

Dodi Kurniawan - Sabtu, 12 September 2026 12:09 WIB
INALUM Raih Rating Investment Grade BBB- dari S&P Global Ratings, Siapkan Ekspansi Hilirisasi Aluminium
PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM memperoleh peringkat kredit internasional BBB- dengan outlook stabil dari S&P Global Ratings.

Peringkat tersebut menempatkan INALUM dalam kategori investment grade di tingkat internasional.

Pencapaian ini menjadi salah satu tonggak penting bagi INALUM dalam memperkuat kredibilitas perusahaan di pasar keuangan, baik domestik maupun internasional.

Baca Juga:

Rating tersebut juga diharapkan mendukung rencana pertumbuhan dan pengembangan bisnis INALUM ke depan.

Dalam laporan yang diterbitkan pada 7 September 2026, S&P Global Ratings menilai posisi strategis INALUM dalam Grup MIND ID serta kuatnya dukungan pemerintah melalui MIND ID terhadap perusahaan.

S&P Global Ratings juga melihat INALUM memiliki peran penting dalam mendorong hilirisasi bauksit dan mengembangkan rantai nilai aluminium nasional.

Hal tersebut sejalan dengan agenda strategis MIND ID untuk memperkuat industri mineral dan logam yang terintegrasi di Indonesia.

Keterkaitan INALUM dengan MIND ID, baik dari sisi strategis maupun finansial, turut memperkuat profil kredit perusahaan.

Kondisi tersebut dinilai mendukung keberlanjutan pengembangan bisnis dan investasi INALUM.

Adapun outlook stabil mencerminkan ekspektasi S&P Global Ratings terhadap keberlanjutan kinerja operasional dan arus kas INALUM.

Dukungan MIND ID terhadap peran strategis INALUM dalam pengembangan industri aluminium nasional juga menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan.

Pencapaian rating internasional tersebut melengkapi penguatan profil kredit INALUM di pasar domestik.

Pada Agustus 2026, PEFINDO menaikkan peringkat INALUM satu tingkat, dari idAA-/Stable menjadi idAA/Stable.

Sebelumnya, INALUM mempertahankan peringkat idAA-/Stable selama tiga tahun.

Penguatan peringkat internasional dan domestik tersebut terjadi ketika INALUM tengah mempersiapkan peningkatan kebutuhan pendanaan untuk mendukung sejumlah proyek hilirisasi aluminium pada periode 2026-2029.

Dalam penilaiannya, S&P Global Ratings turut menyoroti struktur biaya operasional INALUM yang dinilai kompetitif.

Perusahaan disebut mampu beroperasi pada kuartil pertama kurva biaya global dibandingkan rata-rata industri pada 2026.

Efisiensi tersebut didukung oleh pasokan energi hidro yang stabil serta integrasi sumber bahan baku domestik.

Keunggulan biaya tersebut dinilai menjadi salah satu kekuatan kredit INALUM sekaligus memberikan daya tahan perusahaan dalam menghadapi perubahan harga aluminium global.

Pemanfaatan pembangkit listrik tenaga air juga menjadi salah satu faktor yang diperhatikan.

Penggunaan energi hidro tidak hanya membantu mengurangi emisi karbon, tetapi juga mendukung profitabilitas dan efisiensi biaya produksi INALUM.

Saat ini, INALUM mengoperasikan smelter aluminium primer dengan kapasitas produksi sekitar 275 ribu ton per tahun.

Melalui kepemilikan mayoritas di PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), INALUM juga telah mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku alumina.

BAI mengoperasikan Smelter-Grade Alumina Refinery 1 atau SGAR 1 di Mempawah, Kalimantan Barat, dengan kapasitas sekitar 1 juta ton alumina per tahun.

S&P Global Ratings menilai posisi strategis INALUM dalam integrasi Grup MIND ID dan hilirisasi aluminium menjadi landasan kuat bagi dukungan berkelanjutan dari perusahaan induk.

Peran tersebut akan semakin diperkuat melalui pengembangan SGAR 2 dan Smelter Aluminium 2 (Smelter 2).

Kedua proyek tersebut merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional.

SGAR 2 direncanakan menambah kapasitas produksi alumina sekitar 1 juta ton per tahun.

Dengan tambahan tersebut, kapasitas produksi alumina INALUM akan meningkat dua kali lipat dari kapasitas yang ada saat ini.

Sementara itu, Smelter 2 dirancang memiliki kapasitas produksi sekitar 600 ribu ton aluminium per tahun.

Jika proyek tersebut terealisasi, total kapasitas smelter aluminium primer INALUM akan meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan kapasitas saat ini.

Pengembangan kedua proyek tersebut berpotensi meningkatkan kapasitas produksi sekaligus pendapatan INALUM secara signifikan hingga 2030.

Kondisi industri aluminium yang positif juga diperkirakan mendukung kinerja INALUM dalam satu hingga dua tahun mendatang.

Harga aluminium diperkirakan tetap mendukung seiring kondisi pasokan global yang ketat.

Selain itu, stabilnya volume penjualan dari smelter yang sudah beroperasi diperkirakan turut menopang pertumbuhan EBITDA perusahaan.

Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita, mengatakan pencapaian rating tersebut menjadi pengakuan sekaligus momentum bagi perusahaan untuk terus memperkuat fundamental bisnis dan menjalankan transformasi industri aluminium nasional secara berkelanjutan.

"Investment grade ini merupakan pengakuan sekaligus tanggung jawab bagi INALUM untuk terus menjaga kinerja perusahaan secara prudent dan berkelanjutan. Di tengah agenda ekspansi dan hilirisasi, kami akan memastikan bahwa pertumbuhan tidak hanya mengejar skala tetapi tetap dibangun di atas fundamental operasional yang kuat, disiplin finansial, dan tata kelola yang baik dan kuat. Dengan dukungan MIND ID, kami akan terus memperkuat rantai nilai aluminium nasional dari hulu ke hilir. Pengembangan SGAR 2 dan Smelter 2 tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas tetapi juga untuk memperkuat kemandirian bahan baku, daya saing industri aluminium nasionan serta menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia." ujar Melati.

Ke depan, INALUM menyatakan akan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, disiplin finansial dan keunggulan operasional.

Melalui pengembangan rantai nilai aluminium yang semakin terintegrasi, perusahaan berkomitmen memperkuat daya saing industri nasional, mengurangi ketergantungan terhadap impor, serta meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia secara berkelanjutan.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kapolri: Pungli dan Premanisme di Kawasan Industri, Akan Ditindak
Dante Sinaga Divonis 7 Tahun Kasus Korupsi Inalum, Pengacara Kecewa: Putusan Sangat Tidak Adil
Korupsi Jual Beli Aluminium Inalum, Dirut PT PASU Divonis 14 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp141 Miliar
Korupsi Penjualan Aluminium Alloy Rp141 Miliar, Tiga Eks Pejabat Inalum Kompak Divonis 7 Tahun
Bupati Batu Bara Gandeng Inalum, Dorong Pelabuhan Kuala Tanjung Jadi Pintu Ekspor Produk Lokal
INALUM Perkuat Penanganan Karhutla di Mempawah - Kalimantan Barat, 60 Relawan Grup MIND ID Diterjunkan ke Sekitar Wilayah Operasional BAI
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru