BREAKING NEWS
Rabu, 21 Oktober 2026

IHSG Hancur dan Rupiah Anjlok, Djarot Buka-bukaan Evaluasi Total Rapor 2 Tahun Prabowo-Gibran

Administrator - Selasa, 20 Oktober 2026 17:32 WIB
IHSG Hancur dan Rupiah Anjlok, Djarot Buka-bukaan Evaluasi Total Rapor 2 Tahun Prabowo-Gibran
Presiden Indonesia Prabowo Subianto (kanan) menyampaikan pidato mengenai kerangka kerja makroekonomi di hadapan para anggota parlemen, Jakarta, 20 Mei 2026. (Foto: BAY ISMOYO / AFP via Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Kritik itu menitikberatkan pada pentingnya perencanaan, pengawasan, dan tata kelola agar pelaksanaan MBG berjalan sesuai tujuan serta ketentuan yang berlaku.

Program Koperasi Merah Putih turut menjadi sorotan Djarot. Dia mempertanyakan kejelasan konsep kelembagaan dan unit usaha yang akan dijalankan dalam program tersebut.

Djarot menyinggung sejumlah gagasan, mulai dari menjadikan koperasi sebagai toko serba ada atau toko kelontong hingga wacana penyaluran gaji aparatur sipil negara (ASN).

Menurutnya, berbagai rencana tersebut perlu dikaji secara mendalam agar bentuk usaha koperasi jelas dan sesuai dengan tujuan pembentukannya.

"Ini juga harus kita evaluasi secara mendasar," tuturnya.

Djarot juga mengingatkan bahwa program tersebut membutuhkan anggaran hingga triliunan rupiah. Karena itu, pemerintah dinilai perlu memastikan konsep, arah pengembangan, dan manfaatnya sebelum anggaran besar dialokasikan.

Dalam evaluasinya, Djarot turut menyinggung persoalan pengangguran dan tindak pidana korupsi. Dia menilai kedua isu tersebut masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian pemerintah.

Menurutnya, praktik korupsi yang ditemukan di berbagai institusi menunjukkan perlunya perbaikan tata kelola dan pengawasan. Namun, upaya tersebut perlu dilakukan berdasarkan penanganan kasus dan bukti yang tersedia.

Djarot menilai evaluasi pemerintahan seharusnya tidak hanya berfokus pada program yang berhasil, tetapi juga mengidentifikasi persoalan yang masih membutuhkan perbaikan.

Djarot juga menyoroti gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Dia menilai perkembangan pasar keuangan tersebut menjadi bagian dari persoalan ekonomi yang perlu diperhatikan dalam evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

"Terakhir dengan kemarin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) itu ambruk dan nilai tukar dolar sudah lebih dari Rp 18.000. Tidak mudah dan kondisi sedang tidak baik-baik saja," ujarnya.

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Singapura Ancam Beri Sanksi Denda hingga Rp 28 Miliar untuk 10 Perusahaan Terkait Karhutla di Indonesia
Dua Tahun Prabowo-Gibran, PKS Soroti Keracunan MBG hingga Polemik Ijazah
Bongkar Dugaan Tawaran Rp80 Juta agar Bungkam soal Karhutla, Aleh Malah Dilaporkan ke Polda Sumut
Kabut Asap Mulai Membaik, Sekolah di Sumut Kembali Belajar Tatap Muka Rabu 21 Oktober 2026
Kepala BGN Sudaryono Bongkar Praktik Calo Dapur MBG, Minta Jatah Rp1.000 per Ompreng Tanpa Keluar Modal
Kapolri Mendalami Dugaan Keterlibatan Perusahaan dan Warga Negara Tetangga dalam Karhutla
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru