BREAKING NEWS
Selasa, 15 September 2026

Viral Siswa Terobos Sungai Deras Demi Sekolah, DPRD Sumut Minta Infrastruktur Nias Dibenahi

Abyadi Siregar - Selasa, 15 September 2026 16:07 WIB
Viral Siswa Terobos Sungai Deras Demi Sekolah, DPRD Sumut Minta Infrastruktur Nias Dibenahi
Video viral yang memperlihatkan siswa menyeberangi sungai saat hendak berangkat maupun pulang sekolah di Kepulauan Nias. (foto: Instagram/isi.sumut)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Video yang memperlihatkan sejumlah siswa menyeberangi sungai saat hendak berangkat maupun pulang sekolah viral di media sosial.

Kondisi tersebut mendapat sorotan dari anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut), khususnya terkait akses pendidikan dan infrastruktur di Kepulauan Nias.

Video yang beredar disebut memperlihatkan siswa dari wilayah Kepulauan Nias, termasuk Nias Selatan dan Nias Utara.

Baca Juga:

Dalam salah satu video yang beredar di media sosial, seorang siswa laki-laki mengenakan seragam SMA terlihat menyeberangi sungai bersama dua adik perempuannya.

Salah satu adiknya mengenakan seragam SMP, sementara yang lainnya mengenakan pakaian biasa.

Arus sungai dalam video tersebut terlihat cukup deras. Siswa laki-laki itu bahkan menggendong adiknya yang paling kecil di pundak saat menyeberangi sungai.

"Perjuangan kami anak sekolah di pedalaman kalau hujan deras pastinya banjir, jalan yang sering kami lewati longsor. Halo kakak abangku semua Yahobu, hari ini pulang sekolah sudah dalam keadaan banjir, kami sudah menunggu dua jam, dan airnya mulai surut kami pun ambil risiko untuk melewati banjir,"ucap seorang siswa dalam video tersebut.

Video tersebut kemudian mendapat perhatian publik.

Kondisi siswa yang harus melewati sungai untuk mengakses sekolah juga memunculkan pertanyaan mengenai kondisi infrastruktur dan perhatian pemerintah terhadap akses pendidikan di Kepulauan Nias.

Anggota DPRD Sumut dari daerah pemilihan Kepulauan Nias, Megawati Zebua, mengaku prihatin melihat kondisi yang harus dilalui para siswa untuk mendapatkan pendidikan.

"Kita merasa terenyuh sekali dengan keadaan-keadaan anak-anak di Kepulauan Nias untuk menempuh pendidikan," jelasnya, Selasa (15/9/2026).

Megawati mengatakan persoalan siswa yang harus menyeberangi sungai saat menuju sekolah masih terjadi di sejumlah wilayah Kepulauan Nias.

"Memang itu kalau sudah yang namanya banjir, terkadang anak-anak sekolah ini tidak bisa ke sekolah. Dan kalaupun mereka melintasinya saat banjir, tentunya mereka terkadang basah-basah. kalau dari data, masih banyak sekali kasus (siswa sebrangi sungai) di Kepulauan Nias," jelasnya.

Menurut Megawati, pembangunan jembatan untuk akses siswa menuju sekolah perlu menjadi perhatian pemerintah.

Ia mengatakan pihaknya terus menyuarakan pembangunan infrastruktur tersebut agar akses pendidikan anak-anak di Kepulauan Nias lebih aman.

"Kita pun sedang berusaha ini, dan ini pun upaya Pak Gubernur bagaimana di Kepulauan Nias itu bisa secepatnya infrastruktur itu bisa terbenahi," katanya.

Ia juga mengusulkan agar pemerintah daerah dapat membangun jembatan gantung sebagai solusi sementara sembari menunggu pembangunan jembatan permanen dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

"Tapi kita tahu pemerintah setempat juga bergantung dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD)-nya masing-masing. Karena bukan hanya itu juga yang mereka pikirkan, gaji pegawai P3K dan lain-lain. Jadi harapan kita, harapan mereka juga dari kabupaten/kota ini kan ada bantuan baik dari provinsi atau dari pusat," ucapnya.

