Cegah Tawuran, Pemerintah Kecamatan Tanjung Tiram Sambangi Rumah Anak yang Diduga Terlibat
BATU BARA Sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya mencegah terulangnya aksi tawuran di kalangan remaja, Pemerintah Kecamatan Tanjung T
NASIONAL
JAKARTA - Partai Golkar menyatakan kecewa terhadap Ketua DPP Golkar Fahd El Fouz Arafiq atau Fahd Arafiq yang kembali terseret kasus dugaan korupsi. Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menyebut Fahd telah tiga kali tersangkut perkara korupsi.
Doli mengatakan partai telah berulang kali mengingatkan kader agar menjaga nama baik Golkar dan tidak melakukan pelanggaran hukum, termasuk tindak pidana korupsi.
"Yang bersangkutan tidak sadar bahwa di pundaknya ada nama besar Partai Golkar yang harus dijaga. Tentu kami sebagai keluarga besar Partai Golkar sangat kecewa dan marah," ujar Doli Rabu (16/9/2026).Baca Juga:
Menurut Doli, Fahd memang pernah memberikan kontribusi bagi perkembangan Partai Golkar. Namun, dia menilai pengalaman dari perkara sebelumnya belum membuat perilaku Fahd berubah.
"Namun ternyata perilakunya secara pribadi tidak berubah," katanya.
Doli menyebut keterlibatan Fahd dalam perkara terbaru menjadi perhatian serius bagi partai. Menurutnya, setelah dua kali tersandung perkara pidana korupsi, seharusnya pengalaman tersebut menjadi pelajaran bagi Fahd untuk melakukan introspeksi.
"Terhadap Saudara Fahd, saya kira setelah dua kali terjerat kasus pidana korupsi, seharusnya membuat yang bersangkutan jera, melakukan introspeksi, dan bertaubat, tapi ternyata malah sebaliknya," ujar Doli.
Doli mengatakan Golkar akan mengambil pelajaran dari kasus yang kembali menjerat Fahd. Dia menyebut partai selama ini berupaya menghormati kader yang telah menjalani hukuman dan berharap mereka dapat memperbaiki diri.
"Kami tentu banyak mengambil pelajaran dari kasus Saudara Fahd ini. Kami selama ini berusaha menghormati dan menganggap setiap kader yang telah menjalani hukuman adalah manusia yang secara gentlemen mencoba menebus kesalahannya dan berupaya memperbaiki diri," sambungnya.
Fahd Arafiq kembali menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengurusan hak guna bangunan (HGB) di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Dalam perkara tersebut, Fahd disebut sebagai salah satu pihak swasta yang diduga berperan sebagai orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid. KPK juga menyebut Fahd diduga berperan sebagai penampung uang yang dikumpulkan dari sejumlah pihak dalam perkara tersebut.
Sebelum perkara terbaru, Fahd pernah terseret kasus korupsi Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) pada 2011 serta kasus pengadaan Al-Quran dan pengadaan laboratorium komputer pada Kementerian Agama.
Kini Fahd telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan KPK dalam perkara dugaan korupsi pengurusan HGB. Proses hukum terhadap perkara tersebut masih berjalan dan dugaan keterlibatan masing-masing pihak akan diuji melalui tahapan penyidikan serta persidangan.* (k/dh)
BATU BARA Sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya mencegah terulangnya aksi tawuran di kalangan remaja, Pemerintah Kecamatan Tanjung T
NASIONAL
JAKARTA Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan melalui BPJS Kesehatan. Pelayanan tersebut menc
KESEHATAN
JAKARTA Ida Yulidina, istri Purbaya Yudhi Sadewa, buka suara setelah suaminya dicopot Presiden Prabowo Subianto dari jabatan Menteri Keu
NASIONAL
BANDA ACEH Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh bersama Tim Puslabfor Cabang Medan memeriksa secara forensik te
NASIONAL
JAKARTA Polda Metro Jaya menyatakan hasil ekshumasi jenazah Sutrimo, pria yang disebut pernah bekerja di rumah eks Jampidsus Febrie Adri
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa pejabat pemerintahan merupakan pelayan rakyat. Karena itu, para pejabat dituntut m
NASIONAL
JAKARTA TNI mengungkap sebanyak 44.677 hektare aset tanah milik mereka masih bermasalah dan berpotensi menimbulkan konflik agraria.Asist
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto berencana mengumpulkan seluruh kepala daerah dan anggota DPRD dari berbagai daerah di Indonesia dal
NASIONAL
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan tidak ingin pemerintah mengeluarkan anggaran besar untuk menjadi tuan rumah berbagai per
NASIONAL
DELI SERDANG Bupati Deli Serdang dr. Asri Ludin Tambunan memberhentikan Kepala Desa Timbang Deli, Kecamatan Galang, Hendri Ardiansyah Pu
PEMERINTAHAN