BREAKING NEWS
Jumat, 09 Oktober 2026

Dua Bulan Menanti Kepastian, Orangtua Korban Dugaan Keracunan MBG di Karo Desak Kompensasi dan Penetapan Tersangka

Administrator - Jumat, 09 Oktober 2026 09:36 WIB
Dua Bulan Menanti Kepastian, Orangtua Korban Dugaan Keracunan MBG di Karo Desak Kompensasi dan Penetapan Tersangka
Orangtua siswa yang menjadi korban dugaan keracunan program MBG di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mendatangi Gedung DPRD Karo, Kamis, 8 Oktober 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

KARO – Kekecewaan orangtua siswa yang menjadi korban dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, belum mereda.

Dua bulan setelah peristiwa yang terjadi pada 13 Agustus 2026, puluhan orangtua kembali mendatangi Gedung DPRD Karo, Kamis, 8 Oktober 2026, untuk menuntut kepastian penanganan korban dan proses hukum.

Kedatangan mereka bersama Elemen Masyarakat Karo Peduli (EMKAP) membawa sejumlah tuntutan.

Baca Juga:

Di antaranya kepastian kompensasi bagi korban, penetapan peristiwa tersebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), serta kejelasan penyidikan kasus yang hingga saat itu belum menetapkan tersangka.

Para orangtua meminta DPRD Karo tidak sekadar menerima aspirasi, tetapi segera mengambil langkah konkret.

Mereka mendesak DPRD memanggil Bupati Karo Antonius Ginting untuk membahas penanganan korban, termasuk kemungkinan penggunaan dana taktis.

Wakil Ketua DPRD Karo, Imanuel Sembiring, menerima langsung aspirasi tersebut.

Dalam pertemuan itu, Sekretaris DPRD Karo juga menyampaikan hasil komunikasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) mengenai penanganan kasus dugaan keracunan MBG.

Namun, penjelasan tersebut belum sepenuhnya menjawab kekhawatiran keluarga korban.

Mereka menilai, apabila kompensasi sepenuhnya menunggu mekanisme BGN, prosesnya berpotensi memakan waktu karena harus mengikuti regulasi yang berlaku.

"Segera menyurati dan memanggil Bupati Karo. Ini yang kami tagih. Untuk dana taktis dan penetapan sebagai Kejadian Luar Biasa. Kalau menunggu dari BGN, butuh regulasi yang panjang. Sudah dua bulan, tapi belum jelas," ujar orangtua siswa melalui anggota EMKAP, Jhon Ginting.

Selain menuntut kompensasi, para orangtua meminta DPRD Karo menepati komitmen untuk mengawal penanganan kasus.

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rocky Gerung Sebut Istana Sarang Korupsi: Saya Masuk untuk Memberantas Maling yang Bersembunyi di Bawah Meja Istana
Bedah Tuntas Program MBG! UPNVJ Rilis Buku Kaji Ekonomi, Mitos Medsos, hingga Realitas Lapangan
Beda Sikap dari Sukabumi! Foto Gibran Masih Bertahan Dipajang di Fraksi PDIP DPRD Riau
Profil Rojab Asy'ari, Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi yang Menurunkan Foto Wapres Gibran
Sengit! Ungguli Rival Tipis 10 Suara, Aris Rinaldi Cetak Rekor Pimpin Forwakum Sumut 3 Periode
Terungkap! Saksi Tak Bisa Pastikan Akun yang Dilaporkan Milik Dokter Tifa, Akui Tak Tahu Penyebab Kegaduhan Isu Ijazah Jokowi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru