BREAKING NEWS
Rabu, 07 Oktober 2026

Potret Kesejahteraan RI 2026 versi BPS: Pengguna Dompet Digital Melesat, Tapi 11% Warga Tanpa Ijazah

Adelia Syafitri - Rabu, 07 Oktober 2026 18:58 WIB
Potret Kesejahteraan RI 2026 versi BPS: Pengguna Dompet Digital Melesat, Tapi 11% Warga Tanpa Ijazah
ilustrasi - BPS merilis gambaran kesejahteraan masyarakat Indonesia pada 2026 yang mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, kesehatan, kondisi tempat tinggal, akses kredit hingga penggunaan uang elektronik. (Foto: ANTARA FOTO/Salma Talita
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis gambaran kesejahteraan masyarakat Indonesia pada 2026 yang mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, kesehatan, kondisi tempat tinggal, akses kredit hingga penggunaan uang elektronik.

Data tersebut tercantum dalam publikasi Statistik Kesejahteraan Rakyat 2026 yang bersumber dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2026. Survei itu mencakup 356 ribu rumah tangga sampel di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota, termasuk tambahan 700 rumah tangga untuk estimasi Ibu Kota Nusantara (IKN).

BPS menyajikan sejumlah indikator untuk melihat kondisi kesejahteraan masyarakat. Berikut lima angka yang menggambarkan kondisi sosial ekonomi rumah tangga Indonesia pada 2026.

Baca Juga:

1. Sebanyak 11,35% Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas Tak Punya Ijazah

Dari sektor pendidikan, BPS mencatat 11,35 persen penduduk berusia 15 tahun ke atas tidak memiliki ijazah pada 2026.

Angka tersebut terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2022, proporsinya mencapai 12,49 persen, kemudian turun menjadi 12,26 persen pada 2023, 11,44 persen pada 2024 dan 11,37 persen pada 2025.

Selain itu, masih terdapat 23,66 persen penduduk usia 15 tahun ke atas yang pendidikan tertingginya hanya SD atau sederajat pada 2026.

Angka tersebut juga menurun dibandingkan 2022 yang mencapai 24,83 persen dan 2025 sebesar 23,90 persen.

2. Sebanyak 79,68% Penduduk Punya Jaminan Kesehatan

Pada sektor kesehatan, BPS mencatat 79,68 persen penduduk Indonesia memiliki jaminan kesehatan pada 2026.

Proporsi tersebut meningkat dibandingkan lima tahun sebelumnya. Pada 2022, penduduk yang memiliki jaminan kesehatan tercatat 69,62 persen. Angkanya kemudian naik menjadi 72,38 persen pada 2023, 75,48 persen pada 2024 dan 78,04 persen pada 2025.

Sementara itu, sebanyak 27,43 persen penduduk tercatat mengalami keluhan kesehatan dalam sebulan terakhir pada 2026.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan 2025 yang mencapai 28,31 persen.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Wantimpres Prabowo Lebih Gemuk, Pengamat: Pembagian Tugas Harus Jelas
Prabowo Lantik Rocky Gerung sebagai Anggota Wantimpres, Pratikno Jadi Ketua
Kritik Tajam Celios! Beban Utang Tembus Rp10.290 Triliun, Menkeu Baru Ditantang Jadi "Penginjak Rem" Proyek Ambisius
Darurat IKN BNPB Kerahkan 4.068 Personel Jinakkan Karhutla Kaltim, Operasi Modifikasi Cuaca Resmi Digelar
Darurat Karhutla Kaltim 4.000 Lebih Hektare Lahan Hangus Terbakar, Pengamanan Kawasan IKN Jadi Prioritas Utama
Beda Jauh! Kemiskinan Indonesia Versi BPS 8% tapi Bank Dunia 64%, Kok Bisa?
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru