BREAKING NEWS
Kamis, 15 Oktober 2026

Dampak Karhutla: Jambi Jadi Kota dengan Kualitas Udara Terburuk di Dunia, PM2.5 Palangka Raya Melonjak

Nurul - Kamis, 15 Oktober 2026 14:10 WIB
Dampak Karhutla: Jambi Jadi Kota dengan Kualitas Udara Terburuk di Dunia, PM2.5 Palangka Raya Melonjak
Dokumentasi kondisi udara di Palangka Raya. (Foto: Sumber: Instagram.)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Kualitas udara di sejumlah wilayah Indonesia memburuk akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan pemantauan real-time Indeks Kualitas Udara AQI (US) pada Kamis (15/10/2026) pukul 12.12 WIB, Jambi menempati peringkat pertama kota dengan kualitas udara terburuk di dunia, disusul sejumlah kota di India dan China.

Jambi mencatat skor AQI 269 yang masuk kategori parah. Sementara itu, Pekanbaru, Riau, berada di posisi keempat dengan skor AQI 186 atau kategori tidak sehat.

Data tersebut menunjukkan polusi udara masih menjadi ancaman di sejumlah daerah Indonesia yang terdampak karhutla. Selain Jambi dan Pekanbaru, beberapa wilayah di Sumatera dan Kalimantan juga mencatat kualitas udara yang buruk hingga tidak sehat.

Baca Juga:

10 Kota dengan Kualitas Udara Terburuk di Dunia

Berdasarkan data AQI (US) yang dikutip pada Kamis (15/10/2026) pukul 12.12 WIB, berikut daftar 10 kota dengan tingkat polusi udara tertinggi:

1. Jambi, Indonesia — AQI 269 (parah)

2. Muzaffarnagar, India — AQI 190 (tidak sehat)

3. Sitapur, India — AQI 189 (tidak sehat)

4. Pekanbaru, Indonesia — AQI 186 (tidak sehat)

5. Nagpur, India — AQI 185 (tidak sehat)

6. Thrissur, India — AQI 184 (tidak sehat)

7. Xiaoganzhan, China — AQI 182 (tidak sehat)

8. Bulandshahr, India — AQI 180 (tidak sehat)

9. Gurgaon, India — AQI 176 (tidak sehat)

10. Kota, India — AQI 174 (tidak sehat)

Indeks AQI digunakan untuk menggambarkan tingkat pencemaran udara berdasarkan sejumlah polutan, termasuk partikel halus PM2.5, PM10, nitrogen dioksida (NO₂), sulfur dioksida (SO₂), dan karbon monoksida (CO).

Semakin tinggi skor AQI, semakin besar tingkat pencemaran udara dan risiko dampaknya terhadap kesehatan.

Sejumlah Wilayah Indonesia Juga Tercatat Tidak Sehat

Selain Jambi dan Pekanbaru, sejumlah daerah lain di Indonesia juga mencatat kualitas udara yang tidak sehat berdasarkan data yang sama.

Berikut beberapa wilayah beserta skor AQI-nya:

- Patam, Kepulauan Riau: 169 (tidak sehat)

- Martapura, Kalimantan Selatan: 161 (tidak sehat)

- Sampit, Kalimantan Tengah: 151 (tidak sehat)

- Pontianak, Kalimantan Barat: 142 (buruk)

- Palangka Raya, Kalimantan Tengah: 141 (buruk)

Kondisi tersebut terjadi di tengah sebaran asap karhutla yang masih berdampak pada sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan.

PM2.5 Palangka Raya Tembus 1.056,4

Selain pemantauan AQI, data yang dikutip dalam laporan tersebut menunjukkan tingginya konsentrasi partikel halus PM2.5 di beberapa wilayah Indonesia.

Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mencatat angka PM2.5 tertinggi sebesar 1.056,4. Posisi berikutnya ditempati Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, dengan angka 957,3.

Berikut daftar 10 wilayah dengan angka PM2.5 tertinggi berdasarkan data per 15 Oktober 2026:

1. Palangka Raya: 1.056,4

2. Pangkalan Bun: 957,3

3. Musi 2, Palembang: 188,8

4. Talang Betutu, Palembang: 185

5. Mempawah, Kalimantan Barat: 177,9

6. Sintang, Kalimantan Barat: 170,9

7. Kototabang, Sumatera Barat: 169,1

8. Kubu Raya, Kalimantan Barat: 166,4

9. Medan: 159,4

10. Muaro Jambi: 140,9

Angka PM2.5 tersebut berbeda dari skor AQI karena keduanya merupakan indikator yang tidak sama. Data AQI digunakan untuk mengelompokkan tingkat kualitas udara, sedangkan angka PM2.5 menggambarkan konsentrasi partikel halus di udara.

Bahaya PM2.5 bagi Kesehatan

PM2.5 merupakan partikel polusi berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam paru-paru. Partikel tersebut juga dapat mencapai aliran darah dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Dalam kondisi karhutla, PM2.5 dapat terbentuk dari pembakaran material organik, termasuk kayu dan lahan gambut.

Paparan polusi udara dapat mengganggu sistem pernapasan serta meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan stroke. Kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus antara lain balita, anak-anak, ibu hamil, lansia, dan orang dengan riwayat penyakit tertentu.

Tingginya angka PM2.5 yang dilaporkan di Palangka Raya dan Pangkalan Bun menjadi perhatian di tengah kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. Kondisi kualitas udara dapat berubah mengikuti perkembangan kebakaran, cuaca, dan pergerakan angin, sehingga pemantauan berkala tetap diperlukan.* (k/dh)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Fenomena Lubang Api Bawah Tanah Saat Karhutla Kalimantan: Penjelasan Lengkap BNPB
Anggota Parlemen Malaysia Usul ASEAN Layangkan Protes Diplomatik ke Indonesia Soal Kabut Asap
Yayasan Jaga Riau Indonesia Desak Kapolda dan Gubernur Kerahkan Seluruh Kekuatan Padamkan Karhutla
Medan Alami Penurunan Muka Tanah 33 Milimeter per Tahun, Ini Hasil Penelitian Internasional
Bikin Bangga! Pesepak Bola Muda Batu Bara Antar Timnas Putri Indonesia U-17 Lolos ke Piala Asia 2027
Bupati Asahan Evaluasi Program MBG, 81 SPPG Diminta Jaga Kualitas dan Keamanan Makanan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru