Qodari Ungkap Alasan Prabowo Perketat Pengawasan Ekspor Komoditas Strategis
JAKARTA Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari mengungkap alasan Presiden Prabowo Subian
EKONOMI
AS -Perplexity AI, sebuah startup mesin pencari kecerdasan buatan (AI) asal Amerika Serikat, dilaporkan telah mengajukan tawaran merger kepada ByteDance Ltd., perusahaan induk TikTok, dalam upaya menciptakan entitas baru yang menggabungkan kedua perusahaan tersebut. Tawaran ini muncul setelah Amerika Serikat memblokir akses TikTok pada Minggu (19/1/2025), yang memaksa ByteDance untuk mencari solusi agar aplikasi video pendek tersebut tetap bisa beroperasi di AS.
Menurut laporan Bloomberg, Perplexity AI menawarkan kepada ByteDance agar sebagian besar investor mereka bisa mempertahankan sahamnya jika merger tersebut terlaksana. Meski demikian, baik Perplexity AI maupun TikTok menolak memberikan komentar mengenai rencana penggabungan tersebut.
Perplexity AI, yang memulai tahun 2024 dengan valuasi sekitar USD 500 juta, berhasil melonjak menjadi sekitar USD 9 miliar pada akhir tahun yang sama. Perusahaan ini, yang mengembangkan teknologi mesin pencari berbasis AI, melihat penggabungan dengan TikTok sebagai peluang untuk memperluas basis pengguna dan memperoleh akses ke data pengguna yang sangat berharga untuk pengembangan lebih lanjut.
Namun, rencana merger ini menghadapi berbagai tantangan. Sebagai perusahaan asal Tiongkok, ByteDance menghadapi tekanan besar dari pemerintah AS yang memaksa perusahaan untuk menjual TikTok ke entitas non-China jika ingin terus beroperasi di AS. Selain itu, valuasi TikTok yang diperkirakan mencapai USD 50 miliar menjadikannya sulit untuk dibeli, kecuali oleh miliarder atau kelompok investor besar.
Salah satu kemungkinan calon pengakuisisi TikTok adalah miliarder seperti Elon Musk, yang telah dipertimbangkan oleh pemerintah Tiongkok sebagai calon pemilik baru. Selain itu, investor seperti Frank McCourt dan Kevin O’Leary juga telah menunjukkan minat mereka untuk mengambil alih TikTok.
Kendati demikian, Perplexity AI melihat potensi besar dalam penggabungan ini, mengingat TikTok yang memiliki basis pengguna yang sangat besar serta pengembangan operasional e-commerce yang bisa menjadi peluang tambahan untuk memperkuat mesin pencari mereka. Namun, kesepakatan merger ini diperkirakan akan sulit dicapai mengingat perbedaan besar dalam ukuran dan model bisnis kedua perusahaan.
Pada Jumat (17/1/2025), Mahkamah Agung AS memutuskan untuk menutup TikTok dengan suara bulat, dengan alasan masalah keamanan nasional, yang semakin mempertegas urgensi bagi ByteDance untuk mencari solusi cepat. Namun, Presiden AS Joe Biden menyatakan bahwa keputusan mengenai larangan TikTok akan diserahkan kepada penggantinya.
(N/014)
JAKARTA Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari mengungkap alasan Presiden Prabowo Subian
EKONOMI
ANYER Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tidak akan mampu menangani seluruh penghitungan kerugian n
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak boleh tinggal diam terkait penahanan sejumlah
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan kesiapan dana bantuan tahap lanjutan senilai lebih dari Rp1 triliun untuk mempercepat pemu
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Kota Medan meluncurkan kebijakan baru yang menanggung penuh biaya pengobatan bagi warga yang menjadi korban kejahatan jala
PEMERINTAHAN
MEDAN Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menegaskan komitmennya dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Kota Medan menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Sekolah Rakyat (SR) yang saat in
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Waas menyebut Pemerintah Kota (Pemkot) Medan menanggung iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi 17.851 pekerja informal
PEMERINTAHAN
JAKARTA Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) memberikan penghargaan berupa bonus beasiswa senilai Rp10 juta kepada mahasiswa dengan
PENDIDIKAN
JAKARTA Delegasi Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI) atau Keuskupan Militer TNIPolri melakukan audiensi perdana ke Kedutaan Besar V
NASIONAL