Kejar-kejaran Subuh di Medan! Polsek Sunggal Sikat 5 Remaja Geng Motor, Sajam 1 Meter Disita
MEDAN Tim Patroli Siaga Reserse Polsek Sunggal mengamankan lima remaja yang diduga terlibat tawuran antargeng motor di kawasan Jalan Sun
HUKUM DAN KRIMINAL
AS -Perplexity AI, sebuah startup mesin pencari kecerdasan buatan (AI) asal Amerika Serikat, dilaporkan telah mengajukan tawaran merger kepada ByteDance Ltd., perusahaan induk TikTok, dalam upaya menciptakan entitas baru yang menggabungkan kedua perusahaan tersebut. Tawaran ini muncul setelah Amerika Serikat memblokir akses TikTok pada Minggu (19/1/2025), yang memaksa ByteDance untuk mencari solusi agar aplikasi video pendek tersebut tetap bisa beroperasi di AS.
Menurut laporan Bloomberg, Perplexity AI menawarkan kepada ByteDance agar sebagian besar investor mereka bisa mempertahankan sahamnya jika merger tersebut terlaksana. Meski demikian, baik Perplexity AI maupun TikTok menolak memberikan komentar mengenai rencana penggabungan tersebut.
Perplexity AI, yang memulai tahun 2024 dengan valuasi sekitar USD 500 juta, berhasil melonjak menjadi sekitar USD 9 miliar pada akhir tahun yang sama. Perusahaan ini, yang mengembangkan teknologi mesin pencari berbasis AI, melihat penggabungan dengan TikTok sebagai peluang untuk memperluas basis pengguna dan memperoleh akses ke data pengguna yang sangat berharga untuk pengembangan lebih lanjut.
Namun, rencana merger ini menghadapi berbagai tantangan. Sebagai perusahaan asal Tiongkok, ByteDance menghadapi tekanan besar dari pemerintah AS yang memaksa perusahaan untuk menjual TikTok ke entitas non-China jika ingin terus beroperasi di AS. Selain itu, valuasi TikTok yang diperkirakan mencapai USD 50 miliar menjadikannya sulit untuk dibeli, kecuali oleh miliarder atau kelompok investor besar.
Salah satu kemungkinan calon pengakuisisi TikTok adalah miliarder seperti Elon Musk, yang telah dipertimbangkan oleh pemerintah Tiongkok sebagai calon pemilik baru. Selain itu, investor seperti Frank McCourt dan Kevin O’Leary juga telah menunjukkan minat mereka untuk mengambil alih TikTok.
Kendati demikian, Perplexity AI melihat potensi besar dalam penggabungan ini, mengingat TikTok yang memiliki basis pengguna yang sangat besar serta pengembangan operasional e-commerce yang bisa menjadi peluang tambahan untuk memperkuat mesin pencari mereka. Namun, kesepakatan merger ini diperkirakan akan sulit dicapai mengingat perbedaan besar dalam ukuran dan model bisnis kedua perusahaan.
Pada Jumat (17/1/2025), Mahkamah Agung AS memutuskan untuk menutup TikTok dengan suara bulat, dengan alasan masalah keamanan nasional, yang semakin mempertegas urgensi bagi ByteDance untuk mencari solusi cepat. Namun, Presiden AS Joe Biden menyatakan bahwa keputusan mengenai larangan TikTok akan diserahkan kepada penggantinya.
(N/014)
MEDAN Tim Patroli Siaga Reserse Polsek Sunggal mengamankan lima remaja yang diduga terlibat tawuran antargeng motor di kawasan Jalan Sun
HUKUM DAN KRIMINAL
BOGOR Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ingin melahirkan sosok pemimpin baru dari kalangan kader yang terinspirasi dari perjalanan poli
POLITIK
MEDAN Tim gabungan Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN) menggagalkan penyelundupan 1,16 ton ketamin hidroklorida (HCl) yang diangkut
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mengusulkan revisi UndangUndang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan untuk mengatur pela
NASIONAL
JAKARTA Pendiri Microsoft, Bill Gates, memperingatkan bahwa peralihan menuju ekonomi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intellig
INTERNASIONAL
JAKARTA Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai perlu memperkuat mesin partai hingga tingkat akar rumput dan tidak hanya mengandalkan
NASIONAL
MEDAN Polres Tebing Tinggi menangkap seorang pemuda berinisial DV (22) di Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara. DV diduga m
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Kecelakaan beruntun yang melibatkan mobil BYD Denza dan sejumlah kendaraan terjadi di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, tepat di de
PERISTIWA
LANGKAT Tiga rumah warga di Dusun II, Desa Pamah Tambunan, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, ludes terbakar menjela
PERISTIWA
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumut untuk membantu upaya
PEMERINTAHAN