Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
"Memang itu kalau sudah yang namanya banjir, terkadang anak-anak sekolah ini tidak bisa ke sekolah. Dan kalaupun mereka melintasinya saat banjir, tentunya mereka terkadang basah-basah. kalau dari data, masih banyak sekali kasus (siswa sebrangi sungai) di Kepulauan Nias," jelasnya.
Menurut Megawati, pembangunan jembatan untuk akses siswa menuju sekolah perlu menjadi perhatian pemerintah.
Ia mengatakan pihaknya terus menyuarakan pembangunan infrastruktur tersebut agar akses pendidikan anak-anak di Kepulauan Nias lebih aman.
"Kita pun sedang berusaha ini, dan ini pun upaya Pak Gubernur bagaimana di Kepulauan Nias itu bisa secepatnya infrastruktur itu bisa terbenahi," katanya.
Ia juga mengusulkan agar pemerintah daerah dapat membangun jembatan gantung sebagai solusi sementara sembari menunggu pembangunan jembatan permanen dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.
"Tapi kita tahu pemerintah setempat juga bergantung dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD)-nya masing-masing. Karena bukan hanya itu juga yang mereka pikirkan, gaji pegawai P3K dan lain-lain. Jadi harapan kita, harapan mereka juga dari kabupaten/kota ini kan ada bantuan baik dari provinsi atau dari pusat," ucapnya.
Sementara itu, Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu membantah video viral yang beredar dari akun Instagram @isi.Sumut tersebut berasal dari wilayah Nias Utara.
"Ya, izin, Ibu ya. Saya tahu itu yang viral itu, yang di posting itu bukan di Nias Utara," jelasnya, Selasa (15/8/2026).
Meski membantah lokasi video tersebut berada di Nias Utara, Amizaro mengakui persoalan siswa yang harus menyeberangi sungai untuk bersekolah masih ditemukan di wilayahnya.
"Ya tapi yang jelas masih ada kita di Nias Utara (siswa sebrangi sungai saat hendak ke sekolah). Dan kita sedang upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut," jelasnya.
Amizaro mengatakan pemerintah Kabupaten Nias Utara menargetkan pembangunan sejumlah jembatan untuk mendukung akses siswa menuju sekolah dapat direalisasikan pada 2027.
"Lalu memang kita sedang berupaya ya, berupaya termasuk kita berkoordinasi dengan TNI, menulis-nulis surat, ini kepada pemerintah pusat dan provinsi," ucapnya.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.