BREAKING NEWS
Selasa, 20 Oktober 2026

IHSG Hancur dan Rupiah Anjlok, Djarot Buka-bukaan Evaluasi Total Rapor 2 Tahun Prabowo-Gibran

Administrator - Selasa, 20 Oktober 2026 17:32 WIB
IHSG Hancur dan Rupiah Anjlok, Djarot Buka-bukaan Evaluasi Total Rapor 2 Tahun Prabowo-Gibran
Presiden Indonesia Prabowo Subianto (kanan) menyampaikan pidato mengenai kerangka kerja makroekonomi di hadapan para anggota parlemen, Jakarta, 20 Mei 2026. (Foto: BAY ISMOYO / AFP via Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Djarot Saiful Hidayat menilai masih banyak persoalan yang perlu dievaluasi setelah dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sejumlah isu yang disorot meliputi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, hingga kondisi pasar keuangan.

Djarot menyampaikan pandangannya pada Selasa (20/10/2026), bertepatan dengan dua tahun sejak Prabowo-Gibran dilantik sebagai presiden dan wakil presiden.

Menurut Djarot, evaluasi pemerintahan perlu dilakukan secara menyeluruh dengan melihat berbagai persoalan yang masih terjadi di masyarakat.

Baca Juga:

"Ya, tepat dua tahun ya sejak dilantiknya Pak Prabowo-Gibran ya, tentu dalam dua tahun ini ada banyak hal yang perlu kita evaluasi. Banyak banget ya," kata Djarot.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian Djarot adalah kebakaran hutan dan lahan yang meluas di sejumlah wilayah Indonesia. Dia menyoroti dampak karhutla terhadap masyarakat dan lingkungan di Sumatera, Kalimantan, hingga Papua.

Menurutnya, pemerintah perlu memperkuat langkah pencegahan kebakaran, terutama karena ancaman fenomena El Nino yang kuat telah menjadi perhatian.

Djarot menilai penanganan karhutla seharusnya tidak hanya berfokus pada pemadaman setelah kebakaran terjadi, tetapi juga pada kemampuan pemerintah mengantisipasi risiko sejak awal.

"Jadi, hal yang sangat dasar bahwa kita selalu terjebak dan bukan mampu mengantisipasi persoalan kebakaran hutan, padahal banyak kita mengatakan bahwa kita memasuki masa El Nino yang dahsyat," ujarnya.

Selain karhutla, Djarot menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia menyatakan pemberian makanan bergizi bagi masyarakat merupakan upaya yang baik dan sejalan dengan amanat konstitusi.

Namun, menurut dia, tata kelola program tersebut perlu dievaluasi secara mendasar. Djarot menilai perencanaan dan kajian program harus dilakukan secara matang agar pelaksanaannya tidak menimbulkan penyimpangan.

"Kalau kita memberikan gizi kepada masyarakat kita, itu bagus dan itu sejalan dengan konstitusi. Tetapi tata kelolanya ini yang perlu dievaluasi secara mendasar karena terkesan bahwa MBG ini tidak melalui kajian yang mendalam sehingga terjadi banyak penyimpangan dan sebagainya," kata Djarot.

Dia juga menyinggung persoalan hukum yang menyeret pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai salah satu hal yang menurutnya perlu menjadi perhatian dalam evaluasi program tersebut.

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Singapura Ancam Beri Sanksi Denda hingga Rp 28 Miliar untuk 10 Perusahaan Terkait Karhutla di Indonesia
Dua Tahun Prabowo-Gibran, PKS Soroti Keracunan MBG hingga Polemik Ijazah
Bongkar Dugaan Tawaran Rp80 Juta agar Bungkam soal Karhutla, Aleh Malah Dilaporkan ke Polda Sumut
Kabut Asap Mulai Membaik, Sekolah di Sumut Kembali Belajar Tatap Muka Rabu 21 Oktober 2026
Kepala BGN Sudaryono Bongkar Praktik Calo Dapur MBG, Minta Jatah Rp1.000 per Ompreng Tanpa Keluar Modal
Kapolri Mendalami Dugaan Keterlibatan Perusahaan dan Warga Negara Tetangga dalam Karhutla
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru