Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Yassierli mengatakan keterampilan interpersonal tidak terbentuk secara otomatis.
Kemampuan tersebut perlu dilatih melalui proses pembelajaran, pengalaman organisasi, proyek bersama, maupun interaksi dengan orang lain.
Mahasiswa perlu dibiasakan melakukan presentasi, menyampaikan gagasan, bekerja dalam kelompok, melakukan negosiasi, dan beradaptasi dengan berbagai karakter orang.
Pengalaman tersebut menjadi bekal penting sebelum mahasiswa memasuki lingkungan industri yang dinamis.
Dengan begitu, pendidikan vokasi diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang memahami teori dan menguasai keahlian teknis, tetapi juga mampu menerapkan kompetensinya dalam lingkungan kerja.
Baca Juga:
Selain kesiapan menghadapi dunia kerja, Yassierli mengingatkan mahasiswa agar tetap memiliki kepedulian terhadap persoalan yang berkembang di masyarakat.
Menurut dia, perguruan tinggi juga memiliki peran dalam membentuk generasi yang mampu menyampaikan gagasan dan aspirasi secara bertanggung jawab.
"Mahasiswa harus menjadi garda moral bangsa. Silakan speak up. Indonesia membutuhkan mahasiswa yang peduli," katanya.
Yassierli menilai keberanian menyampaikan pandangan merupakan bagian dari dinamika kehidupan masyarakat.
Namun, kritik dan aspirasi tetap perlu disampaikan dengan sikap yang baik, sopan, dan bertanggung jawab.
Yassierli juga mendorong mahasiswa memanfaatkan masa perkuliahan untuk mendapatkan pengalaman yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Menurutnya, kompetensi teknis, human skills, pengalaman industri, aktivitas organisasi, dan kepedulian sosial merupakan bekal yang saling melengkapi.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.