BREAKING NEWS
Sabtu, 19 September 2026

Menaker Yassierli Ingatkan Mahasiswa Vokasi Pentingnya Komunikasi dan Kerja Sama di Dunia Kerja: Skill Teknis Saja Tak Cukup

gusWedha - Kamis, 17 September 2026 22:35 WIB
Menaker Yassierli Ingatkan Mahasiswa Vokasi Pentingnya Komunikasi dan Kerja Sama di Dunia Kerja: Skill Teknis Saja Tak Cukup
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat memberikan kuliah umum di Politeknik Mitra Industri, Bekasi, Rabu, 16 September 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BEKASI — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengingatkan mahasiswa pendidikan vokasi agar tidak hanya mengandalkan kemampuan teknis untuk menghadapi persaingan dunia kerja.

Menurut Yassierli, lulusan vokasi juga perlu membangun human skills atau keterampilan interpersonal.

Baca Juga:
Kemampuan tersebut mencakup komunikasi, kerja sama tim, negosiasi, presentasi, hingga kemampuan beradaptasi.

Pesan itu disampaikan Yassierli saat memberikan kuliah umum di Politeknik Mitra Industri, Bekasi, Rabu, 16 September 2026.

Yassierli mengatakan dunia industri tidak hanya membutuhkan pekerja yang menguasai kemampuan teknis.

Perusahaan juga membutuhkan individu yang mampu berkomunikasi dan bekerja sama dengan orang lain.

Ia mencontohkan seseorang yang memiliki kemampuan coding sangat baik, tetapi kesulitan ketika harus bekerja dalam sebuah tim.

"Yang kita inginkan bukan orang yang misalnya hanya menguasai coding saja. Pagi, siang, sore, malam, coding. Tetapi dia tidak bisa bergaul dalam tim kerjanya, tidak berinteraksi dengan lainnya," ujar Yassierli.

Karena itu, menurut Yassierli, human skills perlu menjadi bagian dari proses pembentukan kompetensi mahasiswa selama berada di perguruan tinggi.

Kemampuan teknis, kata dia, tetap penting.

Namun, keahlian tersebut perlu berjalan beriringan dengan kemampuan berkomunikasi, membangun hubungan kerja, dan berkolaborasi.

Yassierli mengatakan keterampilan interpersonal tidak terbentuk secara otomatis.

Kemampuan tersebut perlu dilatih melalui proses pembelajaran, pengalaman organisasi, proyek bersama, maupun interaksi dengan orang lain.

Mahasiswa perlu dibiasakan melakukan presentasi, menyampaikan gagasan, bekerja dalam kelompok, melakukan negosiasi, dan beradaptasi dengan berbagai karakter orang.

Pengalaman tersebut menjadi bekal penting sebelum mahasiswa memasuki lingkungan industri yang dinamis.

Dengan begitu, pendidikan vokasi diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang memahami teori dan menguasai keahlian teknis, tetapi juga mampu menerapkan kompetensinya dalam lingkungan kerja.

Baca Juga:

Selain kesiapan menghadapi dunia kerja, Yassierli mengingatkan mahasiswa agar tetap memiliki kepedulian terhadap persoalan yang berkembang di masyarakat.

Menurut dia, perguruan tinggi juga memiliki peran dalam membentuk generasi yang mampu menyampaikan gagasan dan aspirasi secara bertanggung jawab.

"Mahasiswa harus menjadi garda moral bangsa. Silakan speak up. Indonesia membutuhkan mahasiswa yang peduli," katanya.

Yassierli menilai keberanian menyampaikan pandangan merupakan bagian dari dinamika kehidupan masyarakat.

Namun, kritik dan aspirasi tetap perlu disampaikan dengan sikap yang baik, sopan, dan bertanggung jawab.

Yassierli juga mendorong mahasiswa memanfaatkan masa perkuliahan untuk mendapatkan pengalaman yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Menurutnya, kompetensi teknis, human skills, pengalaman industri, aktivitas organisasi, dan kepedulian sosial merupakan bekal yang saling melengkapi.

Lulusan pendidikan vokasi diharapkan tidak hanya mampu mendapatkan pekerjaan, tetapi juga memiliki kapasitas untuk memberikan kontribusi dan mengembangkan tempat mereka bekerja.

"Semoga tiga atau empat tahun lagi, saat Anda hadir ke industri, Anda bukan hanya siap bekerja, tetapi juga mampu mengembangkan industri. Dan semoga dari sini juga lahir pemimpin-pemimpin masa depan," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Yassierli mengapresiasi pola pembelajaran di Politeknik Mitra Industri yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman melalui berbagai proyek dan jejaring dengan dunia industri.

Menurut dia, pendekatan tersebut dapat membantu mahasiswa menguji kemampuan yang telah dipelajari sekaligus mengembangkan keterampilan teknis dan interpersonal.

Mahasiswa diminta memanfaatkan kesempatan tersebut secara serius selama menjalani pendidikan.

Baca Juga:

"Manfaatkan kesempatan itu, fokus dan jangan disia-siakan. Saya yakin di sini Anda belajar dan sebelum lulus sudah punya berbagai kompetensi dan pengalaman," pungkas Yassierli.

Pesan tersebut menekankan bahwa kesiapan lulusan vokasi menghadapi dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh penguasaan keahlian teknis.

Kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, beradaptasi, serta menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab juga perlu dibangun sejak bangku kuliah.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ratusan Buruh Kepung DPRD Sumut, Tolak Magang 6 Bulan hingga Minta Perlindungan Pekerja Diperkuat
Yaqub Didakwa Suap Bupati Langkat Ondim Rp1 Miliar demi Dapat Proyek Rp11,3 Miliar
Pemko Medan Bekali Guru Keterampilan Media Sosial untuk Dukung Transformasi Pendidikan
Viral Aksi Seskab Teddy 'Usir' Pejabat LRT dari Gerbong Utama, Begini Suasana Panas Peresmian LRT Manggarai
Biayai Gratis Sertifikasi 98 Tukang Proyek, Pemko Tanjungbalai Pastikan Pembangunan Bebas Asal-Asalan
Buruh Kecewa dengan Draf RUU Ketenagakerjaan, Beri Tenggat DPR hingga 22 September
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru