BREAKING NEWS
Selasa, 20 Oktober 2026

INALUM Raih Dua Penghargaan Gold ISDA 2026, Berdayakan Warga Kuala Tanjung

Dodi Kurniawan - Senin, 19 Oktober 2026 12:35 WIB
INALUM Raih Dua Penghargaan Gold ISDA 2026, Berdayakan Warga Kuala Tanjung
PT INALUM melalui INALUM ISP meraih dua penghargaan Gold dalam ajang ISDA 2026 atas keberhasilan program pemberdayaan masyarakat Bank Sampah Berseri dan Gubuk Jamur Dani di Desa Kuala Tanjung. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) melalui INALUM ISP meraih dua penghargaan Gold dalam ajang Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2026.

Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan program pemberdayaan masyarakat Bank Sampah Berseri dan Gubuk Jamur Dani di Desa Kuala Tanjung.

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya INALUM dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam pengelolaan sampah dan pengembangan usaha produktif.

Baca Juga:

Kepala Grup Layanan Strategis INALUM Daniel Hutauruk mengatakan, penghargaan tersebut merupakan apresiasi atas kolaborasi perusahaan dengan masyarakat untuk mengembangkan program yang memberikan manfaat nyata sekaligus mendorong kemandirian warga.

"Penghargaan ini bagi kami bukan sekadar pencapaian perusahaan, tetapi juga apresiasi atas proses dan kerja bersama masyarakat. Bank Sampah Berseri dan Gubuk Jamur Dani kami kembangkan dengan semangat untuk memperkuat kapasitas masyarakat, sehingga mereka dapat mengelola potensi yang ada di lingkungannya menjadi sesuatu yang bernilai," ujar Daniel.

Salah satu program INALUM yang meraih penghargaan Gold adalah Bank Sampah Berseri di Desa Kuala Tanjung.

Program ini menerapkan konsep ekonomi sirkular dengan mengajak masyarakat melihat sampah bukan hanya sebagai limbah, melainkan juga sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi.

Program tersebut rata-rata mampu mengelola 76.444,6 kilogram sampah organik dan 22.346,8 kilogram sampah anorganik per tahun.

Selain membantu mengurangi timbulan sampah, Bank Sampah Berseri juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan dan membuka peluang ekonomi melalui pengelolaan sampah.

Pelaksanaannya dilakukan melalui kegiatan pengumpulan dan pemilahan sampah berbasis masyarakat, penguatan kelembagaan bank sampah, serta peningkatan keterlibatan warga dan sekolah sebagai nasabah.

Dengan pendekatan tersebut, masyarakat didorong untuk terlibat langsung dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memanfaatkan sampah yang masih memiliki nilai guna.

Program kedua yang meraih penghargaan Gold adalah Gubuk Jamur Dani, sebuah usaha pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui budidaya jamur tiram putih.

Sebelum mendapatkan bantuan dari INALUM, usaha tersebut memiliki kapasitas produksi sebanyak 90 baglog atau media tanam jamur per hari.

Hasil panennya berkisar 3–8,5 kilogram per hari.

Setelah memperoleh bantuan mesin steamer dari INALUM, kapasitas produksi meningkat menjadi 270 baglog per hari, dengan hasil panen mencapai 7–22 kilogram per hari.

Peningkatan kapasitas tersebut didukung pendampingan untuk memperkuat proses budidaya dan mengembangkan usaha agar lebih produktif serta berkelanjutan.

Saat ini, Gubuk Jamur Dani mempekerjakan lima orang.

Usaha tersebut mampu mencatat pendapatan kotor sebesar Rp8,6 juta per bulan, dengan pendapatan bersih mencapai Rp3,609 juta per bulan.

Melalui program ini, INALUM tidak hanya memberikan bantuan sarana produksi, tetapi juga mendorong masyarakat agar mampu mengelola dan mengembangkan usaha secara mandiri.

Indonesian SDGs Awards (ISDA) merupakan ajang penghargaan yang diselenggarakan oleh Corporate Forum for CSR Development (CFCD).

Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan dan lembaga yang menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Penilaian ISDA mengacu pada 17 tujuan pembangunan berkelanjutan dan berlandaskan prinsip ISO 26000 tentang tanggung jawab sosial.

Dua penghargaan yang diraih INALUM menunjukkan pendekatan perusahaan dalam menjalankan program TJSL dengan menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dari proses pemberdayaan.

Penguatan kapasitas warga dan pengembangan potensi lokal menjadi bagian dari upaya menciptakan manfaat jangka panjang, baik di bidang lingkungan maupun ekonomi.

Daniel mengatakan, keberhasilan program pemberdayaan masyarakat tidak cukup diukur dari bantuan yang diberikan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk melanjutkan dan mengembangkan program secara mandiri.

"Kami ingin program TJSL tidak berhenti pada bantuan. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesempatan untuk mengembangkan kegiatan yang produktif. Dengan begitu, manfaat program dapat terus dirasakan dalam jangka panjang," ujarnya.

Penghargaan ISDA 2026 menjadi dorongan bagi INALUM untuk terus mengembangkan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan.

Melalui semangat tumbuh bersama masyarakat, INALUM berkomitmen melanjutkan berbagai inisiatif yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
INALUM Serahkan Bantuan kepada Masyarakat Terdampak Bencana Angin Puting Beliung di Kabupaten Toba
INALUM Salurkan Bantuan Sembako dan Perbaikan Rumah kepada 46 KK Korban Puting Beliung di Kabupaten Toba
Harumkan Sumut! RSUP Adam Malik Medan Borong 2 Penghargaan Nasional PERSI Award 2026
Pemko Medan Juara 1 TP2DD Wilayah Sumatera, Digitalisasi Transaksi Daerah Makin Diperkuat
Videotron Dibangun di Lima Lokasi Strategis Batu Bara, Bupati Baharuddin: Jadi Sarana Informasi Publik bagi Masyarakat
PLTA INALUM Raih 8 Penghargaan ENSIA 2026, Perkuat Praktik Industri Berkelanjutan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru