Polda Sumut Gagalkan Penyelundupan 150 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, 4 Orang Ditangkap
MEDAN Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara menggagalkan penyelundupan sabu seberat sekitar 150 kilogram yang diduga merupakan
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH — Polda Aceh menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi di Masjid Babuttaqwa Polda Aceh, Senin, 28 September 2026.
Kegiatan tersebut diikuti Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, Irwasda Kombes Pol. Iskandar ZA, Wakil Ketua Bhayangkari beserta pengurus, para pejabat utama dan personel Polda Aceh.
Jajaran Polres dan Polresta di Aceh juga mengikuti kegiatan tersebut secara virtual.Baca Juga:
Peringatan Maulid Nabi tahun ini mengusung tema, "Dengan Meneladani Akhlak Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, Melalui Polri Presisi Kita Wujudkan Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur".
Tema tersebut menekankan pentingnya menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dalam kehidupan, terutama dalam hal kejujuran, keadilan, amanah, kasih sayang, kesabaran, keberanian, serta penghormatan terhadap sesama.
Dalam sambutannya, Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan yang disampaikan Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak seharusnya hanya menjadi kegiatan seremonial.
Menurut Ari, Maulid Nabi menjadi momentum untuk kembali mengingat, memahami, sekaligus menerapkan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi anggota Polri, kata Ari, nilai-nilai keteladanan Rasulullah memiliki kaitan erat dengan pelaksanaan tugas.
Sifat shiddiq mengajarkan kejujuran dalam perkataan dan tindakan.
Sementara sifat amanah mengingatkan personel untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan negara.
Adapun tabligh menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka, santun, dan bertanggung jawab.
Sedangkan sifat fathanah mendorong personel untuk terus meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan kecakapan dalam menghadapi berbagai tantangan tugas.
"Nilai-nilai itu sejalan dengan semangat Polri Presisi, yaitu prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan. Implementasinya tidak hanya menyangkut modernisasi organisasi dan profesionalitas, tetapi juga pembangunan karakter personel. Kemampuan profesional harus senantiasa diiringi integritas, moralitas, dan akhlak yang mulia," sebut Brigjen Ari.
Ia mengajak seluruh personel Polda Aceh menjadikan akhlak Rasulullah sebagai landasan moral dalam menjalankan tugas.
Terutama dalam menjalankan peran sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Menurut Ari, tugas tersebut menghadapkan anggota Polri dengan berbagai karakter masyarakat, persoalan, serta dinamika sosial yang membutuhkan sikap profesional sekaligus humanis.
"Dengan meneladani akhlak Rasulullah, mari kita wujudkan personel Polri yang semakin berintegritas, profesional, humanis, dan Presisi, sehingga keberadaan Polri benar-benar mampu memberikan rasa aman, keadilan, dan pelayanan terbaik bagi masyarakat," tutupnya.
Sementara itu, Tgk. H. Fachruddin Lahmuddin dalam pembukaan ceramahnya mengapresiasi kebijakan Polri yang memberikan kesempatan kepada para santri untuk mengabdi di Korps Bhayangkara.
Ia juga mengaku terkesan dengan lantunan Selawat Badar dalam peringatan Maulid tersebut.
Selawat dibawakan oleh Briptu Akmal Qadri, Briptu Afrah, dan Bripda T.M. Syuhada.
Menurut Fachruddin, kehadiran personel Polri berlatar belakang santri menjadi salah satu hal positif dari kebijakan rekrutmen Polri yang memberikan ruang bagi kalangan pesantren.
Ia berharap kesempatan tersebut terus diperluas sehingga semakin banyak santri yang dapat berkontribusi melalui institusi Polri.
"Mungkin, personel Polri dengan kemampuan, khususnya penghafal Al-Qur'an berprestasi, nantinya juga dapat dilibatkan dalam setiap kegiatan keagamaan, seperti Safari Ramadan. Ini sangat positif untuk mendukung syiar Islam," katanya.
Dalam ceramahnya, Tgk. H. Fachruddin juga menilai tema Maulid Nabi yang digelar Polda Aceh relevan dengan kondisi kehidupan saat ini.
Menurut dia, peringatan Maulid dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus memperbaiki akhlak di tengah kesibukan dan berbagai urusan duniawi.
"Di antara hikmah diutusnya Rasulullah adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia. Namun, tantangan sesungguhnya adalah bagaimana menjaga dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, karena memperbaiki akhlak merupakan tanggung jawab kita bersama yang harus dimulai dari diri sendiri. Jangan sampai kesibukan duniawi membuat kita lengah dalam menjaga kemuliaan budi pekerti," ujar Tgk. H. Fachruddin.* (ad)
MEDAN Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara menggagalkan penyelundupan sabu seberat sekitar 150 kilogram yang diduga merupakan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ikut memantau temuan fasilitas mewah di kawasan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibi
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan peninjauan kembali (PK) yang diajukan Amry KS Pelawi, terpidana kasus korupsi pembuatan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pengamat komunikasi politik M. Jamiluddin Ritonga menilai Partai Solidaritas Indonesia (PSI) masih menghadapi tantangan untuk lo
POLITIK
JAKARTA Advokat Hotman Paris Hutapea menyatakan tidak setuju dengan rencana pengaturan mengenai pengakuan dan pelaksanaan putusan pengad
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Maskapai TransNusa membuka rute penerbangan langsung Manado (MDC)Makassar (UPG) dan Makassar (UPG)Manado (MDC) mulai Senin, 28
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung mengamankan mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) periode 20132017 berin
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Kasus jaksa berinisial EMN yang diduga menodongkan senjata api kepada warga bernama Ayatullah Komeni di Medan kini berakhir damai.
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Rencana pemerintah membentuk Badan Usaha Khusus Minyak dan Gas Bumi (BUK Migas) dinilai perlu diarahkan pada pembenahan tata kel
EKONOMI
JAKARTA Komisi XIII DPR RI mempertanyakan pengelolaan dan pengawasan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bog
NASIONAL