Sementara itu, Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu membantah video viral yang beredar dari akun Instagram @isi.Sumut tersebut berasal dari wilayah Nias Utara.

"Ya, izin, Ibu ya. Saya tahu itu yang viral itu, yang di posting itu bukan di Nias Utara," jelasnya, Selasa (15/8/2026).

Meski membantah lokasi video tersebut berada di Nias Utara, Amizaro mengakui persoalan siswa yang harus menyeberangi sungai untuk bersekolah masih ditemukan di wilayahnya.

"Ya tapi yang jelas masih ada kita di Nias Utara (siswa sebrangi sungai saat hendak ke sekolah). Dan kita sedang upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut," jelasnya.

Amizaro mengatakan pemerintah Kabupaten Nias Utara menargetkan pembangunan sejumlah jembatan untuk mendukung akses siswa menuju sekolah dapat direalisasikan pada 2027.

"Lalu memang kita sedang berupaya ya, berupaya termasuk kita berkoordinasi dengan TNI, menulis-nulis surat, ini kepada pemerintah pusat dan provinsi," ucapnya.

Menurut dia, pembangunan jembatan belum dapat dilakukan pada 2025-2026 karena keterbatasan fiskal daerah.

"Cuman kita belum ada mengerjakan (pembangunan jembatan) karena keterbatasan fiskal 2025–2026. Jadi pembangunan ini menjadi atensi di tahun 2027 dan juga kita terus membangun koordinasi dengan kementerian, termasuk TNI,"ucapnya.

Pemerintah Kabupaten Nias Utara, kata Amizaro, telah merencanakan pembangunan tiga jembatan permanen untuk memudahkan akses masyarakat, termasuk para siswa menuju sekolah.

"Kita rencanakan dulu tiga yang permanen yang besar, tapi ini masih rencana ya kita kaji di anggaran nanti ini," ucapnya.

Untuk jembatan gantung, Amizaro mengatakan sebagian sudah dibangun di sejumlah lokasi.

Beberapa di antaranya nantinya akan ditingkatkan menjadi jembatan permanen.

"Ada yang posisi jembatan gantung sekarang kita akan jadi permanen. Ya, ada juga yang langsung kita buat permanen. Saat ini sudah ada puluhan jembatan gantung yang telah kita bangun," jelasnya.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution diketahui telah berkantor selama sekitar satu bulan di Kepulauan Nias.

Selama berkantor di Kepulauan Nias, Bobby Nasution memfokuskan perhatian pada sejumlah persoalan, di antaranya perbaikan jalan, penguatan ekonomi, pengembangan pariwisata, serta fasilitas pendidikan dan kesehatan.

Persoalan akses siswa menuju sekolah menjadi salah satu bagian dari kebutuhan infrastruktur yang masih perlu mendapat perhatian pemerintah di Kepulauan Nias.* (tm/ad)

Editor
: Mass Arie
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Institut Amalia Bogor Buka Tahun Akademik Baru, Siapkan Generasi Unggul untuk Hadapi Tantangan Global dan SDGs 2030
22 Siswa MTsN 2 Kisaran Alami Mual dan Muntah Usai Santap MBG, SPPG Polres Asahan Disuspensi
Potensi Banjir hingga Gempa Mengintai, Masyarakat Sumut Diminta Kenali Risiko dan Pahami Peringatan Dini
Wawako Tanjungbalai: Jadikan Haornas 2026 Momentum Menuju Indonesia yang Aktif dan Bugar
Semarak Haornas ke-43, Wawako Fadly: Mari Bergerak Bersama Menuju Tanjungbalai Sehat dan Bugar
Seluruh Fraksi DPRD Batu Bara Setujui KUPA-PPAS Perubahan APBD 2026, Wabup: Jadi Landasan Pembangunan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru